Senin, 14 Maret 2016
Senin, 16 November 2015
Rangkaian Solar Cell DC
Rangkaian Solar Cell adalah rangkaian yang menggunakan
tenaga matahari untuk pengoperasiannya. Ada banyak komponen yang bisa
menggunakan rangkaian solar cell ini. Pemanfaatan sinar matahari bisa menjadi
salah satu manfaat yang digunakan sebagai sumber listrik. Dan rangkaian solar
cell ini bisa kita gunakan untuk menghemat listrik yang tentu saja menghemat
pengeluaran juga. Ada beberapa komponen dimana salah satunya adalah rangkaian
pembangkit listrik sederhana yang bisa digunakan untuk berbagai kegiatan seperti
mencharger lampu emergency dan juga keperluan lainnya.
Sistem kerja dari rangkaian solar cell atau rangkaian
pembangkit listrik tenaga sinar matahari ini, sinar dari matahari akan diterima
oleh panel surya yang terdapat di rangkaian tersebut yang kemudian diubah
menjadi tenaga listrik. Tenaga listrik yang dihasilkan dari rangkaian memang
relatif lebih kecil. Pasalnya rangkaian tersebut menggunakan panel dimana
disetiap 8 Cell Panel yang disusun secara seri, tegangan yang dihasilkan hanya
mampu mencapai kurang lebih 4 Volt atau setara dengan arus 200 mA. Oleh sebab
itu dibutuhkan suatu rangkaian elektronik tambahan yang berguna untuk
meningkatkan tegangan dan arus tersebut. rangkaian tambahan ini digunakan untuk
Charger Baterai guna mendukung output yang lebih besar. Rangkaian tambahan ini
bertugas sebagai rangkaian Inverter DC ke DC, dimana rangkaian ini memiliki 2
buah kapasitor, 1 transistor dan 1 buah resistor dan juga 1 Dioda
Untuk membuat rangkaian ini, ada beberapa komponen yang bisa
anda gunakan. Komponen tersebut :
8 cell panel surya 0.5v 200 mA
(bisa juga anda gunakan solar panel pada kalkulator yang sudah rusak). ( Harga:
Rp 30000)
Transistor TIP 31 ( Harga : 7500)
Resistor 1 K ( Harga : Rp.200)
Capacitor 100 uF (Harga : Rp. 500)
Dioda BY207 atau Dioda dengan
besaran 5 Ampere (Harga : Rp. 500)
Capacitor 10 uF (Harga : Rp. 500)
Kawat email dengan diameter 0.25
mm yang memiliki panjang 3 m (Harga :
Rp. 6000)
Aki Motor YUASA YB2.5L-C (Harga : Rp. 6000)
Total Biaya: Rp 135200
Rabu, 04 November 2015
Tujuh Golongan Yang Dinaungi Allâh Azza Wa Jalla Pada Hari Kiamat
1. Seorang Imam Yang Adil
2. Seorang Pemuda Yang Tumbuh Dalam Keadaan Beribadah Kepada Allâh
3. Seseorang Yang Hatinya Bergantung Pada Masjid
4. Dan orang Yang Saling Mencintai Di Jalan Allâh, Dia Berkumpul Dan Berpisah Karena-Nya
5. Seorang Laki-Laki Yang Diajak Berzina Oleh Seorang Wanita Yang Memiliki Kedudukan Dan Kecantikan, Lalu laki-laki tersebut berkata, “Sungguh aku takut kepada Allâh.”
6. Seseorang Yang Bersedekah Dengan Sesuatu Lalu Ia Menyembunyikannya Hingga Tangan Kirinya Tidak Mengetahui Apa Yang Diinfaqkan Oleh Tangan Kanannya.
7. Seseorang Yang Mengingat Allâh Azza Wa Jalla Dalam Keadaan Sepi Lalu Air Matanya Mengalir
Selengkapnya baca:
http://almanhaj.or.id/content/4203/slash/0/tujuh-golongan-yang-dinaungi-allh-azza-wa-jalla-pada-hari-kiamat/
Jumat, 30 Oktober 2015
Rabu, 28 Oktober 2015
Download Ceramah MP3
Undang teman dan keluarga untuk belajar agama Islam dengan mendengarkan kajian MP3 dan ceramah MP3 di web ini.
“Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya ada pahala yang sama dengan pahala orang yang mengikutinya dan tidak dikurangi sedikitpun juga dari pahala-pahala mereka.” (HR Muslim no. 2674).
http://kajian.net/
Selasa, 27 Oktober 2015
Senin, 26 Oktober 2015
Rapat dan Luruskan Shaf Sholat
>>> Gratis Softfile Poster “Rapat dan Luruskan Shaf Sholat” <<<
.
YUK, DOWNLOAD, CETAK dan TEMPEL di masjid di sekitar sahabat Yufid. Semoga bisa menjadi ladang amal jariyah untuk kawan-kawan semua.
Dengan menyebarkan poster ini, sahabat Yufid insya Allah membantu menyebarkan salah satu sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang masih sering dilupakan sebagian saudara muslim kita, yaitu MELURUSKAN dan MERAPATKAn shaf sholat.
Silakan pilih poster mana yang ingin Anda cetak.
