search

Sabtu, 18 Juni 2016

Program Menghitung Frekuensi Rotor & Stator Pada Motor Induksi (Menggunakan Procedure)

Aplikasi yang saya buat ini bertujuan untuk menghitung nilai frekuensi pada rotor dan stator pada motor induksi. Run program, lalu akan tampil menu untuk memilih pilihan menghitung frekuensi rotor dan menghitung frekuensi stator, pilih salah satu menu dengan memasukkan angka 1 atau 2 lalu enter, Jika memilih 1 maka akan menghitung frekuensi rotor, masukkan slip dan frekuensi stator maka akan keluar output dari nilai frekuensi rotor. Untuk menghitung frekuensi stator maka program mesti di run ulang lalu  pilih 2 makan akan menghitung frekuensi stator, lalu masukkan nilai slip dan frekuensi rotor, enter, lalu akan keluar nilai dari frekuensi stator itu.

FLOWCHART :





LISTING PROGRAM : 


TAMPILAN ANTARMUKA PROGRAM :




Kamis, 16 Juni 2016

Spesifikasi Register Intel Core i3


  • Register terbagi menjadi lima bagian, yaitu : 



  1. General Purpose Register, 
  2. Segment Register, 
  3. Index Register, 
  4. Pointer Register 
  5. Flag Register. 

 Intel Core i3 merupakan prosesor dengan arsitektur 64-bit. Pada prosesor 64-bit general purpose registernya diawali dengan huruf R, sehingga register AX, BX, CX, DX menjadi RAX, RBX, RCX, RDX. Selain itu juga ada tambahan 8 register baru yaitu R8, R9, R10, R11, R12, R13, R14, R15. Register mode 8-bit, 16-bit, dan 32-bit masih dapat diakses pada prosesor 64-bit. register AX, BX, CX, DX dapat digunakan dengan ukuran 16-bit nya dengan 2 buah register 8-bit, Least Significant Bit (LSB) diidentifikasikan dengan mengganti huruf 'X' dengan huruf 'L' dan Most Significant Bit (MSB) dengan mengganti huruf 'X' dengan 'H'. Jadi total kita dapat 5 cara untuk mengakses accumulator, base, counter, dan data register yaitu 64-bit, 32-bit, 16-bit, 8-bit LSB, dan 8-bit MSB. Berikut adalah rangkumannya :



Sabtu, 28 Mei 2016

Program Menghitung Frekuensi Rotor & Stator Pada Motor Induksi



flowchart



Frekuensi Stator

Frekuensi Rotor
Run program, lalu kan tampil meny untuk memilih pilihan menghitung frekuensi rotor dan menghitung frekuensi stator, pilih salah satu menu dengan memasukkan angka 1 atau 2 lalu enter, Jika memilih 1 makan akan menghitung frekuensi rotor, masukkan slip dan frekuensi stator maka akan keluar output dari nilai frekuensi rotor. untuk menghitung frekuensi stator makaprogram mesti di run ulang lalu  pilih 2 makan akan menghitung frekuensi stator, lalu masukkan nilai slip dan frekuensi rotor, enter, lalu akan keluar nilai dari frekuensi stator itu.


Jumat, 08 April 2016

Sistem Proteksi Dalam Instalasi Listrik Dengan Menggunakan MCB 6A (Miniature Circuit Breaker)

saat MCB ON
saat MCB OFF



Program:


Penjelasan:

Proteksi Instalasi Listrik Dengan Menggunakan MCB 6A

Fungsi dari MCB adalah untuk memutuskan arus listrik jika terjadi beban berlebih pada rangkaian atau instalasi listrik. Pada aplikasi pascal ini digunakan MCB 6A yang berarti bahwa MCB itu akan memutuskan arus listrik jika arus yang melewatinya lebih dari 6A. MCB bisa OFF jika terjadi short( menyatunya kabel fasa dan netral), pemakaian daya listrik yang melebihi batas arus maksimum MCB. MCB 6A ini sanggup menangani daya sampai dengan 1300 Watt dengan tegangan 1 phase 220 Volt .    

