search

Rabu, 10 Juni 2015

KEBIASAAN BURUK PENGGUNA JALAN DI JAKARTA

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Di zaman sekarang ini, khususnya pada daerah perkotaan dimana aktifitas yang padat pada setiap harinya yang dijalankan oleh setiap individu. Sangat dibutuhkan kendaraan yang digunakan untuk mempercepat dan mempermudah pada setiap aktifitas yang dilakukan oleh masyarakat. Di sinilah peran transportasi sangat dibutuhkan, khususnya pada  transportasi darat, baik itu berupa kendaraan roda dua, mobil pribadi maupun angkutan umum. Lalu lintas dan angkutan jalan merupakan komponen yang sangat penting dari  sektor perhubungan.  Perananya dalam pembangunan tidak dapat diabaikan. Perpindahan manusia dari desa ke daerah perkotaan, barang dan jasa dari suatu tempat ke tempat tujuan yang lain di seluruh daratan di tanah air, memperlihatkan penggunaan transportasi yang memperlihatkan kenaikan volume dari tahun ke tahun. Akan tetapi masalah ini tidaklah didukung dengan tersedianya sarana dan prasana lalu lintas yang memadai. Lebar dan panjang jalan yang tidak mengalami peningkatan yang menggembirakan tidaklah berbanding lurus dengan jumlah penggunaan kendaraan bermotor yang meningkat terus setiap tahunnya.
Jumlah kecelakaan dari tahun ke tahun berikutnya menunjukkan hasil yang mengkhawatirkan,  angka kecelakaan di jalan terus mengalami  kenaikkan beriringan dengan angka kendaraan bermotor yang semakin banyak. Kemacetan terjadi di mana-mana, terutama di kota besar seperti Jakarta. Pemandangan yang didominasi menumpuknya kendaraan roda dua (bermotor) sering terjadi terutama di wilayah ibukota Indonesia yaitu di Jakarta. Salah satu penyebab kemacetan  yang melanda Jakarta adalah kurangnya tenggang rasa/ rasa saling menghormati antar pengemudi dan pengendara kendaraan roda dua (bermotor). Mereka saling serobot tidak mau mengalah antara satu kendaraan dengan kendaraan lainnya. Selain itu penyebab kemacetatn di Jakarta adalah kurang patuhnya para pengendara pada marka-marka jalan yang sudah ada. Tindakan para pengendara  yang begitu itu disebabkan oleh karena kebiasaan buruk yang dilakukan berulang-ulang dan kurangnya pemahaman tata tertib lalu lintas dan sekaligus penerapannya di jalan raya.
Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa dari tahun ke tahun berikutnya permasalahan-permasalahan di bidang transportasi jalan semakin meningkat, seperti semakin tingginya jumlah kendaraan khususnya sepeda motor, tingginya angka kematian pada kejadian kecelakaan di jalan, khususnya yang melibatkan usia produktif yang berakibat kerugian yang tidak sedikit.
Berdasarkan apa yang sudah saya kemukakan di atas, saya mencoba untuk memberikan gambaran perilaku-perilaku para pengguna jalan dan mencoba untuk memberikan solusi mengenai beretika di jalan sebagai salah satu upaya untuk menekan kemacetan di jalan, khususnya dijalan-jalan pada kota-kota besar di indonesia yang hampir setiap harinya mengalami kemacetan terkecuali pada hari-hari libur saja dimana jalan-jalan di kota-kota besar agak sepi dari kendaraan bermotor dan memberikan solusi untuk menekan angka kecelakaan yang semakin meningkat dikarenakan lemahnya kesadaran diri kita pada saat di jalan raya.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka yang menjadi permasalahan adalah sebagai berikut:
1. Apa pentingnya Etika Berlalu Lintas bagi keselamatan?
2. Bagaimana cara mengedukasi para pengguna jalan untuk memahami dan menerapkan etika berlalu lintas di jalan ?
C. Tujuan Penulisan
Berdasarkan uraian dari latar belakang diatas yang telah di uraikan, maka
tujuan dari penulisan ini adalah:
1. Untuk mengetahui dampak dari kebiasaan buruk para pengguna jalan di jalan.
2. Untuk mengetahui faktor – faktor penyebab terjadinya kecelakaan lalu
lintas di jalan.

PEMBAHASAN
Pengertian Etika
Pertama-tama saya akan membahas tentang pengertian dari kebiasaan atau bisa disebut juga etika. “Etika berasal dari bahasa Yunani kuno. Kata Yunani yaitu ethos dalam bentuk tunggal mempunyai banyak arti, diantaranya tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan, adat, akhlak, watak, perasaan, sikap dan cara berfikir. Dalam bentuk jamak (ta etha) artinya adalah  adat kebiasaan. Dan arti terakhir inilah yang menjadi latar belakang bagi terbentuknya kata etika yang oleh filsuf Yunani besar Aristoteles (384-322 s.M.) sudah dipakai untuk menunjukkan filsafat moral. Jadi, jika kita membatasi diri paa asal usul dari kata ini, maka etika berarti: ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan”.[1] Dari penjelasan mengenai apa itu etika, kita dapat mengetahui bahwa etika bisa di artikan sebagai suatu adat kebiasaan yang berhubungan erat dengan hubungan antara satu individu atau kelompok dengan manusia lainnya yang bisa digunakan sebagai tata cara bagaimana  mengatur hubungan yang baik antara individu dengan masyarakat. Jika saja setiap orang memiliki rasa kesadaran untuk mematuhi peraturan yang telah disepakati bersama di masyarakat,  maka seharusnya hidup ini akan berjalan dengan lancar. Jadi kebiasaan yang baik sangat penting diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, karena dengan sudah terbiasanya kita melakukan kebiasaan yang baik dan mematuhi peraturan yang ada, maka kita dapat hidup rukun dengan masyarakat disekitar kita. Sehingga dapat tercipta masyarakat yang damai, teratur dan tertib.

Lalu lintas
Lalu Lintas dan kendaraan merupakan suatu hal yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat pada zaman ini. Setiap waktu masyarakat kita terus menggunakan kendaraan, baik itu angkutan umum maupun kendaraan pribadi dengan bermacam-macam kepentingan yang dimiliki oleh setiap individu baik itu untuk berangkat menuntut ilmu, mencari rezeki maupun bersilatuhrami dengan sanak saudara. Dengan adanya jalan, pasti disitu akan dilalui ataupun dilintasi oleh berbagai kendaraan mulai dari roda dua, roda empat maupun kendaraan yang memiliki roda lebih dari empat. Ketika mengendarai kendaraan, kita wajib mentaati rambu lalu lintas yang ada. Banyak terjadi kecelakaan dikarenakan ketidakerpduliaan pengendara terhadap rambu-rambu lalu lintas atau bisa disebut marka jalan, yang menyebabkan terjadinya kecelakaan. Sebaiknya kita mengenal pengertian dari lalu lintas itu sendiri, karena hubungannya erat dengan jalan.  “Lalu lintas (traffic) adalah kegiatan lalu-lalang atau gerak kendaraan, orang, atau hewan di jalanan. Masalah yang dihadapi dalam perlalu-lintasan adalah keseimbangan antara kapasitas jaringan jalan dengan banyaknya kendaraan dan orang yang berlalu-lalang menggunakan jalan tersebut. Jika kapasitas jaringan jalan sudah hampir jenuh apalagi terlampaui, maka yang terjadi adalah kemacetan lalu lintas persoalan ini sering dirancukan sebagai persoalan angkutan. Angkutan (transport) adalah kegiatan pemindahan orang dan/barang dari satu tempat (asal) ke tempat lain (tujuan) dengan menggunakan sarana (kendaraan) kendaraan yang harus diperhatikan adalah keseimbangan antara kapasitas moda angkutan dengan jumlah barang maupun orang yang memerlukan angkutan. Bila kapasitas armada lebih rendah dari yang dibutuhkan, akan banyak barang maupun orang tidak terangkut, atau keduanya dijejalkan ke dalam kendaraan yang ada”.[2]