Masing-masing poster disetting untuk dicetak di kertas A3+ (33cm x 48cm)
Gambar berikut hanya contoh. Silakan klik link untuk mendownload file dalam format PDF ukuran A3 siap cetak.
Poster Shaf Rapat dan Luruskan Sholat Ukir (86.23Mb)
http://www.mediafire.com/download/06n1ho4caf9lgk4/postershaf-yufid-frameukir-a3.pdf
Poster Shaf Rapat dan Luruskan Sholat Polos (91.2Mb)
http://www.mediafire.com/download/5i58m0a9mgs8zvd/postershaf-yufid-polos-a3.pdf
Bedanya dengan poster sebelumnya adalah susunan tulisan di bagian bawah.
Silakan pilih mana yang menurut kawan-kawan lebih mudah dipahami. *** Kunjungi juga www.carasholat.com untuk belajar tata cara sholat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dari A-Z.
.
YUK, DOWNLOAD, CETAK dan TEMPEL di masjid di sekitar sahabat Yufid. Semoga bisa menjadi ladang amal jariyah untuk kawan-kawan semua.
Dengan menyebarkan poster ini, sahabat Yufid insya Allah membantu menyebarkan salah satu sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang masih sering dilupakan sebagian saudara muslim kita, yaitu MELURUSKAN dan MERAPATKAn shaf sholat.
Silakan pilih poster mana yang ingin Anda cetak.
Masing-masing poster disetting untuk dicetak di kertas A3+ (33cm x 48cm)
Gambar berikut hanya contoh. Silakan klik link untuk mendownload file dalam format PDF ukuran A3 siap cetak.
Poster Shaf Rapat dan Luruskan Sholat Ukir (86.23Mb)
http://www.mediafire.com/download/06n1ho4caf9lgk4/postershaf-yufid-frameukir-a3.pdf
Poster Shaf Rapat dan Luruskan Sholat Polos (91.2Mb)
http://www.mediafire.com/download/5i58m0a9mgs8zvd/postershaf-yufid-polos-a3.pdf
Bedanya dengan poster sebelumnya adalah susunan tulisan di bagian bawah.
Silakan pilih mana yang menurut kawan-kawan lebih mudah dipahami. *** Kunjungi juga www.carasholat.com untuk belajar tata cara sholat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dari A-Z.
![]() |
Minggu, 25 Oktober 2015
Shalat Sunnah Sebelum Shubuh (Qobliyah Shubuh)
Shalat sunnah qobliyah shubuh atau shalat sunnah Fajar yaitu dua raka’at sebelum pelaksanaan shalat Shubuh adalah di antara shalat rawatib. Yang dimaksud shalat rawatib adalah shalat sunnah yang dirutinkan sebelum atau sesudah shalat wajib. Shalat yang satu ini punya keutamaan yang besar, sampai-sampai ketika safar pun, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terus menerus menjaganya. Bahkan ada keutamaan besar lainnya yang akan kita temukan.
Dalam Shahih Muslim telah disebutkan
mengenai keutamaan shalat ini dalam beberapa hadits, juga dijelaskan anjuran
menjaganya, begitu pula diterangkan mengenai ringkasnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam melakukan shalat tersebut.
Shalat Sunnah Fajar dengan Dua Raka’at Ringan
Dalil
yang menunjukkan bahwa shalat sunnah qobliyah Shubuh atau shalat Sunnah Fajar
dilakukan dengan raka’at yang ringan, adalah hadits dari Nafi’, dari Ibnu ‘Umar
yang berkata bahwa Ummul Mukminin Hafshoh pernah mengabarkan,
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-
كَانَ إِذَا سَكَتَ الْمُؤَذِّنُ مِنَ الأَذَانِ لِصَلاَةِ الصُّبْحِ وَبَدَا
الصُّبْحُ رَكَعَ رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ تُقَامَ الصَّلاَةُ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
dahulu diam antara adzannya muadzin hingga shalat Shubuh. Sebelum shalat Shubuh
dimulai, beliau dahului dengan dua raka’at ringan.” (HR. Bukhari no. 618 dan Muslim no. 723).
Dalam
lafazh lain juga menunjukkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan shalat Sunnah Fajar dengan raka’at yang
ringan. Dari Ibnu ‘Umar, dari Hafshoh, ia mengatakan,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-
إِذَا طَلَعَ الْفَجْرُ لاَ يُصَلِّى إِلاَّ رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ
“Ketika terbit fajar Shubuh, Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah shalat kecuali dengan dua raka’at yang
ringan” (HR. Muslim no. 723).
‘Aisyah juga mengatakan hal yang
sama,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-
يُصَلِّى رَكْعَتَىِ الْفَجْرِ إِذَا سَمِعَ الأَذَانَ وَيُخَفِّفُهُمَا
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
setelah mendengar adzan, beliau melaksanakan shalat sunnah dua raka’at ringan” (HR. Muslim no. 724).
Dalam
lafazh lainnya disebutkan bahwa ‘Aisyah berkata,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-
يُصَلِّى رَكْعَتَىِ الْفَجْرِ فَيُخَفِّفُ حَتَّى إِنِّى أَقُولُ هَلْ قَرَأَ
فِيهِمَا بِأُمِّ الْقُرْآنِ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
dahulu shalat sunnah fajar (qobliyah shubuh) dengan diperingan. Sampai aku
mengatakan apakah beliau di dua raka’at tersebut membaca Al Fatihah?” (HR. Muslim no. 724).