Pada program pascal ini dibuat ada MCB Utama 6A yang dibagi lagi dengan 2 MCB, MCB 1 3A dan MCB 2 3A. Jika arus listrik yang melewati MCB 1 tidak melebihi dari 3A, maka MCB 1 akan tetap ON dan jika arus listrik yang melewati MCB 2 tidak melebihi dari 3A maka MCB 2 akan tetap ON. MCB Utama akan OFF jika beban arus total pada MCB 1 dan MCB 2 lebih dari 6A dalam satu waktu.

Cara menjalankan program: buka file proteksi.exe, masukkan nilai arus MCB 1, enter, Masukkan nilai MCB 2, enter, enter, menghitung kembali ketik 1, akhiri program tekan 2.


Senin, 14 Maret 2016

Menghitung Nilai Arus Sekunder Pada Trafo

Jalankan menghitung arus sekunder pada trafo.exe
Masukkan nilai Vp, Vs, Ip atau Np, Ns, Ip
Tekan tombol Hasil




Coding:

Private Sub Hasil_Click()
Text4.Text = (Text3.Text * Text2.Text) / Text1.Text

End Sub



Senin, 16 November 2015

Rangkaian Solar Cell DC

Rangkaian Solar Cell adalah rangkaian yang menggunakan tenaga matahari untuk pengoperasiannya. Ada banyak komponen yang bisa menggunakan rangkaian solar cell ini. Pemanfaatan sinar matahari bisa menjadi salah satu manfaat yang digunakan sebagai sumber listrik. Dan rangkaian solar cell ini bisa kita gunakan untuk menghemat listrik yang tentu saja menghemat pengeluaran juga. Ada beberapa komponen dimana salah satunya adalah rangkaian pembangkit listrik sederhana yang bisa digunakan untuk berbagai kegiatan seperti mencharger lampu emergency dan juga keperluan lainnya.
Sistem kerja dari rangkaian solar cell atau rangkaian pembangkit listrik tenaga sinar matahari ini, sinar dari matahari akan diterima oleh panel surya yang terdapat di rangkaian tersebut yang kemudian diubah menjadi tenaga listrik. Tenaga listrik yang dihasilkan dari rangkaian memang relatif lebih kecil. Pasalnya rangkaian tersebut menggunakan panel dimana disetiap 8 Cell Panel yang disusun secara seri, tegangan yang dihasilkan hanya mampu mencapai kurang lebih 4 Volt atau setara dengan arus 200 mA. Oleh sebab itu dibutuhkan suatu rangkaian elektronik tambahan yang berguna untuk meningkatkan tegangan dan arus tersebut. rangkaian tambahan ini digunakan untuk Charger Baterai guna mendukung output yang lebih besar. Rangkaian tambahan ini bertugas sebagai rangkaian Inverter DC ke DC, dimana rangkaian ini memiliki 2 buah kapasitor, 1 transistor dan 1 buah resistor dan juga 1 Dioda
Untuk membuat rangkaian ini, ada beberapa komponen yang bisa anda gunakan. Komponen tersebut :
8 cell panel surya 0.5v 200 mA (bisa juga anda gunakan solar panel pada kalkulator yang sudah rusak). ( Harga: Rp 30000)
Transistor TIP 31 ( Harga : 7500)
Resistor 1 K ( Harga : Rp.200)
Capacitor 100 uF (Harga : Rp. 500)
Dioda BY207 atau Dioda dengan besaran 5 Ampere (Harga : Rp. 500)
Capacitor 10 uF (Harga : Rp. 500)
Kawat email dengan diameter 0.25 mm yang memiliki panjang 3 m  (Harga : Rp. 6000)
Aki Motor  YUASA YB2.5L-C (Harga : Rp. 6000)
Total Biaya: Rp 135200