Melihat kebiasaan pengendara di jalan Jakarta

Ketika kita menggunakan kendaraan sudah pasti kita menggunkan jalan yang merupakan fasilitas umum. Di jalan inilah banyak macam-macam kebiasaan/perilaku yang dilakukan oleh masyarakat ketika menggunaknnya, ada yang berprilaku mentaati aturan dan ada juga yang tidak perduli dengan peraturan ketika menggunakan jalan. Namun pada kenyataanya, di Jakarta ini banyak sekali pengguna jalan yang tidak mentaati peraturan yang ada.  “Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pengendara di jalan antara lain kemampuan mengemudi, kondisi fisik pengemudi, dan kondisi emosional (psikis) pengemudi”. [3] Saya yang biasa beraktifitas jika pergi ke kampus menggunkan kendaraan bermotor roda dua, yang saya rasakan sendiri sebagai pengguna jalan di Jakarta ini adalah kurangnya kesadaran pengendara kendaraan bermotor pada saat di jalan. Sikap tidak mentaati rambu-rambu lalu lintas yang ada sudah dianggap biasa, karena sikap yang sudah terbentuk dari kecil dan oleh kebiasaan meremehkan marka jalan yang ada yang berlangsung dengan lama dan melakukan pelanggaran itu berulang-ulang kali. Seperti yang saya dan pengendara roda dua lain lakukan di lampu merah Rindam Jaya arah ke Condet, dikarenakan lebarnya jalan di persimpangan itu, banyak kendaraan bermotor roda dua yang ketika rambu lampu lalu lintas sudah menyala merah, akan tetapi kita berhenti jauh di depan garis berhenti, tak jarang juga ketika kendaraan dari arah seberang kosong walaupun lampu masih menyala merah namun banyak kendaraan roda dua yang memanfaatkan itu untuk langsung jalan. Keadaaan ini berbeda dengan pengguna mobil pribadi yang kebanyakan mentaati peraturan dengan berhenti di belakang garis berhenti, namun berbeda dengan metro mini yang dengan seenaknya pengemudi memberhentikan kendaraannya jauh di depan garis berhenti bersama dengan motor. Akibat dari perbuatan itu banyak juga terjadi senggolan  dan hasilnya adu kata-kata kasarpun seringkali terjadi di persimpangan itu. Banyak masyarakat yang membawa kendaraan khusunya kendaraan roda dua yang berjalan melawan arus di jalan, contohnya di wilayah Lenteng Agung Jakarta Selatan, setiap pagi biasanya para pengendara roda dua melawan arus karena jalan arah pasar minggu macet dan agar lebih cepat, mereka menempuh jalan pintas dengan melawan arus dengan tujuan bisa sampai tujuan lebih cepat.  Disinilah kita dituntun untuk tidak merasa bahwa kita menggunkan jalan umum itu sendiri, akan tetapi kita harus menyadari bahwa kita tidaklah sendirian dalam menggunakan jalan umum, namun kita menggunkan jalan bersama-sama dengan banyak orang karena kita hidup tidak sendiri melainkan kita hidup bermasyarakat. Akan tetapi pemikiran masyarakat tidaklah sama antara satu dengan yang lainnya dan pasti memiliki pemikiran yang berbeda-beda dan cenderung memikirkan kepentingannya masing-masing jika sudah di jalan. Sebagai contoh di daerah saya yaitu di Condet Jakarta Timur, ada angkutan umum dalam hal ini metro mini yang melaju sangat kencang guna membalap metro mini yang lainnya yang berada didepannya, para pengemudi metro mini itu saling memacu kecepatan tanpa memperdulikan bahwa ada penumpang yang ia bawa dan juga pengguna jalan lain, yang dengan seenaknya sang sopir itu salip menyalip di jalan yang hanya muat dilalui oleh dua kendaraan saja, dan prilaku pengemudi metro mini inipun sangat membahayakan bagi pengguna jalan lain. Ditambah lagi jika jarak dari satu metro mini ke metro mini yang lainnya jauh, maka laju kendaraan dari metro mini ini pun sengaja di pelankan sekali dan hasilnya dengan ukuran dari metro mini yang cukup besar ditambah lagi dengan jalan condet yang sempit menghasilkan kemacetan yang cukup panjang, apalagi ketika jam-jam sibuk seperti pagi hari dan juga sore hari, maka kemacetan yang dihasilkannya sangatlah panjang. Banyak lagi keegoisan yang dilakukan oleh pengendara kendaraan bermotor di Jakarta terhadap pengguna jalan lain, seperti di jalan yang tidak ada jembatan penyebrangannya, jika kita ingin menyebrang maka kita harus bersabar untuk menunggu jalanan mulai sepi, namun tidak sedikit alaupun kita sudah merasa jalan sudah sepi ada saja kendaraan yang dengan egois tidak mau berhenti biarpun kita  sudah memberikan isyarat dengan tangan. Hal yang sangat mengganggu para pengguna jalan lainnya adalah  penggantian knalpot standar kendaraan yang di gantikan dengan knalpot aftermarket yang dipasang pada kendaraan bermotor. Biasanya hal ini dilakukan oleh kaum muda. Apalagi kendaraan yang diganti knalpotnya itu kendaraan bermotor dengan konvigurasi mesin satu silnder, maka suara yang dihasilkan pun sangatlah mengganggu. Mungkin yang ada dibenak anak muda itu mereka ingin meniru suara dari motor-motor yang berkelas 250cc ke atas dan dengan suara yang berisik dan tidak enak pada motornya itu dianggap keren. Jika knalpot aftermarket yang digunkan pada kendaraan bermotor dengan konvigurasi mesin 4 silinder yang  biasanya digunkan pada kelas 500cc ke atas maka suara yang dihasilkan walaupun lumayan mengganggu, malah kita akan penasaran dan tertarik akan melihat, dikarenakan jarangnnya pengguna kendaraan bermotor dengan konvigurasi 4 silinder di Jakarta ini. Dan masih banyak lagi kebiasaan buruk pengendara ketika berada di jalan. Yang saya rasakan, dari hal-hal yang berawal kecil seperti menerobos lampu merah yaang seharusnya berhenti kita tidak berhenti, melawan arah dengan alasan agar lebih cepat, berhenti di sembarang tempat tanpa menghiraukan rambu-rambu yang ada dan kebiasaan buruk lainnya yang sudah dianggap biasa, ini merupakan sesuatu yang berbahaya bagi diri sendiri dan juga orang lain.
Dampak kebiasaan kurang sadarnya diri dalam berlalu lintas di jalan
Dalam masyarakat kita masih banyak mempunyai kebiasaan meremehkan aturan di jalan, contohnya pengendara roda dua yang tidak memakai helm dengan alasan bahwa dia hanya menempuh dengan jarak yang dekat, dan ada juga yang beralasan bahwa dia pakai helm ketika ada polisi saja, ini merupakan kebiasaan yang keliru yang terjadi karena kurang sadarnya tentang keselamatan akan diri sendiri. Tanpa adanya rasa kesadaran diri dari masing-masing individu tentang etika berlalu lintas maka akan banyak korban yang jatuh karena kecelakaan. “Data Kepolisian RI menyebutkan, pada 2012 terjadi 109.038 kasus kecelakaan dengan korban meninggal dunia sebanyak 27.441 orang, dengan potensi kerugian sosial ekonomi sekitar Rp 203 triliun - Rp 217 triliun per tahun (2,9% - 3,1 % dari Pendapatan Domestik Bruto/PDB Indonesia). Sedangkan pada 2011, terjadi kecelakaan sebanyak 109.776 kasus, dengan korban meninggal sebanyak 31.185 orang. Korban kecelakaan lalu lintas lebih didominasi oleh usia muda dan produktif”.[4] Berdasarkan data yang ada bahwa kecelakaan lalu lintas ini didominasi oleh usia muda dan produktif, ini sangatlah benar jika kita lihat di jalan, bahwa anak muda termasuk saya jika sudah menaiki kendaraan maka rasanya tidak sabaran dan maunya cepat sampai saja. Padahal jika kita tergesa-gesa saat mengemudikan kendaraan, hal itu bisa menyebabkan konsentrasi kita saat mengendarai bisa hilang dan hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaanpun mungkin saja tidak  terhindarkan. Padahal angka kecelakaan di Indonesia ini sangatlah mengkhwatirkan “Indonesia menempati peringkat ke 5 di Dunia sebagai Negara dengan tingkat kecelakaan Lalu Lintas tertinggi, jelas AKBP Djuwito Purnomo”.[5] Tingginya tingkat kecelakaan di jalan tentunya tidak terlepas dari perilaku kita sebagai pengguna jalan itu sendiri.  “Penyebab kecelakaan terbesar adalah faktor manusia, yakni kondisi psikologi atau emosi dan perilaku atau karakter seseorang, tutur Presiden Direktur Indonesia Defensive Driving Center”.[6] Untuk menghindari dampak dari kebiasaan buruk kita di jalan yang sering kita lakukan, maka diperlukan peran aktif dari petugas yang berwenang guna mensosialisasikan safety riding ketika mengggunakan kendaraan bermotor. Petugas yang berwenang harus menindak tegas pelanggar yang sudah jelas melanggar tata tertib di jalan sesuai dengan Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang isinya: “1. Setiap Orang Mengakibatkan gangguan pada : fungsi rambu lalu lintas, Marka Jalan, Alat pemberi isyarat lalu lintas fasilitas pejalan kaki, dan alat pengaman pengguna jalan. Pasal 275 ayat (1) jo pasal 28 ayat (2) Denda : Rp 250.000” [7] dan masih banyak lagi point-point penting yang harus dipatuhi pada undang-undang ini, guna menjaga keselamatan dan ketertiban di jalan raya. Selain itu kita harus lebih meningkatkan kembali kesadaran diri akan pentingnya keselamatan ketika sedang berada ada di jalan.

KESIMPULAN

Dalam berkendara sepatunya kita tidak meremehkan pelanggaran-pelanggaran sekecil apapun, karena dari meremehkan pelanggaran kecil tersebut maka akan berbahaya bagi diri sendiri dan pengguna jalan yang lain.
Angka kecelakaan yang tinggi disebabkan banyaknya pelanggaran lalu lintas yang terjadi karena pengendara kurang mematuhi peraturan berlalu lintas. Oleh karena itu pentingnya penerapan etika berlalu lintas dalam kehidupan kita.
Setiap pengguna jalan sebaiknya meningkatkan rasa saling menghormati ketika berada di jalan dan mengurangi keegoisan masing-masing. Ketika kita melakukan kesalahan sudah sepatutnya kita bertanggungjawab dan tidak lari dari kesalahan tersebut. Ketika berada di jalan kita harus mengedepankan rasa solidaritas dan kepedulian terhadap pengendara lain ketika mengalami kesusahan.


 



Daftar Pustaka:
[1] Bertens K., Etika, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2002) hal 4









Jumat, 30 Januari 2015

Air Limbah Textile Cemarkan Lingkungan



Dari berita yang diliput oleh beritajakarta.com diatas, Warga yang bermukim di daerah meruya selatan Jakarta Barat, mengeluhkan aliran air limbah dari pabrik textile rumahan yang berada di RT01 RW02 Kelurahan Joglo, sebab meski jarak pabrik tersebut lumayan jauh dari pemukiman warga namun aliran limbah dari industri bahan textile itu mengalir jauh hingga ke saluran yang berada ditengah-tengah pemukiman warga. Warga juga kerap mencium aroma tdidak sedap saat limbah dibuang ke saluran air. Bahkan akibat air limbah tersebut sejumlah warga tidak bisa menggunkan air tanah untuk keperluan sehari hari, lantaran airnya telah tercemar. Dari video diatas air yang tekena limbah industri textile tersebut terlihat keruh diduga air telah tercemar zat kimia cair sejenis bahan textile.