Imam
Nawawi menerangkan bahwa hadits di atas hanya kalimat hiperbolis yaitu cuma
menunjukkan ringannya shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dibanding
dengan kebiasaan beliau yang biasa memanjangkan shalat malam dan shalat sunnah
lainnya. Lihat Syarh Shahih Muslim, 6: 4.
Dan
sekali lagi namanya ringan juga bukan berarti tidak membaca surat sama sekali.
Imam Nawawirahimahullah berkata,
“Sebagian ulama salaf mengatakan tidak mengapa jika shalat sunnah fajar
tersebut dipanjangkan dan menunjukkan tidak haramnya, serta jika diperlama
tidak menyelisihi anjuran memperingan shalat sunnah fajar. Namun sebagian orang
mengatakan bahwa itu berarti Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallamtidak membaca surat apa pun ketika itu, sebagaimana
diceritakan dari Ath Thohawi dan Al Qodhi ‘Iyadh. Ini jelas keliru. Karena
dalam hadits shahih telah disebutkan bahwa ketika shalat sunnah qobliyah
shubuh, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca surat Al Kafirun dan surat Al Ikhlas setelah
membaca Al Fatihah. Begitu pula hadits shahih menyebutkan bahwa tidak ada
shalat bagi yang tidak membaca surat atau tidak ada shalat bagi yang tidak
membaca Al Qur’an, yaitu yang dimaksud adalah tidak sahnya.” (Syarh Shahih Muslim, 6: 3).
Rajin Menjaga Shalat Sunnah Qobliyah Shubuh
Dan
shalat sunnah fajar inilah yang paling Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jaga, dikatakan pula oleh ‘Aisyah,
أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- لَمْ
يَكُنْ عَلَى شَىْءٍ مِنَ النَّوَافِلِ أَشَدَّ مُعَاهَدَةً مِنْهُ عَلَى
رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الصُّبْحِ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
tidaklah menjaga shalat sunnah yang lebih daripada menjaga shalat sunnah dua
raka’at sebelum Shubuh” (HR. Muslim
no. 724).
Dalam
lafazh lain disebutkan bahwa ‘Aisyah berkata,
مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله
عليه وسلم- فِى شَىْءٍ مِنَ النَّوَافِلِ أَسْرَعَ مِنْهُ إِلَى الرَّكْعَتَيْنِ
قَبْلَ الْفَجْرِ
“Aku tidaklah pernah mendengar Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan shalat sunnah yang lebih semangat
dibanding dengan shalat sunnah dua raka’at sebelum Fajar” (HR. Muslim no. 724).
Dalil
anjuran bacaan ketika shalat sunnah qobliyah shubuh dijelaskan dalam hadits
berikut,
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-
قَرَأَ فِى رَكْعَتَىِ الْفَجْرِ (قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ) وَ (قُلْ هُوَ
اللَّهُ أَحَدٌ)
“Sesungguhnya Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam membaca ketika shalat sunnah qobliyah shubuh surat Al Kafirun
dan surat Al Ikhlas” (HR. Muslim no. 726).
Keutamaannya: Lebih dari Dunia Seluruhnya
Adapun
dalil yang menunjukkan keutamaan shalat sunnah qobliyah Shubuh adalah hadits
dari ‘Aisyah di mana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا
وَمَا فِيهَا
“Dua raka’at fajar (shalat sunnah
qobliyah shubuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Muslim no. 725). Jika keutamaan shalat sunnah
fajar saja demikian adanya, bagaimana lagi dengan keutamaan shalat Shubuh itu
sendiri.
Dalam
lafazh lain, ‘Aisyah berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berbicara mengenai dua raka’at ketika telah terbih
fajar shubuh,
لَهُمَا أَحَبُّ إِلَىَّ مِنَ الدُّنْيَا
جَمِيعًا
“Dua raka’at shalat sunnah fajar lebih
kucintai daripada dunia seluruhnya”
(HR. Muslim no. 725).
Hadits
terakhir di atas juga menunjukkan bahwa shalat sunnah fajar yang dimaksud adalah
ketika telah terbit fajar shubuh. Karena sebagian orang keliru memahami shalat
sunnah fajar dengan mereka maksudkan untuk dua raka’at ringan sebelum masuk
fajar. Atau ada yang membedakan antara shalat sunnah fajar dan shalat sunnah
qobliyah shubuh. Ini jelas keliru. Imam Nawawi mengatakan,
أَنَّ سُنَّة الصُّبْح لَا يَدْخُل وَقْتهَا
إِلَّا بِطُلُوعِ الْفَجْر ، وَاسْتِحْبَاب تَقْدِيمهَا فِي أَوَّل طُلُوع
الْفَجْر وَتَخْفِيفهَا ، وَهُوَ مَذْهَب مَالِك وَالشَّافِعِيّ وَالْجُمْهُور
“Shalat
sunnah Shubuh tidaklah dilakukan melainkan setelah terbit fajar Shubuh. Dan
dianjurkan shalat tersebut dilakukan di awal waktunya dan dilakukan dengan
diperingan. Demikian pendapat Imam Malik, Imam Syafi’i dan jumhur (baca:
mayoritas) ulama.” (Syarh
Shahih Muslim, 6: 3).