Rabu, 04 November 2015

Tujuh Golongan Yang Dinaungi Allâh Azza Wa Jalla Pada Hari Kiamat


1. Seorang Imam Yang Adil
2. Seorang Pemuda Yang Tumbuh Dalam Keadaan Beribadah Kepada Allâh
3. Seseorang Yang Hatinya Bergantung Pada Masjid
4. Dan orang Yang Saling Mencintai Di Jalan Allâh, Dia Berkumpul Dan Berpisah Karena-Nya
5. Seorang Laki-Laki Yang Diajak Berzina Oleh Seorang Wanita Yang Memiliki Kedudukan Dan Kecantikan, Lalu laki-laki tersebut berkata, “Sungguh aku takut kepada Allâh.”
6. Seseorang Yang Bersedekah Dengan Sesuatu Lalu Ia Menyembunyikannya Hingga Tangan Kirinya Tidak Mengetahui Apa Yang Diinfaqkan Oleh Tangan Kanannya.
7. Seseorang Yang Mengingat Allâh Azza Wa Jalla Dalam Keadaan Sepi Lalu Air Matanya Mengalir

Selengkapnya baca:
http://almanhaj.or.id/content/4203/slash/0/tujuh-golongan-yang-dinaungi-allh-azza-wa-jalla-pada-hari-kiamat/

 

Jumat, 30 Oktober 2015

Rabu, 28 Oktober 2015

Download Ceramah MP3




Undang teman dan keluarga untuk belajar agama Islam dengan mendengarkan kajian MP3 dan ceramah MP3 di web ini.

“Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya ada pahala yang sama dengan pahala orang yang mengikutinya dan tidak dikurangi sedikitpun juga dari pahala-pahala mereka.” (HR Muslim no. 2674).

http://kajian.net/

Senin, 26 Oktober 2015

Rapat dan Luruskan Shaf Sholat

>>> Gratis Softfile Poster “Rapat dan Luruskan Shaf Sholat” <<<
.
YUK, DOWNLOAD, CETAK dan TEMPEL di masjid di sekitar sahabat Yufid. Semoga bisa menjadi ladang amal jariyah untuk kawan-kawan semua.
Dengan menyebarkan poster ini, sahabat Yufid insya Allah membantu menyebarkan salah satu sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang masih sering dilupakan sebagian saudara muslim kita, yaitu MELURUSKAN dan MERAPATKAn shaf sholat.
Silakan pilih poster mana yang ingin Anda cetak.
Masing-masing poster disetting untuk dicetak di kertas A3+ (33cm x 48cm)
Gambar berikut hanya contoh. Silakan klik link untuk mendownload file dalam format PDF ukuran A3 siap cetak.
Poster Shaf Rapat dan Luruskan Sholat Ukir (86.23Mb)
http://www.mediafire.com/download/06n1ho4caf9lgk4/postershaf-yufid-frameukir-a3.pdf
Poster Shaf Rapat dan Luruskan Sholat Polos (91.2Mb)
http://www.mediafire.com/download/5i58m0a9mgs8zvd/postershaf-yufid-polos-a3.pdf
Bedanya dengan poster sebelumnya adalah susunan tulisan di bagian bawah.
Silakan pilih mana yang menurut kawan-kawan lebih mudah dipahami. *** Kunjungi juga www.carasholat.com untuk belajar tata cara sholat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dari A-Z.
Rapat dan Luruskan Shaf

Minggu, 25 Oktober 2015

Shalat Sunnah Sebelum Shubuh (Qobliyah Shubuh)