Perlu tindakan tegas untuk para pelaku usaha yang tidak memiliki izin usaha, apalagi usaha yang menghasilkan limbah berbahaya seperti industri textile ini. Dampak negative yang ditimbulkan dari industri textile ini jika tidak dikelola dengan tidak tepat akan sangat merugikan lingkungan sekitar, baik itu lingkungan hidup, seperti ikan ikan yang hidup disungai yang sungainya itu dijadikan tempat pembuangan zat kimia cair dari industri tersebut makan ekosistem yang ada di sungai tersebut akan terganggu. Maupun dampak bagi masyarakat sekitar, yaitu tidak sedapnya bau yang ditimbulkan dari hasil limbah  industri tersebut dan yang lebih parahnya lagi air tanah yang biasa digunkan untuk minum, mandi dan keperluan sehari hari lainnya jadi tidak dapat digunakan lagi dikarnakan telah tercemar dari limbah industri textile tersebut. Diharapkan instasi terkait menindak sanksi yang tegas untuk para pelaku industri nakal tersebut.

Senin, 26 Januari 2015

Seminar Nasional Teknik Elektro "Elektrifikasi Masa Depan di Indonesia"



Program Studi Teknik Elektro Universitas Gunadarma  menyelenggarakan seminar dengan judul "ELEKTRIFIKASI MASA DEPAN DI INDONESIA"  , yang diselenggarakan pada tanggal 26 Januari 2015 di ruang auditorium kampus D gedung 4 Lantai 6 Universitas Gunadarma. Narasumber pada kesempatan kali ini adalah Ir. Benny Marbun., MEngSc (Kepala Divisi Niaga PLN) dan Dr. Setiyono., ST, MT (Dosen Teknik Elektro Universitas Gunadarma)

TEMPO.CO , Jakarta - Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla mengklaim mampu mewujudkan rasio sambungan listrik (elektrifikasi) hingga 99 persen dari total penduduk Indonesia, Hal ini terungkap dalam rapat diKantor Wakil Presiden, Senin, 10 November 2014.
Menurut Direktur Utama PT PLN (persero), Nur Pamudji, rasio elektrifikasi 99 persen bisa tercapai dalam kurun waktu lima tahun. "Saat ini, rasio elektrifikasi nasional sudah naik dari 62 persen jadi 85 persen," kata Pamudji.
Dalam rapat tersebut, Kalla meminta pencapaian rasio elektrifikasi nasional per tahun sebesar tiga persen. Sehingga, dalam lima tahun pemerintahan akan tercapai tambahan 15 persen.
Menurut Pamudji, beberapa wilayah di Indonesia masih jauh dari rata-rata rasio nasional. Bahkan, di Pantai Timur Riau dan Gorontalo ada daerah dengan tingkat rasio elektrifikasi 40 persen. "Rasio ini dikembangkan sejalan dengan pengembangan jalan. Jaringan listrik mengikuti jaringan jalan," ucapnya. 
Pemerintah memang memiliki target untuk membangun pembangkit listrik dengan total daya 35 ribu megawatt. Salah satu program pendukung target tersebut adalah pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik Air (PLTA) di Waduk Jati Gede, Jawa Barat. Menurut Pamudji, saat ini PLN sudah memiliki kontraktor. 
Sedangkan soal relokasi dan lahan, menurut Pamudji, sudah menjalani proses pengurusan izin. Dia mengklaim Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya dan Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan telah siap membantu percepatan proses izin dan pembebasan lahan. 
Sumber; http://www.tempo.co/read/news/2014/11/11/090621081/Jokowi-JK-Jamin-Elektrifikasi-Bakal-99-Persen
x

Kuliah Umum Peran Pemuda dalam Menghadapi Tantangan Indonesia Ke Depan



Universitas Gunadarma bekerja sama dengan Pangdam Jaya menyelenggarakan kuliah umum dengan tema ''Peran Pemuda dalam Menghadapi Tantangan Indonesia Ke Depan" , yang diselenggarakan pada tanggal 22 Januari 2015 di ruang auditorium D46 Universitas Gunadarma. Narasumber pada kesempatan kali ini adalah Mayjen Agus Sutomo.


DEPOK - Panglima Daerah Militer Jakarta Raya (Pangdam Jaya) Mayjen Agus Sutomo hari ini menyampaikan kuliah umum di depan ratusan mahasiswa Universitas Gunadarma, Depok. Ia mengajak seluruh mahasiswa bersemangat menghadapi 100 tahun Indonesia merdeka atau Indonesia Emas.
Dalam orasinya yang berjudul 'Peran Pemuda dalam Menghadapi Tantangan Indonesia ke depan', Agus mengingatkan mahasiswa mewaspadai proxy war yang mengancam seluruh sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia menegaskan, rakyat harus menjauhi konflik apa pun bentuknya yang mengancam sistem pertahanan.
"Rakyat Indonesia saat dulu berani berjuang rela mati. Karena itu, mendekati perayaan Indonesia Emas 100 Tahun semangat bambu runcing pejuang dulu harus ditiru. Peran pemuda sangat strategis dan menentukan. Zaman kemerdekaan itu tak takut meriam, senapan, hanya merdeka atau mati," tegasnya di Kampus D Universitas Gunadarma, Depok, Kamis (22/1/2015).
Agus menjelaskan, ada empat tahapan sebelum Indonesia mencapai masa keemasan. Diawali proklamasi, pembangunan dan stabilitas, reformasi dan demokrasi, hingga transformasi terakhir masa keemasan.
"Karena itu, perang masa kini adalah perang energi. Tak lewat aspek militer, tapi poleksosbud dan keamanan. Sangat kita rasakan," tuturnya.
Selain itu, lanjutnya, belum lagi konflik dunia yang memperebutkan minyak. Seluruh eksplorasi minyak dan gas bumi Indonesia, kata Agus, sudah dikuasai perusahaan raksasa berbendera asing.

"Karena itu, kita jangan mau dipecah belah. Adik-adik mahasiswa mau menambahkan atau mengurangi bendera asing ini. Ini bendera diperbanyak atau dikurangi. Jangan sampai kita jadi pembantu-pembantunya, buruhnya, babu-babu di rumah sendiri," jelas dia. (fsl)

Seminar Implementasi Inovasi IT di BPJS Ketenagakerjaan



Universitas Gunadarma bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan Pusat Jakarta menyelenggarakan seminar dengan tema  " IMPLEMENTASI INOVASI IT DI BPJS KETENAGAKERJAAN" , yang diselenggarakan pada tanggal 10 Januari 2015 di ruang auditorium kampus D gedung 4 Lantai 6 Universitas Gunadarma. Narasumber pada kesempatan kali ini adalah Romie Erfianto (Kepala Devisi Pengembangan Teknologi Informasi BPJS Ketenagakerjaan).

Jakarta - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menyatakan terus melakukan inovasi bagi para pesertanya yang diperkirakan akan semakin bertambah. Salah satunya dengan menyediakan kartu pintar (smart card) yang dirancang untuk berbagai keperluan sehari-hari.
Demikian dikatakan Direktur Perencanaan Strategis dan Teknologi Informasi BPJS Ketenagakerjaan Agus Supriyadi saat berdiskusi dengan wartawan di kantornya, Jakarta.
Agus membenarkan jika kartu pintar yang merupakan kartu keanggotaan itu nantinya setelah di-inject dengan nominal uang bisa digunakan sebagai fasilitas pembayaran, seperti untuk membayar tol, kartu diskon, dll. Namun, fasilitas tersebut masih harus menunggu izin Bank Indonesia. Jika izin itu keluar maka untuk selanjutnya bisa digunakan.
Seperti diketahui, pertengahan bulan lalu sempat melakukan diskusi dengan pihak Bank Indonesia (BI) terkait fasilitas tersebut. BPJS Ketenagakerjaan juga tengah melakukan diskusi dengan kalangan perbankan BUMN yang sebelumnya bersama-sama meluncurkan Kartu Pintar.
"Kita sedang diskusi juga dengan Himbara tentang teknisnya nanti mau diajukan seperti apa. Kita sedang diskusikan itu supaya bisa disebarkan segera ke peserta," tuturnya.
Ditambahan, smart card yang telah diluncurkan secara resmi sejak 1 Januari 2014 lalu, saat ini sedang diujicoba penggunaannya melalui seluruh karyawan BPJS Ketenagakerjaan baik pusat maupun daerah. "Untuk pegawai secara internal sudah berhasil. Ini sudah kita evaluasi dan berjalan sukses," katanya.
Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan juga akan menerapkan sistem pelaporan saldo Jaminan Hari Tua (JHT) langsung ke tangan pesertanya, pada Juli 2015 mendatang.
Langkah tersebut merupakan komitmen untuk membangun iklim transparansi dan akuntabilitas bagi tenaga kerja yang mempercayakan jaminan sosialnya kepada lembaga tersebut.
Agus menjelaskan, pihaknya akan menyalurkan laporan saldo peserta langsung ke alamat email setiap peserta secara tahunan. "Kita akan memberikan laporan saldo peserta langsung ke alamat email masing-masing. Itu setiap tahun dilaporkan," tuturnya.
Sedangkan, untuk peserta yang awam menggunakan fasilitas surat elektronik lembaga tersebut akan menyiapkan laporan tersebut pada halaman website BPJS Ketenagakerjaan maupun melalui aplikasi mobile phone yang telah diterapkan. "Bisa juga diakses melalui website kita dan mobile phone. Untuk android itu sudah ada aplikasinya," katanya.
Diakui, hingga saat ini masih ada perusahaan yang merahasiakan data saldo JHT tenaga kerjanya yang disalurkan. "Ada perusahaan yang mau ada juga yang tahan. Tapi ada juga perusahaan yang tidak mau memberikan informasi itu kepada karyawan," katanya.
Dia mensinyalir, hal itu berkaitan dengan dugaan PDS (perusahaan daftar sebagian) upah. Padahal, menurut peraturan, perusahaan harus mendaftarkan pendapatan karyawannya secara keseluruhan (take home pay) bukan hanya gaji pokok. "Kalah yang didaftarkan hanya gaji pokok, maka karyawan sebagai peserta akan merugi," tuturnya.