Moga kita semakin semangat beramal
sholih. Hanya Allah-lah yang memberi taufik.
Sumber : http://rumaysho.com/3301-keutamaan-shalat-sunnah-sebelum-shubuh.htmlSabtu, 24 Oktober 2015
Jumat, 23 Oktober 2015
Kamis, 22 Oktober 2015
Selasa, 13 Oktober 2015
Future Worth Analisis
Future worth analysis (analisis nilai masa depan) didasarkan pada
nilai ekuivalensi semua arus kas masuk dan arus kas keluar di akhir periode
analisis pada suatu tingkat pengembalian minimum yang diinginkan (MARR). Oleh
karena tujuan utama dari konseptime value of money adalah untuk
memaksimalkan laba masa depan, informasi ekonomis yang diperoleh dari analisis
ini sangat berguna dalam situasi-situasi keputusan investasi modal.
Hasil FW alternative sama dengan PW, dimana FW = PW (F/P,i%,n). Perbedaan
dalam nilai ekonomis yang dihasilkan bersifat relative terhadap acuan waktu
yang digunakan saat ini atau masa depan. Untuk alternatif tunggal, jika
diperoleh nilai FW ≥ 0 maka alternatif tersebut layak diterima. Sementara untuk
situasi dimana terdapat lebih dari satu alternatif, maka alternatif dengan FW
terbesar merupakan alternatif yang paling menarik untuk dipilih. Pada situasi
dimana alternatif yang ada bersifat independent, dipilih semua
alternatif yang memiliki FW ≥ 0.
Analisis Terhadap Alternatif Tunggal
Contoh: Sebuah perusahaan sedang mempertimbangkan peralatan baru seharga
Rp. 30.000.000. Dengan peralatan baru akan diperoleh penghematan sebesar Rp.
1.000.000 per tahun selama 8 tahun. Pada akhir tahun ke-8, peralatan itu
memiliki nilai jual Rp. 40.000.000. Jika tingkat suku bunga 12% per tahun dan
digunakan future worth analysis, apakah pembelian peralatan baru tersebut
menguntungkan?
Penyelesaian:
FW = 40000000 + 1000000(F/A,12%,8) – 30000000(F/P,12%,8)
NPV = 40000000 + 1000000(12,29969) – 30000000(2,47596)
NPV = -21.979.110
Oleh karena NPV yang diperoleh < 0 maka pembelian peralatan baru
tersebut tidak menguntungkan.
Usia Pakai Sama dengan Periode Analisis
Jika terdapat lebih dari satu alternatif usia pakai yang sama, analisis
keputusan dapat dilakukan menggunakan periode analisis yang sama dengan usia
pakai alternatif.
Contoh: Sebuah perusahaan akan membeli sebuah mesin untuk meningkatkan
pendapatan tahunannya. Dua alternatif mesin dengan usia pakai masing-masing 8
tahun ditawarkan kepada perusahaan:
|
Mesin
|
Harga Beli (Rp.)
|
Keuntungan per Tahun (Rp.)
|
Nilai Sisa di Akhir Usia Pakai (Rp.)
|
|
|
X
|
2500000
|
750000
|
1000000
|
|
|
Y
|
3500000
|
900000
|
1500000
|
Menggunakan tingkat suku bunga 15% per tahun, tentukan mesin yang
seharusnya dibeli.
Penyelesaian:
Mesin X:
FW X = 750000(F/A,15%,8) + 1000000 – 2500000(F/P,15%,8)
FW X = 750000(13,72682) + 1000000 – 2500000(3,05902)
FW X = 3647565
Mesin Y
FW Y = 900000(F/A,15%,8) + 1500000 – 3500000(F/P,15%,8)
FW Y = 900000(13,72682) + 1500000 – 3500000(3,05902)
FW Y = 3147568
Kesimpulan: pilih mesin X.
Usia Pakai Berbeda dengan Periode Analisis
Sama dengan Present Worth Analysis. Dalam situasi ini dapat
digunakan asumsi perulangan atau asumsi berakhir bersamaan, tergantung pada
masalah yang dihadapi.
Contoh: Sebuah perusahaan akan membeli sebuah mesin untuk meningkatkan
pendapatan tahunannya. Dua alternatif mesin ditawarkan kepada perusahaan:
|
Mesin
|
Usia Pakai (Tahun)
|
Harga Beli (Rp.)
|
Keuntungan per Tahun (Rp.)
|
Nilai Sisa di Akhir Usia Pakai (Rp.)
|
|
|
X
|
8
|
2500000
|
750000
|
1000000
|
|
|
Y
|
16
|
3500000
|
900000
|
1500000
|
Dengan tingkat suku bunga 15% per tahun. Tentukan mesin yang seharusnya
dibeli.