Qabliyah Shubuh

Qabliyah Shubuh



Shalat sunnah qobliyah shubuh atau shalat sunnah Fajar yaitu dua raka’at sebelum pelaksanaan shalat Shubuh adalah di antara shalat rawatib. Yang dimaksud shalat rawatib adalah shalat sunnah yang dirutinkan sebelum atau sesudah shalat wajib. Shalat yang satu ini punya keutamaan yang besar, sampai-sampai ketika safar pun, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terus menerus menjaganya. Bahkan ada keutamaan besar lainnya yang akan kita temukan.
Dalam Shahih Muslim telah disebutkan mengenai keutamaan shalat ini dalam beberapa hadits, juga dijelaskan anjuran menjaganya, begitu pula diterangkan mengenai ringkasnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam melakukan shalat tersebut.
Shalat Sunnah Fajar dengan Dua Raka’at Ringan
Dalil yang menunjukkan bahwa shalat sunnah qobliyah Shubuh atau shalat Sunnah Fajar dilakukan dengan raka’at yang ringan, adalah hadits dari Nafi’, dari Ibnu ‘Umar yang berkata bahwa Ummul Mukminin Hafshoh pernah mengabarkan,
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا سَكَتَ الْمُؤَذِّنُ مِنَ الأَذَانِ لِصَلاَةِ الصُّبْحِ وَبَدَا الصُّبْحُ رَكَعَ رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ تُقَامَ الصَّلاَةُ
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dahulu diam antara adzannya muadzin hingga shalat Shubuh. Sebelum shalat Shubuh dimulai, beliau dahului dengan dua raka’at ringan.” (HR. Bukhari no. 618 dan Muslim no. 723).
Dalam lafazh lain juga menunjukkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan shalat Sunnah Fajar dengan raka’at yang ringan. Dari Ibnu ‘Umar, dari Hafshoh, ia mengatakan,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا طَلَعَ الْفَجْرُ لاَ يُصَلِّى إِلاَّ رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ
Ketika terbit fajar Shubuh, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah shalat kecuali dengan dua raka’at yang ringan” (HR. Muslim no. 723).
‘Aisyah juga mengatakan hal yang sama,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُصَلِّى رَكْعَتَىِ الْفَجْرِ إِذَا سَمِعَ الأَذَانَ وَيُخَفِّفُهُمَا
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah mendengar adzan, beliau melaksanakan shalat sunnah dua raka’at ringan” (HR. Muslim no. 724).
Dalam lafazh lainnya disebutkan bahwa ‘Aisyah berkata,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُصَلِّى رَكْعَتَىِ الْفَجْرِ فَيُخَفِّفُ حَتَّى إِنِّى أَقُولُ هَلْ قَرَأَ فِيهِمَا بِأُمِّ الْقُرْآنِ
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dahulu shalat sunnah fajar (qobliyah shubuh) dengan diperingan. Sampai aku mengatakan apakah beliau di dua raka’at tersebut membaca Al Fatihah?” (HR. Muslim no. 724).
Imam Nawawi menerangkan bahwa hadits di atas hanya kalimat hiperbolis yaitu cuma menunjukkan ringannya shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dibanding dengan kebiasaan beliau yang biasa memanjangkan shalat malam dan shalat sunnah lainnya. Lihat Syarh Shahih Muslim, 6: 4.
Dan sekali lagi namanya ringan juga bukan berarti tidak membaca surat sama sekali. Imam Nawawirahimahullah berkata, “Sebagian ulama salaf mengatakan tidak mengapa jika shalat sunnah fajar tersebut dipanjangkan dan menunjukkan tidak haramnya, serta jika diperlama tidak menyelisihi anjuran memperingan shalat sunnah fajar. Namun sebagian orang mengatakan bahwa itu berarti Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallamtidak membaca surat apa pun ketika itu, sebagaimana diceritakan dari Ath Thohawi dan Al Qodhi ‘Iyadh. Ini jelas keliru. Karena dalam hadits shahih telah disebutkan bahwa ketika shalat sunnah qobliyah shubuh, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca surat Al Kafirun dan surat Al Ikhlas setelah membaca Al Fatihah. Begitu pula hadits shahih menyebutkan bahwa tidak ada shalat bagi yang tidak membaca surat atau tidak ada shalat bagi yang tidak membaca Al Qur’an, yaitu yang dimaksud adalah tidak sahnya.” (Syarh Shahih Muslim, 6: 3).