Untuk itu, melalui gebrakan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan berharap transparansi dan akuntabilitas layanan terhadap tenaga kerja nasional dapat lebih berkualitas dan terjamin. [pikiran-rakyat.com]

Sumber; http://www.optima.co.id/optima/halkomentar-183-bpjs-ketenagakerjaan-inovasi-pelayanan-dengan-smart-2.html

Minggu, 25 Januari 2015

Limbah Industri Textile




Kali ini saya akan membahas tentang permaslahan-permasalahan yang ditimubulkan oleh industri terhadap lingkungan sekitar, dan saya pada topik kali ini lebih fokus membahas dampak yang ditimbulkan industri textile terhadap lingkungan disekitarnya. Pada zaman yang modern ini pakaian merupakan salah satu kebutuhan pokok dari manusia. Dari usia bayi hingga lanjut usia manusia memerlukan pakaian. Seiring dengan berkembangnya zaman fungsi pakaian pun berubah yang tadinya hanya sekedar untuk menutupi tubuh dari segala cuaca seperti panas dan juga dingin, sekarang pakaian beralih fungsi menjadi kebutuhan style dan mode bagi masyarakat. Sejalan dengan perubahan fungsi pakaian tersebut industri tekstil pun mulai berkembang, sehingga di Indonesia industri ini mulai banyak. Dari yang berskala kecil atau home industri sampai ke skala yang besar yang mempunyai pabrik yang besar, mesin yang canggih, dan mempekerjakan hingga ribuan karyawan. 

Di tengah gelombang impor tekstil dari China dan lesunya pasar ekspor ke Amerika dan Eropa serta beberapa kendala yang dihadapi di dalam negeri, industri tekstil nasional tahun ini diprediksi masih bisa tumbuh sekitar 4%. Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat mengungkap data Badan Pusat Statistik (EPS) menunjukkan produksi tekstil mengalami penurunan hingga 17,86% pada kuartal I tahun ini.
Lebih jauh lagi Ade memproyeksikan pada kuartal II penurunan akan ditekan hingga 11% dan sampai akhir tahun bisa ditekan hingga 5% - 8%. "Secara keseluruhan pertumbuhan industri tekstil tetap menunjukkan pertumbuhan positif meski hanya 4%. Salah satu dampak positif dari pertumbuhan industri textile ini adalah dapat memberikan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.
Namun disamping dampak positife yang ditimbulkan dari industri textile ini, pemilik pabrik textile ini juga harus sadar bahwa usahanya bisa menimbulkan dampak negative pula yang bisa merugikan banyak pihak, seperti kerusakan lingkungan tetapi dampak negative yang merugikan ini hanya muncul jika pemilik usaha tidak meematuhi peraturan yang telah pemerintah tetapkan tentang perizinan mendirikan usaha, karna disitu akan ada AMDAL, apakah industri textile itu layak untuk didirikan. 
Agar limbah dari industri textile ini tidak mencemari lingkungan hidup maka diperlukan penanganan yangtepat salah satunya dengan Teknologi Pengolahan Limbah Tekstil Dengan Sistem Lumpur Aktif.

 Lumpur aktif (activated sludge) adalah proses pertumbuhan mikroba tersuspensi. Proses ini pada dasarnya merupakan pengolahan aerobik yang mengoksidasi material organik menjadi CO2dan H2O, NH4. dan sel biomassa baru. Proses ini menggunakan udara yang disalurkan melalui pompa blower (diffused) atau melalui aerasi mekanik. Sel mikroba membentuk flok yang akan mengendap di tangki penjernihan. Kemampuan bakteri dalam membentuk flok menentukan keberhasilan pengolahan limbah secara biologi, karena akan memudahkan pemisahan partikel dan air limbah. Lumpur aktif dicirikan oleh beberapa parameter, antara lain, Indeks Volume Lumpur (Sludge Volume Index = SVI) dan Stirred Sludge Volume Index (SSVI).
           Perbedaan antara dua indeks tersebut tergantung dari bentuk flok, yang diwakili oleh faktor bentuk (Shape Factor = S). Sistem pengolah lumpur aktif baik untuk domestik maupun industri mengandung 1-5% padatan total dan 95-99% bulk water (liqour ?). Pembuangan kelebihan lumpur dilakukan dengan mengurangi volume lumpur melalui proses pengepresan (dewatering). Konsentrasi besi yang tinggi konsentrasi besi yang tinggi, 70-90% dalam bentuk Fe (III), ditemukan dalam lumpur aktif. akumulasi besi dapat berasal dari influent air limbah atau melalui penambahan FeSO4 yang digunakan untuk menghilangkan fosfor. Sebagai contoh pengolahan limbah sistem lumpur aktif adalah Unit Pengelolaan Air Limbah PT. UNITEX. Unit ini mampu mengolah limbah lebih dari 200 m2 per hari. Proses pengelolaan terbagi atas tiga tahap pemrosesan, yaitu : 1. Proses Primer, meliputi penyaringan kasar, penghilangan warna, equalisasi, penyaringan halus, pendinginan, 2. Proses Sekunder, biologi dan sedimentasi dan 3. Proses Tersier, tahap lanjutan dengan penambahan bahan kimia.
           Sistem yang digunakan dalam PAL PT. Unitex merupakan perpaduan antara proses fisika, kimia dan biologi. Yang paling berperan dalam hal pengurangan bahan-bahan pencemar adalah proses biologi yang menggunakan sistem lumpur aktif dengan extented aeratio. Selain limbah cair, terdapat juga limbah padat berupa lumpur yang merupakan hasil samping dari sistem pengolahan yang digunakan. Lumpur hasil olahan digunakan sebagai bahan campuran pembuatan coneblock dan batako press serta pupuk organik. Hal ini merupakan salah satu alternatif dan langkah lebih maju dari PT. Unitex dalam memanfaatkan kembali limbah padat.

referensi:

http://www.kemenperin.go.id/artikel/6199/Industri-Tekstil-Diprediksi-Tumbuh-4
http://www.kelair.bppt.go.id/Sitpa/Artikel/Tekstil/tekstil.html
http://statik.tempo.co/data/2012/12/05/id_154633/154633_620.jpg (image)

Rabu, 07 Januari 2015

Free Download Ladsim

Pada kesempatan posting kali ini saya akan membagikan sofware yang ada di PC saya ini. Sotware yang saya punya  saya dapatkan waktu saya masih di SMK dulu dan pada saat itu lagi belajar tentang PLC diperkenalkan lah software simulasi PLC ini ini untuk kita para siswa bisa lebih memahami cara kerja dari PLC sendiri yang akan saya bagikan ini berguna untuk anda yang ingin belajar PLC(programmeble logic control)(ladsim adalah software untuk belajar PLC(programmeble logic control).
Untuk pemula yang mau belajar tentang PLC boleh nih softwarenya DIDOWNLOAD GRATIS.
Langsung saja nih Saya kasih Softwarenya :

Sumber :

Senin, 05 Januari 2015

Perkembangan Teknologi Elektronika

Perkembangan teknologi elektronika dari teknologi mikro hingga teknologi nano. Perkembangan teknologi elektronika dilihat dari sudut pandang ukuran komponen yang digunakan dari orde mikro meter hingga nano meter. Perkembangan teknologi elektronika ini dilihat dari perkembangan komponen semikonduktor yang dihasilkan oleh produsen komponen yang semakin kecil ukurannya hingga orde nano meter. Orde mikro (m) dalam satuan menunjukkan nilai sepersejuta (10-6). Satu mikrometer (1mm) misalnya, nilainya sama dengan sepersejuta meter (10-6 m). Sedang nano (n) menunjukkan nilai seper satu milyar (10-9). Satu nano gram (1 ng) nilainya sama dengan seper satu milyar gram (10-9 g). Orde mikro adalah 1000 kali lebih besar dibandingkan orde nano, atau sebaliknya orde nano adalah seperseribu dari orde mikro. Kalau dalam dunia elektronika kita mengenal komponen yang disebut mikrochip, berarti di dalam chip elektronik itu terdapat ribuan bahkan jutaan komponen renik berorde mikro. Jika teknologi elektronika kini mulai bergeser dari mikroelektronika ke nanoelektronika, hal ini berarti bahwa komponenkomponen elektronik yang digunakan berode nano atau setingkat molekuler, bagian terkecil dari suatu materi. Berarti pula seribu kali lebih kecil dibandingkan ukuran komponen yang ada dalam mikrochip saat ini.

Sekitar tahun 1920-an, lahir konsep baru di beberapa pusat penelitian fisika di Heidelberg, Gottingen, dan Kopenhagen. Konsep baru tersebut adalah kuantum mekanika atau kuantum fisika yang semula dipelopori oleh Max Planck dan Albert Einstein, kemudian dilanjutkan oleh ilmuwan seperti Niels Bohr, Schrodinger, Max Born, Samuel A. Goudsmith, Heisenberg dan lain-lain. Konsep ini secara fundamental mengubah prinsip kontinuitas energi menjadi konsep diskrit yang benar-benar mengubah fikiran yang sudah berjalan lebih dari satu abad. Sisi lain yang tak kalah mengejutkan sebagai akibat lahirnya konsep kuantum in adalah lahirnya fisika zat padat oleh F. Seitz dan fisika semikonduktor oleh J. Bardeen di Amerika Serikat, W.B. Sockley di Inggris dan Love di Rusia pada tahun 1940.