Penyelesaian:
Mesin X
FW X = 750000(F/A,15%,16) + 1000000 + 1000000(P/F,15%,8) –
2500000(F/P,15%,8) – 2500000(F/P,15%,16)
FW X = 750000(55,71747) + 1000000 + 1000000(3,05902) – 2500000(3,05902) –
2500000(9,35762)
FW X = 14805463
Mesin Y
FW Y = 900000(F/A,15%,16) + 1500000 – 3500000(F/P,15%,16)
FW Y = 900000(55,71747) + 1500000 – 3500000(9,35762)
FW Y = 18894053
FW mesin Y, Rp. 18.894.053, lebih besar dari FW mesin X, Rp. 14.805.463,
maka pilih mesin Y.
Sumber : Raharjo, Ferianto. 2007. Ekonomi Teknik Analsis
Pengambilan Keputusan. Yogyakarta: Penerbit Andi
Rabu, 10 Juni 2015
KEBIASAAN BURUK PENGGUNA JALAN DI JAKARTA
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Di zaman sekarang ini, khususnya
pada daerah perkotaan dimana aktifitas yang padat pada setiap harinya yang
dijalankan oleh setiap individu. Sangat dibutuhkan kendaraan yang digunakan
untuk mempercepat dan mempermudah pada setiap aktifitas yang dilakukan oleh
masyarakat. Di sinilah peran transportasi sangat dibutuhkan, khususnya pada transportasi darat, baik itu berupa kendaraan
roda dua, mobil pribadi maupun angkutan umum. Lalu lintas dan angkutan jalan
merupakan komponen yang sangat penting dari sektor perhubungan.
Perananya dalam pembangunan tidak dapat diabaikan. Perpindahan manusia dari
desa ke daerah perkotaan, barang dan jasa dari suatu tempat ke tempat tujuan yang
lain di seluruh daratan di tanah air, memperlihatkan penggunaan transportasi
yang memperlihatkan kenaikan volume dari tahun ke tahun. Akan tetapi masalah
ini tidaklah didukung dengan tersedianya sarana dan prasana lalu lintas yang
memadai. Lebar dan panjang jalan yang tidak mengalami peningkatan yang
menggembirakan tidaklah berbanding lurus dengan jumlah penggunaan kendaraan
bermotor yang meningkat terus setiap tahunnya.
Jumlah kecelakaan dari tahun ke
tahun berikutnya menunjukkan hasil yang mengkhawatirkan, angka kecelakaan di jalan terus mengalami kenaikkan beriringan dengan angka kendaraan
bermotor yang semakin banyak. Kemacetan terjadi di mana-mana, terutama di kota
besar seperti Jakarta. Pemandangan yang didominasi menumpuknya kendaraan roda
dua (bermotor) sering terjadi terutama di wilayah ibukota Indonesia yaitu di Jakarta.
Salah satu penyebab kemacetan yang
melanda Jakarta adalah kurangnya tenggang rasa/ rasa saling menghormati antar
pengemudi dan pengendara kendaraan roda dua (bermotor). Mereka saling serobot
tidak mau mengalah antara satu kendaraan dengan kendaraan lainnya. Selain itu
penyebab kemacetatn di Jakarta adalah kurang patuhnya para pengendara pada
marka-marka jalan yang sudah ada. Tindakan para pengendara yang begitu itu disebabkan oleh karena
kebiasaan buruk yang dilakukan berulang-ulang dan kurangnya pemahaman tata
tertib lalu lintas dan sekaligus penerapannya di jalan raya.
Sebagaimana yang telah kita ketahui
bahwa dari tahun ke tahun berikutnya permasalahan-permasalahan di bidang
transportasi jalan semakin meningkat, seperti semakin tingginya jumlah
kendaraan khususnya sepeda motor, tingginya angka kematian pada kejadian
kecelakaan di jalan, khususnya yang melibatkan usia produktif yang berakibat
kerugian yang tidak sedikit.
Berdasarkan apa yang sudah saya
kemukakan di atas, saya mencoba untuk memberikan gambaran perilaku-perilaku
para pengguna jalan dan mencoba untuk memberikan solusi mengenai beretika di
jalan sebagai salah satu upaya untuk menekan kemacetan di jalan, khususnya
dijalan-jalan pada kota-kota besar di indonesia yang hampir setiap harinya
mengalami kemacetan terkecuali pada hari-hari libur saja dimana jalan-jalan di
kota-kota besar agak sepi dari kendaraan bermotor dan memberikan solusi untuk
menekan angka kecelakaan yang semakin meningkat dikarenakan lemahnya kesadaran
diri kita pada saat di jalan raya.
B. Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah
diatas, maka yang menjadi permasalahan
adalah sebagai berikut:
1.
Apa pentingnya Etika Berlalu Lintas bagi keselamatan?
2.
Bagaimana cara mengedukasi para pengguna jalan untuk memahami dan menerapkan
etika berlalu lintas di jalan ?
C. Tujuan Penulisan
Berdasarkan
uraian dari latar belakang diatas yang telah di uraikan, maka
tujuan
dari penulisan ini adalah:
1.
Untuk mengetahui dampak dari kebiasaan buruk para pengguna jalan di jalan.
2.
Untuk mengetahui faktor – faktor penyebab terjadinya kecelakaan lalu
lintas
di jalan.