Rajin Menjaga Shalat Sunnah Qobliyah Shubuh
Dan shalat sunnah fajar inilah yang paling Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jaga, dikatakan pula oleh ‘Aisyah,
أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- لَمْ يَكُنْ عَلَى شَىْءٍ مِنَ النَّوَافِلِ أَشَدَّ مُعَاهَدَةً مِنْهُ عَلَى رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الصُّبْحِ
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah menjaga shalat sunnah yang lebih daripada menjaga shalat sunnah dua raka’at sebelum Shubuh”  (HR. Muslim no. 724).
Dalam lafazh lain disebutkan bahwa ‘Aisyah berkata,
مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى شَىْءٍ مِنَ النَّوَافِلِ أَسْرَعَ مِنْهُ إِلَى الرَّكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ
Aku tidaklah pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan shalat sunnah yang lebih semangat dibanding dengan shalat sunnah dua raka’at sebelum Fajar” (HR. Muslim no. 724).
Dalil anjuran bacaan ketika shalat sunnah qobliyah shubuh dijelaskan dalam hadits berikut,
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَرَأَ فِى رَكْعَتَىِ الْفَجْرِ (قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ) وَ (قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ)
Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca ketika shalat sunnah qobliyah shubuh surat Al Kafirun dan surat Al Ikhlas” (HR. Muslim no. 726).
Keutamaannya: Lebih dari Dunia Seluruhnya
Adapun dalil yang menunjukkan keutamaan shalat sunnah qobliyah Shubuh adalah hadits dari ‘Aisyah di mana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا
Dua raka’at fajar (shalat sunnah qobliyah shubuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Muslim no. 725). Jika keutamaan shalat sunnah fajar saja demikian adanya, bagaimana lagi dengan keutamaan shalat Shubuh itu sendiri.
Dalam lafazh lain, ‘Aisyah berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berbicara mengenai dua raka’at ketika telah terbih fajar shubuh,
لَهُمَا أَحَبُّ إِلَىَّ مِنَ الدُّنْيَا جَمِيعًا
Dua raka’at shalat sunnah fajar lebih kucintai daripada dunia seluruhnya” (HR. Muslim no. 725).
Hadits terakhir di atas juga menunjukkan bahwa shalat sunnah fajar yang dimaksud adalah ketika telah terbit fajar shubuh. Karena sebagian orang keliru memahami shalat sunnah fajar dengan mereka maksudkan untuk dua raka’at ringan sebelum masuk fajar. Atau ada yang membedakan antara shalat sunnah fajar dan shalat sunnah qobliyah shubuh. Ini jelas keliru. Imam Nawawi mengatakan,
أَنَّ سُنَّة الصُّبْح لَا يَدْخُل وَقْتهَا إِلَّا بِطُلُوعِ الْفَجْر ، وَاسْتِحْبَاب تَقْدِيمهَا فِي أَوَّل طُلُوع الْفَجْر وَتَخْفِيفهَا ، وَهُوَ مَذْهَب مَالِك وَالشَّافِعِيّ وَالْجُمْهُور
“Shalat sunnah Shubuh tidaklah dilakukan melainkan setelah terbit fajar Shubuh. Dan dianjurkan shalat tersebut dilakukan di awal waktunya dan dilakukan dengan diperingan. Demikian pendapat Imam Malik, Imam Syafi’i  dan jumhur (baca: mayoritas) ulama.” (Syarh Shahih Muslim, 6: 3).
Moga kita semakin semangat beramal sholih. Hanya Allah-lah yang memberi taufik.
Sumber : http://rumaysho.com/3301-keutamaan-shalat-sunnah-sebelum-shubuh.html