Kemajuan riset dalam bidang fisika telah mengantarkan para fisikawan dapat meneliti dan mempelajari berbagai sifat kelistrikan zat padat. Dari penelitian ini telah ditemukan bahan semikonduktor yang mempunyai sifat listrik antara konduktor dan isolator. Penemuan bahan semikonduktor kemudian disusul dengan penemuan komponen elektronik yang disebut transistor. Dalam perjalanan berikutnya, transistor tidak hanya mengubah secara mencolok berbagai aspek kehidupan moderen, tetapi transistor tergolong salah satu dari beberapa penemuan moderen yang memajukan teknologi dengan biaya rendah.

Transistor dapat dihubungkan pada rangkaian elektronik sebagai komponen terpisah atau dalam bentuk terpadu pada suatu chip. Pada tahun 1958, insinyur di dua perusahaan elektronik, Kilby (Texas Instrument) dan Robert Noyce (Fairchild) telah memperkenalkan ide rangkaian terpadu monolitik yang dikenal dengan nama IC (integrated circuit). Kemajuan dalam bidang mikroelektronika ini tidak terlepas dari penemuan bahan semikonduktor maupun transistor. Komputer digital berkecepatan tinggi bisa terwujud berkat penggunaan transistor dalam IC yang merupakan kumpulan jutaan transistor renik yang menempati ruangan sangat kecik, yang semula hanya bisa ditempati oleh sebuah transistor saja.

Ukuran Komponen Serba Kecil
 Berbagai produk monumental dari perkembangan teknologi elektronika hadir di sekeliling kita. Namun teknologi mikroelektronika bukan sekedar menghadirkan produk, tetapi juga menampilkan produk itu dalam bentuk dan ukuran yang makin lama makin kecil dengan kemampuan kerja yang lebih tinggi. Dapat kita sebut disini sebagai contoh adalah munculnya komputer dan telepon seluler (ponsel). Bentuk dini komputer moderen telah menggunakan elektronika pada rangkaian-rangkaian logika, memori dan sistim angka biner. Komputer yang dibuat oleh J. Presper Eckert dan John W. Mauchly itu diberi nama ABC (Atonosoff-Berry Computer) yang diperkenalkan pada tahun 1942. Komputer ini berukuran sangat besar, sebesar salah satu kamar di rumah kita, karena di dalamnya menggunakan 18 ribu tabung hampa.
 Komputer elektronik generasi pertama yang diberi nama ENIAC (Electronic Numerical Integrator And Computer) dikembangkan pada zaman Perang Dunia Kedua dan dipakai untuk menghitung tabel lintasan peluru dalam kegiatan militer. Pergeseran penting dalam elektronika telah terjadi pada akhir tahun 1940-an. Fungsi tabung-tabung elektronik saat itu mulai digantikan oleh transistor yang dibuat dari bahan semikonduktor. Penggunaan transistor yang mulai mencuat ke permukaan pada tahun ’70-an ternyata memiliki beberapa kelebihan dibandingkan tabung hampa elektronik, antara lain :
Transistor lebih sederhana sehingga dapat diproduksi dengan biaya lebih rendah.
Transistor mengkonsumsi daya yang lebih rendah dibandingkan tabung hampa.
Transistor dapat dioperasikan dalam keadaan dingin sehingga tidak perlu waktu untuk pemanasan.
Ukuran transistor jauh lebih kecil dibandingkan tabung hampa.
Daya tahan transistor lebih lama dan dapat mencapai beberapa dasawarsa.
Transistor mempunyai daya tahan yang tinggi tehadap goncangan dan getaran.

Komputer generasi kedua yang telah menggunakan transistor adalah IBM 1401 yang diluncurkan oleh IBM pada tahun 1959. Sebelumnya juga telah diluncurkan IBM 701 pada tahun 1953 dan IBM 650 pada tahun 1954. Munculnya rangkaian terpadu atau integrated circuit (IC) ternyata telah menggusur dan mengakhiri riwayat keberadaan transistor. Komputer generasi ketiga adalah sistim 360 yang juga diluncurkan oleh IBM. Dalam komputer ini telah menggunakan IC, yang kemudian disusul dengan penggunaan large scale integration (LSI), dan selanjutnya very large scale integration (VLSI). Pada tahun 1971, MITS Inc. meluncurkan ALTAIR, komputer mikro pertama yang menggunakan mikroprosesor Intel 8080. Komputer elektronik generasi berikutnya dikembangkan dengan menggunakan mikroprosesor yang makin renik sehingga secara fisik tampil dengan ukuran yang lebih kecil, namun dengan kecepatan kerja yang jauh lebih tinggi. Pengaruh kemajuan dalam teknologi elektronika ini demikian pesatnya mengubah wajah teknologi dalam bidang telekomunikasi dan automatisasi. Kemajuan dalam kedua bidang tersebut menyebabkan kontribusi sain ke dalam teknologi yang sangat besar, hampir mencapai 50 % dalam proses, sehingga teknologi semacam ini disebut High-Technology.
 Selain pada komputer, kita juga bisa menyaksikan produk elektronik berupa ponsel yang proses miniaturisasinya seakan tak pernah berhenti, baik dalam aspek disain produknya maupun dalam aspek teknologi mikroelektronikanya. Sebagai anak kandung jagad mikroelektronika, kehadiran ponsel selalu mengikuti perkembangan teknologi mikroelektronika sehingga dapat tampil semakin mungil dan lebih multi fungsi dibandingkan generasi sebelumnya. Mengecilnya ponsel juga didukung oleh kemampuan para ahli dalam mengintegrasikan berbagai komponen baru yang ukurannya lebih kecil seperti mikrochip, yang kemampuannya selalu meningkat seiring dengan perjalanan waktu, dan semakin banyak fungsi yang dapat dijalankannya. Kini ponsel dengan berbagai fasilitas di dalamnya bisa masuk ke dalam genggaman tangan.

Beralih ke Nanoteknologi
Perkembangan teknologi telah mengantarkan elektronika beralih dari orde mikro ke nano, yang berarti komponen elektronika kelak dapat dibuat dalam ukuran seribu kali lebih kecil dibandingkan generasi mikroelektronika sebelumnya. Pada awal tahun ’90-an, Dr. Rohrer, penemu tunneling electron microscope dan pemenang hadiah Nobel bidang fisika tahun 1986, meramalkan bahwa mikroelektronika akan segera digantikan oleh nanoelektronika atau quantum dot. Sedang prof. Petel (president UCLA) meramalkan bahwa teknologi photonik akan menggantikan mikroelektronika di awal abad 21 ini. Feyman pada akhir tahun 1959 juga telah meramalkan akan hadirnya teknologi ini pada abad 21.
Para perintis nanoteknologi, suatu bidang baru teknologi miniatur, telah melihat kemungkinan penggunaan materi seukuran molekul untuk membuat komponen elektronika di masa depan. Dalam teknologi ini, ukuran sirkuit-sirkuit elektronika bisa jadi akan lebih kecil dibandingkan garis tengah potongan rambut atau bahkan seukuran dengan diameter sel darah manusia. Ukuran transistor di masa mendatang akan menjadi sangat kecil berskala atom yang disebut quantum dot.
Suatu ketika di bulam Mei 1988, dalam acara konferensi pengembangan antariksa di Pittsburg, K. Eric Drexler, pakar komputer dari Universitas Stanford, Amerika Serikat, mengemukakan tentang peluang pengembangan nanoteknologi di masa mendatang. Teknologi ini didasarkan pada kemampuan membuat perangkat elektronika dengan ketelitian setingkat ukuran atom. Drexler melihat bahwa makhluk hidup merupakan bukti adanya nanoteknologi. Dexler menguraikan kemungkinan pembuatan alat seukuran molekul yang proses kerjanya menyerupai molekul dari protein yang menjalankan fungsinya di dalam tubuh manusia. Drexler juga meramalkan bahwa zaman nanoteknologi akan dimulai memasuki awal milenium tiga ini.
 Dengan beralih ke nanoteknologi ini, tentu saja bidang yang paling banyak dipengaruhi adalah dalam disain komputer. Molekul-molekul akan dihimpun sehingga membentuk komponen elektronika yang mampu menjalankan tugas tertentu. Suatu terobosan besar akan terjadi bila para pakar dapat mewujudkan hal tersebut untuk membuat nanokomputer. Dengan komponen seukuran molekul, nanokomputer dapat masuk ke dalam kotak seukuran satu mikrometer. Komputer ini mampu bekerja ratusan ribu kali lebih cepat dibandingkan mikrokomputer elektronik yang ada saat ini.
Penelitian yang kini sedang dilakukan oleh para pakar adalah mengembangkan metode penggantian dengan materi protein terhadap molekul, alat memori dan struktur lain yang kini ada di dalam komputer. Jacob Hanker, profesor rekayasa biomedik dari Universitas North Caroline, AS, telah berhasil melakukan percobaan membuat komponen semikonduktor dengan bahan-bahan biologis. Mesin-mesin elektronik yang dinamai juga kuantum elektronik akan memiliki kemampuan mengolah pulsa yang jauh lebih besar. Kuantum teknologi ini akan mampu menerobos keterbatasan dan kejenuhan mikroelektronika yang ada saat ini. Perusahaan komputer IBM saat ini sedang merancang komputer dengan teknologi kuantum yang disebut kuantum komputer. Jika komputer tersebut telah memasuki pasar, maka komputer generasi pendahulu yang masih menggunakan teknologi mikroelektronika bakal tersingkir. Teknologi baru ini bakal segera mengubah sistim jaringan telekomunikasi di awal milenium tiga ini. Teknologi ini juga akan membawa dunia kepada ciri-ciri baru dalam perangkat teknologinya, yaitu : berukuran sangat kecil, berkerapatan tinggi, kecepatan kerjanya tinggi, bermulti fungsi, memiliki kontrol yang serba automatik, hemat dalam konsumsi energi dan ramah lingkungan.