PEMBAHASAN
Pengertian
Etika
Pertama-tama saya akan membahas tentang pengertian dari kebiasaan atau
bisa disebut juga etika. “Etika
berasal dari bahasa Yunani kuno. Kata Yunani yaitu ethos dalam bentuk tunggal
mempunyai banyak arti, diantaranya tempat tinggal yang biasa, padang rumput,
kandang, kebiasaan, adat, akhlak, watak, perasaan, sikap dan cara berfikir.
Dalam bentuk jamak (ta etha) artinya adalah
adat kebiasaan. Dan arti terakhir inilah yang menjadi latar belakang
bagi terbentuknya kata etika yang oleh filsuf Yunani besar Aristoteles (384-322
s.M.) sudah dipakai untuk menunjukkan filsafat moral. Jadi, jika kita membatasi
diri paa asal usul dari kata ini, maka etika berarti: ilmu tentang apa yang
biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan”.[1] Dari penjelasan mengenai apa itu
etika, kita dapat mengetahui bahwa etika bisa di artikan sebagai suatu adat
kebiasaan yang berhubungan erat dengan hubungan antara satu individu atau
kelompok dengan manusia lainnya yang bisa digunakan sebagai tata cara bagaimana
mengatur hubungan yang baik antara
individu dengan masyarakat. Jika saja setiap orang memiliki rasa kesadaran
untuk mematuhi peraturan yang telah disepakati bersama di masyarakat,
maka seharusnya hidup ini akan berjalan dengan lancar. Jadi kebiasaan yang baik
sangat penting diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, karena dengan sudah
terbiasanya kita melakukan kebiasaan yang baik dan mematuhi peraturan yang ada,
maka kita dapat hidup rukun dengan masyarakat disekitar kita. Sehingga dapat
tercipta masyarakat yang damai, teratur dan tertib.
Lalu lintas
Lalu Lintas dan kendaraan merupakan suatu hal yang sangat dibutuhkan oleh
masyarakat pada zaman ini. Setiap waktu masyarakat kita terus menggunakan
kendaraan, baik itu angkutan umum maupun kendaraan pribadi dengan
bermacam-macam kepentingan yang dimiliki oleh setiap individu baik itu untuk
berangkat menuntut ilmu, mencari rezeki maupun bersilatuhrami dengan sanak
saudara. Dengan adanya jalan, pasti disitu akan dilalui ataupun dilintasi oleh
berbagai kendaraan mulai dari roda dua, roda empat maupun kendaraan yang
memiliki roda lebih dari empat. Ketika mengendarai kendaraan, kita wajib
mentaati rambu lalu lintas yang ada. Banyak terjadi kecelakaan dikarenakan
ketidakerpduliaan pengendara terhadap rambu-rambu lalu lintas atau bisa disebut
marka jalan, yang menyebabkan terjadinya kecelakaan. Sebaiknya kita mengenal
pengertian dari lalu lintas itu sendiri, karena hubungannya erat dengan jalan. “Lalu
lintas (traffic) adalah kegiatan lalu-lalang atau gerak kendaraan, orang, atau
hewan di jalanan. Masalah yang dihadapi dalam perlalu-lintasan adalah
keseimbangan antara kapasitas jaringan jalan dengan banyaknya kendaraan dan
orang yang berlalu-lalang menggunakan jalan tersebut. Jika kapasitas jaringan
jalan sudah hampir jenuh apalagi terlampaui, maka yang terjadi adalah kemacetan
lalu lintas persoalan ini sering dirancukan sebagai persoalan angkutan.
Angkutan (transport) adalah kegiatan pemindahan orang dan/barang dari satu
tempat (asal) ke tempat lain (tujuan) dengan menggunakan sarana (kendaraan) kendaraan
yang harus diperhatikan adalah keseimbangan antara kapasitas moda angkutan
dengan jumlah barang maupun orang yang memerlukan angkutan. Bila kapasitas
armada lebih rendah dari yang dibutuhkan, akan banyak barang maupun orang tidak
terangkut, atau keduanya dijejalkan ke dalam kendaraan yang ada”.[2]
Melihat kebiasaan pengendara di jalan
Jakarta
Ketika
kita menggunakan kendaraan sudah pasti kita menggunkan jalan yang merupakan
fasilitas umum. Di jalan inilah banyak macam-macam kebiasaan/perilaku yang dilakukan
oleh masyarakat ketika menggunaknnya, ada yang berprilaku mentaati aturan dan
ada juga yang tidak perduli dengan peraturan ketika menggunakan jalan. Namun
pada kenyataanya, di Jakarta ini banyak sekali pengguna jalan yang tidak
mentaati peraturan yang ada. “Faktor-faktor
yang mempengaruhi perilaku pengendara di jalan antara lain kemampuan mengemudi,
kondisi fisik pengemudi, dan kondisi emosional (psikis) pengemudi”. [3]
Saya yang biasa beraktifitas jika pergi ke kampus menggunkan kendaraan
bermotor roda dua, yang saya rasakan sendiri sebagai pengguna jalan di Jakarta
ini adalah kurangnya kesadaran pengendara kendaraan bermotor pada saat di
jalan. Sikap tidak mentaati rambu-rambu lalu lintas yang ada sudah dianggap
biasa, karena sikap yang sudah terbentuk dari
kecil dan oleh kebiasaan meremehkan marka jalan yang ada yang berlangsung