Proud To Be Muslim

I'M MUSLIM
Baca penjelasannya disini


Selasa, 13 Oktober 2015

Future Worth Analisis

Future worth analysis (analisis nilai masa depan) didasarkan pada nilai ekuivalensi semua arus kas masuk dan arus kas keluar di akhir periode analisis pada suatu tingkat pengembalian minimum yang diinginkan (MARR). Oleh karena tujuan utama dari konseptime value of money adalah untuk memaksimalkan laba masa depan, informasi ekonomis yang diperoleh dari analisis ini sangat berguna dalam situasi-situasi keputusan investasi modal.
Hasil FW alternative sama dengan PW, dimana FW = PW (F/P,i%,n). Perbedaan dalam nilai ekonomis yang dihasilkan bersifat relative terhadap acuan waktu yang digunakan saat ini atau masa depan. Untuk alternatif tunggal, jika diperoleh nilai FW ≥ 0 maka alternatif tersebut layak diterima. Sementara untuk situasi dimana terdapat lebih dari satu alternatif, maka alternatif dengan FW terbesar merupakan alternatif yang paling menarik untuk dipilih. Pada situasi dimana alternatif yang ada bersifat independent, dipilih semua alternatif yang memiliki FW ≥ 0.
Analisis Terhadap Alternatif Tunggal
Contoh: Sebuah perusahaan sedang mempertimbangkan peralatan baru seharga Rp. 30.000.000. Dengan peralatan baru akan diperoleh penghematan sebesar Rp. 1.000.000 per tahun selama 8 tahun. Pada akhir tahun ke-8, peralatan itu memiliki nilai jual Rp. 40.000.000. Jika tingkat suku bunga 12% per tahun dan digunakan future worth analysis, apakah pembelian peralatan baru tersebut menguntungkan?
Penyelesaian:
FW = 40000000 + 1000000(F/A,12%,8)  – 30000000(F/P,12%,8)
NPV = 40000000 + 1000000(12,29969) – 30000000(2,47596)
NPV = -21.979.110
Oleh karena NPV yang diperoleh < 0 maka pembelian peralatan baru tersebut tidak menguntungkan.
Usia Pakai Sama dengan Periode Analisis
Jika terdapat lebih dari satu alternatif usia pakai yang sama, analisis keputusan dapat dilakukan menggunakan periode analisis yang sama dengan usia pakai alternatif.
Contoh: Sebuah perusahaan akan membeli sebuah mesin untuk meningkatkan pendapatan tahunannya. Dua alternatif mesin dengan usia pakai masing-masing 8 tahun ditawarkan kepada perusahaan:
Mesin
Harga Beli (Rp.)
Keuntungan per Tahun (Rp.)
Nilai Sisa di Akhir Usia Pakai (Rp.)
X
2500000
750000
1000000
Y
3500000
900000
1500000
Menggunakan tingkat suku bunga 15% per tahun, tentukan mesin yang seharusnya dibeli.
Penyelesaian:
Mesin X:
FW X = 750000(F/A,15%,8) + 1000000 – 2500000(F/P,15%,8)
FW X = 750000(13,72682) + 1000000 – 2500000(3,05902)
FW X = 3647565
Mesin Y
FW Y = 900000(F/A,15%,8) + 1500000 – 3500000(F/P,15%,8)
FW Y = 900000(13,72682) + 1500000 – 3500000(3,05902)
FW Y = 3147568
Kesimpulan: pilih mesin X.
Usia Pakai Berbeda dengan Periode Analisis
Sama dengan Present Worth Analysis. Dalam situasi ini dapat digunakan asumsi perulangan atau asumsi berakhir bersamaan, tergantung pada masalah yang dihadapi.
Contoh: Sebuah perusahaan akan membeli sebuah mesin untuk meningkatkan pendapatan tahunannya. Dua alternatif mesin ditawarkan kepada perusahaan:
Mesin
Usia Pakai (Tahun)
Harga Beli (Rp.)
Keuntungan per Tahun (Rp.)
Nilai Sisa di Akhir Usia Pakai (Rp.)
X
8
2500000
750000
1000000
Y
16
3500000
900000
1500000
Dengan tingkat suku bunga 15% per tahun. Tentukan mesin yang seharusnya dibeli.
Penyelesaian:
Mesin X
FW X = 750000(F/A,15%,16) + 1000000 + 1000000(P/F,15%,8) – 2500000(F/P,15%,8) – 2500000(F/P,15%,16)
FW X = 750000(55,71747) + 1000000 + 1000000(3,05902) – 2500000(3,05902) – 2500000(9,35762)
FW X = 14805463
Mesin Y
FW Y = 900000(F/A,15%,16) + 1500000 – 3500000(F/P,15%,16)
FW Y = 900000(55,71747) + 1500000 – 3500000(9,35762)
FW Y = 18894053
FW mesin Y, Rp. 18.894.053, lebih besar dari FW mesin X, Rp. 14.805.463, maka pilih mesin Y.


Sumber : Raharjo, Ferianto. 2007. Ekonomi Teknik Analsis Pengambilan Keputusan. Yogyakarta: Penerbit Andi
 https://batangsungkai.wordpress.com/2012/05/16/future-worth-analysis/