Sumber:


Senin, 15 Desember 2014

Seminar Microsoft Imagine Cup 2015

Universitas Gunadarma bekerja sama dengan Telkom Indonesia menyelenggarakan Seminar Microsoft Imagine Cup 2015, yang diselenggarakan pada tanggal 15 Desember 2014 di ruang auditorium D462 Universitas Gunadarma. Tahun ini, Microsoft Indonesia menyambangi dan menantang mahasiswa jurusan Teknik Informatika, Sistem Informasi, Sistem Komputer, Manajeman Informatika dan Teknik Komputer Universitas Gunadarma untuk ikut serta dalam kompetisi Imagine Cup Indonesia 2015.
Mahasiswa sebagai generasi muda bangsa sejatinya diharapkan mampu berkontribusi dalam pembangunan negerinya menuju arah yang lebih baik. Salah satu sumbangan yang dapat dilakukan saat ini adalah melalui cipta karya dan inovasi yang dihasilkan di berbagai bidang. Contohnya adalah ajang kompetisi tahunan dunia di bidang Teknologi Informasi yang diselenggarakan oleh Microsoft yang dikenal dengan "Imagine Cup - Global Student Technology Competition".

"Kompetisi ini pertama kali dibuka pada 2003, dan ditujukan untuk seluruh mahasiswa di dunia. Kenapa mahasiswa? Karena kami menyadari bahwa kampus adalah awal atau sumber lahirnya inovasi - inovasi yang baru di berbagai bidang. Oleh karena itu, melalui Imagine Cup ini kami berharap akan lahir inovasi - inovasi terbaru, khususnya di bidang teknologi. Untuk kompetisi tahun 2015 sebenarnya kami sudah melakukan roadshow di beberapa perguruan tinggi seperti ITB, ITS, UI, Brawijaya, UGM dan lainnya," papar Delegasi DX Microsoft Indonesia, Yugie Nugraha dalam roadshow Imagine Cup Indonesia 2015 yang digelar  di ruang auditorium D462 Universitas Gunadarma, Senin (15/12).

pria yang akrab disapa Yugie ini menjelaskan bahwa dalam kompetisi tahunan tersebut dibagi kedalam tiga kategori, yaitu Games, Innovation, dan World Citizenship. Mahasiswa yang ingin ikut dalam kompetensi ini langkah awal yang harus dilakukan adalah mendaftar ke situs https://www.imaginecup.com/ 

"Teknologi erat kaitannya dengan inovasi. Jadi silahkan teman - teman untuk berkreasi dan membuat teknologi dengan memanfaatkan inovasi - inovasi terbaru. Untuk Imagine Cup Indonesia 2015 ini, peserta akan diminta untuk mengumpulkan video projectnya ke website kami paling lambat 28 Februari 2015, dan akan diumumkan untuk semi finalnya seminggu kemudian," papar Yugie.


Sabtu, 13 Desember 2014

Pemanfaatan Sumber Daya Alam

Pemanfaatan dari Pohon Kelapa





Sumber daya alam merupakan sebagian kecil dari  kekuasaan  Allah سبحانه Ùˆ تعالى‎  yang maha luas kekuasaanya, yang telah disediakan olehNya untuk makhluk hidup khususnya manusia agar dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. 
Pada video diatas membahas tentang sumber daya alam yang ada di Indonesia yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, dimulai dengan manfaat dari pohon kelapa. Pohon kelapa terkenal akan buahnya yang segar jika diminum, apalagi jika diminum dikala udara panas, pastinya dapat membuat segar diri kita. Mari kita lihat kandungan apa saja yang ada di buah kelap ini:

Ayo kita lihat bagian-bagian dari buah  kelapa ini;

Buah kelapa

Buah kelapa terdiri dari kulit luar, sabut, tempurung, kulit daging (testa), daging buah, air kelapa dan lembaga.

Kulit luar

Kulit luar merupakan lapisan tipis (0,14 mm) yang mempunyai permukaan licin dengan warna bervariasi dari hijau, kuning sampai jingga, tergantung kepada kematangan buah. Jika tidak ada goresan dan robek, kulit luar kedap air.

Sabut kelapa.

Sabut kelapa merupakan bagian yang cukup besar dari buah kelapa, yaitu 35 % dari berat keseluruhan buah. Sabut kelapa terdiri dari serat dan gabus yang menghubungkan satu serat dengan serat lainnya. Serat adalah bagian yang berharga dari sabut. Setiap butir kelapa mengandung serat 525 gram (75 % dari sabut), dan gabus 175 gram (25 % dari sabut).

Tempurung

Tempurung merupakan lapisan keras yang terdiri dari lignin, selulosa, metoksil dan berbagai mineral. Kandungan bahan-bahan tersebut beragam sesuai dengan jenis kelapanya. Struktur yang keras disebabkan oleh silikat (SiO2) yang cukup tinggi kadarnya pada tempurung. Berat tempurung sekitar 15~19 % dari berat keseluruhan buah kelapa.

Kulit daging buah.

Kulit daging buah adalah lapisan tipis coklat pada bagian terluar daging buah.

Daging buah.

Daging buah merupakan lapisan tebal (8~15 mm) berwarna putih. Bagian ini mengandung berbagai zat gizi. Kandungan zat gizi tersebut beragam sesuai dengan tingkat kematangan buah. Daging buah tua merupakan bahan sumber minyak nabati (kandungan minyak 35 %). Pada tabel 2 dapat dilihat komposisi zat gizi daging buah kelapa.

Air kelapa.

Air kelapa mengandung sedikit karbohidrat, protein, lemak dan beberapa mineral. Kandungan zat gizi ini tergantung kepada umur buah. Air kelapa dapat digunakan sebagai media pertumbuhan mikroba, misalnya Acetobacter xylinum untuk produksi nata de coco.


  • Manfaat Pohon Kelapa

Ada beberapa komoditi yang dapat diperoleh dari pohon kelapa, yaitu batang, daun, nira dan bagian-bagian.

Batang

ImageBatang kelapa tua dapat dijadikan bahan bangunan, mebel, jembatan darurat, kerangka perahu dan kayu bakar. Batang yang benar-benar tua dan kering sangat tahan terhadap sengatan rayap. Kayu dari pohon kelapa yang dijadikan mebel dapat diserut sampai permukaannya licin dengan tekstur yang menarik

Daun

ImageDaun kelapa sering digunakan untuk hiasan atau janur, sarang ketupat dan juga atap rumah. Tulang daun atau lidi dijadikan barang anyaman, sapu lidi dan tusuk daging (sate).

Nira

Nira adalah cairan yang diperoleh dari tumbuhan yang mengandung gula pada konsentrasi 7,5 sampai 20,0 %. Nira kelapa diperoleh dengan memotong bunga betina yang belum matang, dari ujung bekas potongan akan menetes cairan nira yang mengandung gula. Nira dapat dipanaskan untuk menguapkan airnya sehingga konsentrasi gula meningkat dankental. Bila didinginkan, cairan ini akan mengeras yang disebut gula kelapa. Nira juga dapat dikemas sebagai minuman ringan.

Buah

Banyak dari bagian buah merupakan bahan yang bermanfaat. Sabut kelapa yang telah dibuang gabusnya merupakan serat alami yang berharga mahal untuk pelapis jok dan kursi, serta untuk pembuatan tali

Tempurung kelapa

Tempurung kelapa dapat dibakar langsung sebagai kayu bakar, atau diolah menjadi arang. Arang batok kelapa dapat digunakan sebagai kayu bakar biasa atau diolah menjadi arang aktif yang diperlukan oleh berbagai industri pengolahan.

Daging kelapa

Daging kelapa merupakan bagian yang paling penting dari komoditi asal pohon kelapa. Daging kelapa yang cukup tua, diolah menjadi kelapa parut, santan, kopra, dan minyak goreng. Sedang daging kelapa muda dapat dijadikan campuran minuman cocktail dan dijadikan selai.

Air kelapa

Air kelapa dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan kecap dan sebagai media pada fermentasi nata de coco.
[1]

Ternyata banyak sekali manfaat dari pohon kelapa ini, selain buahnya menyehatkan, pohon kelapa juga bisa menjai sumber pemasukan sebagian orang yang memanfaatkan pohon kelapa seperti membuat anyaman ketupat untuk dijual, yang biasanya ketupat ini dalam budaya Indonesia sangat dicari ketika mendekati dengan hari raya Idul fitri maupun Idul adha yang dihidangkan untuk makanan didampingi dengan sayur pepaya, opor ayam, semur daging ditambah dengan kerupuk, sedapnya. Selain itu anyaman ketupat ini bisa dibuat sebagai pembungkus lontong, dan biasa juga digunakan oleh penjual ketoprak  untuk pembungkus lontongnya. Selain itu juga tulang dari daun kelapa bisa diolah menjadi sapu lidi oleh tangan-tangan kreatif dan bisa menjadi sumber pendapatan baginya jika hasilnya itu dijual,  sapu itu dapat dimanfaatkan untuk kita membersihkan halam rumah dari sampah yang berserakan. Produk dari pohon kelapa lainnya adalah cobek, centong nasi, dan kerajinan tangan yang tentunya bisa dimanfaatkan sebagi sumber pemasukan bagi pembuat dan penjualnya.

Ditangan orang yang kreatif pohon kelapa dapat menghasilkan banyak manfaat, tetapi ingat walaupun jumlah pohon kelapa sangat berlimpah di Indonesia ini, namun penggunannya harus tetap dibatasi dan di jaga untuk dapat berkelanjutan sebagai sumber daya alam yang bermanfaat dan ramah lingkungan.