dengan lama dan melakukan pelanggaran itu berulang-ulang kali. Seperti yang
saya dan pengendara roda dua lain lakukan di lampu merah Rindam Jaya arah ke
Condet, dikarenakan lebarnya jalan di persimpangan itu, banyak kendaraan
bermotor roda dua yang ketika rambu lampu lalu lintas sudah menyala merah, akan
tetapi kita berhenti jauh di depan garis berhenti, tak jarang juga ketika
kendaraan dari arah seberang kosong walaupun lampu masih menyala merah namun
banyak kendaraan roda dua yang memanfaatkan itu untuk langsung jalan. Keadaaan
ini berbeda dengan pengguna mobil pribadi yang kebanyakan mentaati peraturan
dengan berhenti di belakang garis berhenti, namun berbeda dengan metro mini
yang dengan seenaknya pengemudi memberhentikan kendaraannya jauh di depan garis
berhenti bersama dengan motor. Akibat dari perbuatan itu banyak juga terjadi senggolan dan hasilnya adu kata-kata kasarpun
seringkali terjadi di persimpangan itu. Banyak masyarakat yang membawa
kendaraan khusunya kendaraan roda dua yang berjalan melawan arus di jalan,
contohnya di wilayah Lenteng Agung Jakarta Selatan, setiap pagi biasanya para
pengendara roda dua melawan arus karena jalan arah pasar minggu macet dan agar
lebih cepat, mereka menempuh jalan pintas dengan melawan arus dengan tujuan
bisa sampai tujuan lebih cepat. Disinilah
kita dituntun untuk tidak merasa bahwa kita menggunkan jalan umum itu sendiri,
akan tetapi kita harus menyadari bahwa kita tidaklah sendirian dalam
menggunakan jalan umum, namun kita menggunkan jalan bersama-sama dengan banyak
orang karena kita hidup tidak sendiri melainkan kita hidup bermasyarakat. Akan
tetapi pemikiran masyarakat tidaklah sama antara satu dengan yang lainnya dan
pasti memiliki pemikiran yang berbeda-beda dan cenderung memikirkan
kepentingannya masing-masing jika sudah di jalan. Sebagai contoh di daerah saya
yaitu di Condet Jakarta Timur, ada angkutan umum dalam hal ini metro mini yang
melaju sangat kencang guna membalap metro mini yang lainnya yang berada
didepannya, para pengemudi metro mini itu saling memacu kecepatan tanpa
memperdulikan bahwa ada penumpang yang ia bawa dan juga pengguna jalan lain,
yang dengan seenaknya sang sopir itu salip menyalip di jalan yang hanya muat
dilalui oleh dua kendaraan saja, dan prilaku pengemudi metro mini inipun sangat
membahayakan bagi pengguna jalan lain. Ditambah lagi jika jarak dari satu metro
mini ke metro mini yang lainnya jauh, maka laju kendaraan dari metro mini ini
pun sengaja di pelankan sekali dan hasilnya dengan ukuran dari metro mini yang
cukup besar ditambah lagi dengan jalan condet yang sempit menghasilkan
kemacetan yang cukup panjang, apalagi ketika jam-jam sibuk seperti pagi hari
dan juga sore hari, maka kemacetan yang dihasilkannya sangatlah panjang. Banyak
lagi keegoisan yang dilakukan oleh pengendara kendaraan bermotor di Jakarta
terhadap pengguna jalan lain, seperti di jalan yang tidak ada jembatan
penyebrangannya, jika kita ingin menyebrang maka kita harus bersabar untuk
menunggu jalanan mulai sepi, namun tidak sedikit alaupun kita sudah merasa
jalan sudah sepi ada saja kendaraan yang dengan egois tidak mau berhenti
biarpun kita sudah memberikan isyarat
dengan tangan. Hal yang sangat mengganggu para pengguna jalan lainnya
adalah penggantian knalpot standar
kendaraan yang di gantikan dengan knalpot aftermarket yang dipasang pada
kendaraan bermotor. Biasanya hal ini dilakukan oleh kaum muda. Apalagi
kendaraan yang diganti knalpotnya itu kendaraan bermotor dengan konvigurasi
mesin satu silnder, maka suara yang dihasilkan pun sangatlah mengganggu.
Mungkin yang ada dibenak anak muda itu mereka ingin meniru suara dari
motor-motor yang berkelas 250cc ke atas dan dengan suara yang berisik dan tidak
enak pada motornya itu dianggap keren. Jika knalpot aftermarket yang digunkan
pada kendaraan bermotor dengan konvigurasi mesin 4 silinder yang biasanya digunkan pada kelas 500cc ke atas
maka suara yang dihasilkan walaupun lumayan mengganggu, malah kita akan
penasaran dan tertarik akan melihat, dikarenakan jarangnnya pengguna kendaraan
bermotor dengan konvigurasi 4 silinder di Jakarta ini. Dan masih banyak lagi
kebiasaan buruk pengendara ketika berada di jalan. Yang saya rasakan, dari
hal-hal yang berawal kecil seperti menerobos lampu merah yaang seharusnya
berhenti kita tidak berhenti, melawan arah dengan alasan agar lebih cepat,
berhenti di sembarang tempat tanpa menghiraukan rambu-rambu yang ada dan
kebiasaan buruk lainnya yang sudah dianggap biasa, ini merupakan sesuatu yang
berbahaya bagi diri sendiri dan juga orang lain.