Referensi:
http://www.pramukanet.org/index.php?option=com_content&task=view&id=421&Itemid=78

Sejarah Universitas Gunadarma

Logo Univ.Gunadarma



Selain budi atau akhlak, manusia masih memerlukan sejumlah hajat untuk dapat hidup layak di dunia ini.Manusia memerlukan makanan dan minuman, kesehatan dan kebersihan, pakaian dan keindahan, hunian dan pemukiman, transportasi dan komunikasi, serta budi bahasa dan pendidikan. Dari waktu ke waktu, hajat hidup ini memerlukan standar baru sesuai dengan perkembangan zaman. Acuan dari standar ini selalu berpatokan kepada martabat menusia, sehingga dalam batas kemungkinan, manusia terus berusaha untuk mempertinggi martabat kemanusiaan di bumi ini.

Tanpa mengurangi perhatian kita kepada kepentingan berbagai hajat lainnya di dalam hidup ini, disini kita mencoba melihat satu saja di berbagai hajat hidup itu. Kita melihat hajat hidup yang berbentuk pendidikan.Kita menelaah bagaimana pendidikan ini berkaitan dengan perkembangan kehidupan di dalam masyarakat.Dan kita mencatat pula sebagai hal yang mempengaruhi pendidikan beserta standar didalam pendidikan itu.

Standar baru di dalam pendidikan selalu menuntut adanya perubahan di dalam pendidikan. Perubahan itu dapat saja muncul dalam berbagai wujud. Adakalanya, perubahan itu muncul dalam bentuk perubahan sistem.Ada kalanya pula, perubahan itu tiba dalam bentuk bahan pelajaran baru. Perpaduan diantara berbagai perubahan di dalam pendidikan membawa pendidikan kita ke dalam kegiatan yang selalu dinamik. Dan bersama dinamika itu, pendidikan kita berusaha untuk berkembang bersama dengan semua hajat yang ada di dalam hidup manusia.

Dalam batas tertentu, standar baru pada pendidikan berkaitan pula dengan keadaan hidup di dalam masyarakat. Pada waktunya, pendidikan menyesuaikan diri kepada keadaan masyarakatnya. Dan saatnya pula, pendidikan menjadi perintis bagi perubahan didalam masyarakat. Kaitan diantara pendidikan dan masyarakat ini bersumber pada hakekat hidup. Dan hakekat hidup itu selalu menuntut agar kaitan demikian dapat membuat seluruh hajat hidup manusia menjadi satu sistem yang utuh.

Bagi kelompok manusia, kata abstrak yang memadukan pendidikan dan masyarakat ini perlu dieja ke dalam bentuk yang kasatmata. Dalam pengejaan seperti inilah, mereka menyaksikan berbagai perkembangan masyarakat dalam wujudnya yang nyata. Dan bersamaan dengan itu, mereka melihat juga pendidikan di dalam bentuknya yang sejati.

Kelompok manusia yang kebetulan berfungsi sebagai pendidik itu, melihat betapa pesatnya suatu era baru menyingsing di dalam masyarakat kita. melalui luapan alat yang berwujud komputer, komunikasi di dalam masyarakat mengenai dimensi baru. Masyarakat kita memerlukan data dan informasi melalui standar baru. Data mulai diolah dengan kecermatan dan kecepatan yang tinggi. Informasi yang biasanya terletak di luar jangkauan olah mulai masuk ke dalam jangkauan olah. Dan bersama itu, masyarakat mulai menyadari kenyataan bahwa era baru telah muncul di dalam hidup mereka.

Dalam rangka inilah, kelompok manusia pendidik itu mulai melihat suatu kenyataan baru. Melalui kaitan diantara masyarakat dan pendidikan, standar baru didalam masyarakat perlu diimbangi pula oleh standar baru pendidikan. Kalau masyarakat telah memasuki era baru dengan menerima kehadiran komputer, maka pada tempatnyalah kalau pendidikan mulai pula merintis pengetahuan tentang komputer itu. Dan bersama itu, pendidikan komputer merupakan salah satu standar baru di dalam dinamika pendidikan zaman sekarang.

Segera pula kelompok manusia pendidik itu mengambil tindakan kasat mata. Pada hari Jumat tanggal 7 Agustus 1981, mereka membuka pendidikan komputer dengan nama Program Pendidikan Ilmu Komputer (PPIK) yang menampung 91 orang mahasiswa. Dan pada hari Senin, tanggal 10 Agustus 1981, kuliah pertamapun dimulai. Kuliah inipun berkembang sehingga menuntut suatu wadah yang lebih mantap. Melalui asuhan Yayasan Pengembangan Sistem Analisis dan Operation Research Matematika (SAOR Matematika), wadah pendidikan itu berubah menjadi Akademi Sains dan Komputer Indonesia (ASKI). Sejak itu meluncurlah suatu kegiatan untuk membangkitkan standar baru di dalam pendidikan. Kegiatan itu berbentuk pendidikan ilmu komputer dan matematika.

Pendidikan komputer dan matematika inipun kemudian dimantapkan lagi ke dalam wadah yang lebih tinggi yakni wadah yang berbentuk akademik ke wadah yang berbentuk sekolah tinggi. Pada hari Kamis, tanggal 21 Juni 1984, nama Gunadarma dipilih untuk menjadikan nama dari sekolah tinggi itu. Pada hari Senin, tanggal 9 Juli 1984, Yayasan Pengembangan Sistem Analis dan Operation Research Matematika diganti menjadi Yayasan Pendidikan Gunadarma. Sehari kemudian, pada hari Selasa, Tanggal 10 Juli 1984, melalui Surat Keputusan Yayasan Pendidikan Gunadarma, secara resmi nama Gunadarma dikukuhkan ke dalam sekolah tinggi itu menjadi Sekolah Tinggi Komputer Gunadarma (STKG). Bersama itu, sejak dari tanggal 7 Agustus 1981 melewati tonggak tanggal 21 Juni 1984, tanggal 9 Juli 1994, serta tanggal 10 Juli 1994, satu kurun sejarah telah mengantar pendidikan komputer pada Sekolah Tinggi Komputer Gunadarma ke kurun sejarah berikutnya.

Pemantapan ini kemudian dikukuhkan lagi melalui keputusan yang dirintis oleh Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah III. Pada hari Selasa, tanggal 14 Agustus 1984, Kopertis III memberikan izin operasional kepada STKG. Untuk membangkitkan semangat belajar yang lebih tinggi di kalangan mahasiswa, pada hari Jumat, tanggal 28 September 1984, diselenggarakanlah oleh Gunadarma upacara wisuda pertama setara sarjana muda, untuk diulangi lagi pada hari Selasa, tanggal 24 September 1985, dan pada hari Jumat,tanggal 26 September 1986. Sampai disini, kita mulai melihat STKG ini berkembang diberbagai dimensi serta bersama itu, kita melihat perkembangan itu dari dimensi ke dimensi.

Dimensi pertama adalah dimensi program pendidikan. Pada dimensi ini, STKG mulai memproleh kemajuan yang cukup pesat. Pada hari Sabtu, tanggal 5 Oktober 1985, melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0424/0/1985, sekolah tinggi ini dinyatakan berstatus Terdaftar dengan nama baru Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Gunadarma (STMIK Gunadarma). Bersamaan dengan itu, STKG berubah menjadi STMIK Gunadarma secara lebih rinci lagi, di dalam status Terdaftarnya itu, Gunadarma dapat mengasuh dua Jenjang Pendidikan yakni Jenjang Pendidikan Tinggi Strata Satu (S1) serta Jenjang Pendidikan Tinggi Strata Nol (S0) dalam bentuk Diploma Tiga (D3).

Bersama status itu, Sekolah Tinggi ini mengasuh dua Jurusan yakni Jurusan Manajemen Informatika (MI) dan Jurusan Teknik Komputer (TK). Setiap Jurusan memiliki satu Program Studi yang memiliki nama yang sama dengan Jurusannya itu. Demikianlah pada Manajemen Informatika untuk Jenjang S1 dan D3 serta pada Jurusan Teknik Komputer terdapat Program Studi Teknik Komputer untuk Jenjang S1 dan D3. Dan sebagai pemantapan lebih lanjut, pada hari Selasa, tanggal 29 Juli 1986, STMIK Gunadarma memperoleh Statuta baru dari Yayasan Pendidikan Gunadarma.

Pada hari Selasa, tanggal 13 Januari 1987, untuk pertama kali, STMIK Gunadarma menyelenggarakan Sidang Sarjana yang diikuti oleh tiga mahasiswa. Sidang Ujian untuk tiga mahasiswa berikutnya, diselenggarakan pada hari Jumat, tanggal 16 Januari 1987 dan Sidang Ujian ketiga yang diikuti oleh empat mahasiswa diselenggarakan pada hari Rabu, tanggal 21 Januari 1987. Kalau pada tahun 1984, 1985 dan 1986, Perguruan Tinggi ini hanya dapat menyelenggarakan Wisuda setara Sarjana Muda, maka pada tahun 1987 ini, STMIK Gunadarma telah mampu menyelenggarakan wisuda sesungguhnya. Demikianlah pada hari Sabtu, tanggal 24 Januari 1987, STMIK Gunadarma menyelenggarakan Wisuda Sarjana yang pertama.

Untuk mengukukan Ujian Sarjana itu, maka mulai hari Selasa tanggal 16 Juni 1987, untuk pertama kalinya, STMIK Gunadarma menyelenggarakan Ujian Negara Cicilan (UNC). UNC pertama ini berlangsung dalam Status Terdaftar. Sejak itu, terjadilah maraton diantara sidang Ujian Sarjana, Ujian Negara Cicilan, dan Wisuda. Gabungan dari semua unsur itu menghasilkan Sarjana Manajemen Informatika dan Sarjana Teknik Komputer, lulusan STMIK Gunadarma yang terus bercurahan ke dalam masyarakat.