Dampak kebiasaan kurang sadarnya diri dalam berlalu
lintas di jalan
Dalam
masyarakat kita masih banyak mempunyai kebiasaan meremehkan aturan di jalan,
contohnya pengendara roda dua yang tidak memakai helm dengan alasan bahwa dia
hanya menempuh dengan jarak yang dekat, dan ada juga yang beralasan bahwa dia
pakai helm ketika ada polisi saja, ini merupakan kebiasaan yang keliru yang
terjadi karena kurang sadarnya tentang keselamatan akan diri sendiri. Tanpa
adanya rasa kesadaran diri dari masing-masing individu tentang etika berlalu lintas
maka akan banyak korban yang jatuh karena kecelakaan. “Data
Kepolisian RI menyebutkan, pada 2012 terjadi 109.038 kasus kecelakaan dengan
korban meninggal dunia sebanyak 27.441 orang, dengan potensi kerugian sosial
ekonomi sekitar Rp 203 triliun - Rp 217 triliun per tahun (2,9% - 3,1 % dari
Pendapatan Domestik Bruto/PDB Indonesia). Sedangkan pada 2011, terjadi
kecelakaan sebanyak 109.776 kasus, dengan korban meninggal sebanyak 31.185
orang. Korban kecelakaan lalu lintas lebih didominasi oleh usia muda dan
produktif”.[4]
Berdasarkan
data yang ada bahwa kecelakaan lalu lintas ini didominasi oleh usia muda dan
produktif, ini sangatlah benar jika kita lihat di jalan, bahwa anak muda
termasuk saya jika sudah menaiki kendaraan maka rasanya tidak sabaran dan
maunya cepat sampai saja. Padahal jika kita tergesa-gesa saat mengemudikan
kendaraan, hal itu bisa menyebabkan konsentrasi kita saat mengendarai bisa
hilang dan hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaanpun mungkin saja tidak terhindarkan. Padahal angka kecelakaan di
Indonesia ini sangatlah mengkhwatirkan “Indonesia
menempati peringkat ke 5 di Dunia sebagai Negara dengan tingkat kecelakaan Lalu
Lintas tertinggi, jelas AKBP Djuwito Purnomo”.[5] Tingginya tingkat kecelakaan di jalan tentunya tidak
terlepas dari perilaku kita sebagai pengguna jalan itu sendiri. “Penyebab kecelakaan terbesar adalah
faktor manusia, yakni kondisi psikologi atau emosi dan perilaku atau karakter
seseorang, tutur Presiden Direktur Indonesia Defensive Driving Center”.[6] Untuk menghindari dampak dari kebiasaan buruk kita di
jalan yang sering kita lakukan, maka diperlukan peran aktif dari petugas yang
berwenang guna mensosialisasikan safety riding ketika mengggunakan kendaraan
bermotor. Petugas yang berwenang harus menindak tegas pelanggar yang sudah
jelas melanggar tata tertib di jalan sesuai dengan Undang-undang Nomor 22 Tahun
2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang isinya: “1. Setiap Orang
Mengakibatkan gangguan pada : fungsi rambu lalu lintas, Marka Jalan, Alat
pemberi isyarat lalu lintas fasilitas pejalan kaki, dan alat pengaman pengguna
jalan. Pasal 275 ayat (1) jo pasal 28 ayat (2) Denda : Rp 250.000” [7] dan masih banyak lagi point-point
penting yang harus dipatuhi pada undang-undang ini, guna menjaga keselamatan
dan ketertiban di jalan raya. Selain
itu kita harus lebih meningkatkan kembali kesadaran diri akan pentingnya
keselamatan ketika sedang berada ada di jalan.
KESIMPULAN
Dalam berkendara sepatunya kita tidak meremehkan pelanggaran-pelanggaran sekecil
apapun, karena dari meremehkan pelanggaran kecil tersebut maka akan berbahaya
bagi diri sendiri dan pengguna jalan yang lain.
Angka kecelakaan yang tinggi disebabkan banyaknya pelanggaran
lalu lintas yang terjadi karena pengendara kurang mematuhi peraturan berlalu
lintas. Oleh karena itu pentingnya penerapan etika berlalu lintas dalam
kehidupan kita.
Setiap pengguna jalan sebaiknya meningkatkan rasa saling menghormati ketika
berada di jalan dan mengurangi keegoisan masing-masing. Ketika kita melakukan
kesalahan sudah sepatutnya kita bertanggungjawab dan tidak lari dari kesalahan
tersebut. Ketika berada di jalan kita harus mengedepankan rasa solidaritas dan
kepedulian terhadap pengendara lain ketika mengalami kesusahan.
Daftar
Pustaka:
[1] Bertens K., Etika, (Jakarta: PT
Gramedia Pustaka Utama, 2002) hal 4
Langganan:
Postingan (Atom)