Sidang Ujian Sarjana ke-4, ke-5 dan ke-6, berlangsung pada hari Selasa tanggal 29 September 1987, pada hari Selasa, tanggal 6 Oktober 1987, pada hari Jumat, tanggal 9 Oktober 1987. Dan Sidang Ujian Sarjana inipun terus berlangsung hinggga pada bulan September 1994, STMIK Gunadarma telah melampui sidangnya yang ke-150. Ujian Negara Cicilan ke-2, ke-3, ke-4, berlangsung mulai hari Senin tanggal 1 November 1987, mulai hari Senin tanggal 20 Juni 1988, mulai hari Senin tanggal 12 Desember 1988. Dan Ujian Negara Cicilan inipun terus berlangsung pada setiap semester sampai sekarang ini. Wisuda sarjana ke-2, ke-3, ke-4, berlangsung pada hari Selasa tanggal 16 Februari 1988, pada hari Sabtu tanggal 21 Januari 1989, pada hari Sabtu tanggal 17 Februari 1990. Dan demikianlah, wisuda terus berlangsung, dari setahun sekali menjadi setahun dua kali.

Kemajuan di dimensi program ini tidak hanya sampai disitu. Pada hari Senin tanggal 4 Januari 1988, melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaaan No.006/O/1988, Status Terdaftar STMIK Gunadarma Program Studi Manajemen Informatika dan Program Studi Teknik Komputer dinaikkan menjadi Status Diakui. Dan sekali lagi pada hari Sabtu tanggal 12 Agustus 1989 melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0490/O/1989, Status kedua Program Studi itu dinaikkan lagi menjadi Status Disamakan.

Pengembangan Program Pendidikan terus berlanjut sehingga pada hari Selasa tanggal 4 Juli 1989, STMIK Gunadarma membuka lagi Jurusan baru yakni Jurusan Teknik Informatika (TI) dengan program studi Teknik Informatika. Pada hari Kamis, tanggal 7 September 1989, Jurusan dan Program Studi baru ini memperoleh Status Terdaftar. Selanjutnya, Status Diakui dicapai Program Studi Teknik Informatika pada hari Rabu, tanggal 19 Juni 1991, serta Status Disamakan diperoleh pada hari Kamis, tanggal 20 Februari 1992. Dan bersamaan dengan itu, semua Program Studi di STMIK Gunadarma telah mencapai Status Disamakan.

Pengembangan Program Pendidikan terus berlangsung. Selain Program Pendidikan Jenjang D3 dan Jenjang S1, Perguruan Tinggi ini juga melangkah maju ke Program Pendidikan Tinggi Strata Dua (S2) yang dikenal Program Pendidikan Magister. Pada hari Senin, tanggal 10 Mei 1993, STMIK Gunadarma dilengkapi lagi dengan Program Pasca Sarjana Strata Dua bidang Manajemen Sistem Informasi.

Disamping Bidang Manajemen Informatika, Teknik Komputer, dan Teknik Informatika Gunadarma juga melangkah ke Bidang lain. Pada hari Sabtu tanggal, 13 Januari 1990 Gunadarma mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Gunadarma atau dikenal dengan STIE Gunadarma. Di dalam STIE Gunadarma terdapat dua Jurusan, yakni Jurusan Manajemen dan Jurusan Akuntansi. Kalau Jurusan Akuntansi hanya mengasuh satu program studi, yakni Program Studi Akuntansi, maka Jurusan Manajemen mengasuh lima Program Studi, yakni Program Studi Manajemen Keuangan dan Perbankan, Manajemen Pemasaran, Manajemen Produksi, Manajemen Trasportasi dan Manajemen Koperasi. STIE Gunadarma memperoleh Status Terdaftar pada hari Kamis tanggal 16 Juni 1990 serta mulai berkuliah pada hari Senin tanggal 17 September 1990.

Sejalan dengan STMIK Gunadarma status STIE Gunadarma juga mengalami kemajuan yang pesat. Dari Status Terdaftar memperoleh Status Diakui dan kemudian Status Disamakan. Sampai pada bulan September 1994, STIE telah menjalankan tiga kali Wisuda. Selanjutnya, bersamaan waktu dengan pembukaan Program Pendidikan Tinggi Strata Dua Bidang Manajemen Sistem Informasi pada STMIK, STIE juga membuka Program Pendidikan Tinggi Strata Dua di Bidang Manajemen Asuransi.

Dimensi ke dua adalah dimensi prasarana dan sarana. Di bidang prasarana dan sarana ini, lokasi pendidikan juga mengalami kemajuan. Kalau pada saat awal, lokasi pendidikan hanya terdapat di Kampus Jalan Kenari, maka pada waktu kemudian lokasi itu bertambah dengan Kampus Kramat Sentiong dan Kampus Salemba. Dari tahun ke tahun ketiga Kampus itu menampung jumlah mahasiswa yang terus bertambah. Sekali pun ruang di Kampus Kenari terus diperluas namun pada akhirnya perluasan Kampus inipun tidak dapat menampung pertambahan mahasiswa yang demikian besarnya.

Demikianlah pada hari Sabtu, tanggal 9 Maret 1985 Gunadarma mengadakan upacara peletakan batu pertama di Kampus Pondok Cina Depok, dan pada hari Senin tanggal 5 Januari 1987 dengan suatu upacara gedung pertama di Kampus Pondok Cina diresmikan penggunaannya. Sejak itu gedung di Kampus Pondok Cina ini bertambah. Mula-mula, batu pertama untuk gedung kedua diletakkan pada hari Sabtu tanggal 26 September 1987, dan gedung kedua inipun mulai dipakai pada hari Jumat tanggal 13 Januari 1989. Setelah itu gedung ketigapun dibangun dan dipakai. Ruang di dalam ketiga gedung ini masih belum mencukupi sehingga masih dilengkapi lagi dengan sejumlah gedung sementara disekitarnya.

Selain Pondok Cina, prasarana kampus dipersiapkan juga di Beji. Namun karena akses ke daerah kampus belum memadai, maka Kampus Beji belum juga diwujudkan. Sebaliknya kampus ditengah kota Jakarta terus bertambah. Setelah mengembalikan Kampus Salemba yang masa sewanya telah usai, maka pada hari Kamis, tanggal 8 Februari 1989 Gunadarma menambah kampus baru di Jalan Raya Salemba No.53. Kampus inipun dikenal sebagai Kampus Salemba. Dan mulai digunakan pada bulan Mei 1990. Ini berarti disamping Kampus Beji yang belum terwujud, Gunadarma telah memiliki beberapa kampus yaitu Kampus Kenari, Kampus Kramat Sentiong, Kampus Pondok Cina dan Kampus Salemba.

Tekanan jumlah mahasiswa menyebabkan Gunadarma mencari lagi kampus baru. Pada bulan Januari 1991, Gunadarma memperoleh tanah di Kelapa Dua yang terletak di Jalan Akses UI di dekat Pondok Cina. Pada hari Kamis, tanggal 28 Maret 1991, batu pertama gedung pertama di Kampus Kelapa Dua diletakkan dan pada hari Selasa tanggal 17 September 1991, gedung pertama Kampus Kelapa Dua ini mulai digunakan. Sejak itu Kampus Kelapa Dua terus berkembang dan pada bulan Septembar 1994, Kampus Kelapa Dua telah memiliki lima gedung kuliah.

Gunadarma bercita-cita untuk membangun gedung delapan lantai di Kampus Kenari. Sementara kampus seperti ini belum terwujud, perkuliahan di kampus Kenari dialihkan ke kampus sementara di Pegangsaan. Demikianlah, perkuliahan di Gunadarma berlangsung di lima kampus yang terpencar dari tengah Jakarta sampai ke Depok. Semua kampus ini dikoordinasikan dari satu pusat yang terletak di kampus Pondok Cina.

Prasarana dan sarana lain adalah Laboratorium. Disamping Perpustakaan dan Laboratorium Komputer yang telah terbentuk sejak jaman PPIK, maka pada hari Kamis, tanggal 16 Dessember 1986 Gunadarmameresmikan Laboratorium Elektronika Dasar. Pada hari Senin, tanggal 23 Maret 1987, Gunadarma meresmikan Laboratorium Fisika. Laboratorium inilah yang telah digunakan oleh Gunadarma untuk menyelenggarakan promosi Open House pada hari Selasa, tanggal 28 Maret 1989.

Sekalipun tidak terwujud alat dan gedung, sarana yang cukup penting di Gunadarma adalah majalah ilmiahMatematika dan Komputer yang mulai terbit sejak bulan Januari 1985 dengan penerbitan lima kali setahun, majalah ini memperoleh Surat Tanda Terdaftar di Departemen Penerangan pada hari Sabtu, tanggal 17 Januari 1987. Tulisan di dalam Majalah Ilmiah ini telah membantu Gunadarma dengan perluasan informasi tentang pendidikan di dalam Gunadarma.

Sarana lain yang cukup berhasil di Gunadarma selama ini adalah penerbitan buku dan diktat. Telah banyak judul buku dan diktat yang dicetak oleh Gunadarma untuk keperluan kuliah para mahasiswa. Selain dalam bentuk konvensional berupa buku, beberapa bahan kuliahpun telah diwujudkan dalam bentuk audio dan visual di dalam pita video yang setiap saat dapat ditampilkan di layar monitor.

Dimensi ketiga adalah kegiatan di luar kurikulum. Selain kegiatan Lomba Kecerdasan, baik Tingkat Nasional maupun Tingkat Internasional tampaknya kegiatan Gunadarma yang paling menonjol adalah di Bidang Catur.

Wadah kegiatan catur adalah Pecinta Catur Gunadarma atau PC Gunadarma yang diresmikan pada hari Sabtu, tanggal 25 Februari 1989. PC Gunadarma telah berhasil menyelenggarakan Lomba Catur taraf Internasional yang melibatkan Grand Master Catur Internasional untuk perebutan gelar dunia di bidang catur.

Setelah meninjau perkembangan pada beberapa dimensi ini, kita kembali kepemikiran dasar Gunadarma. Gunadarma memiliki dua muka yang mendorong maju hajat hidupnya di dalam masyarakat masa kini. Pada satu muka, Gunadarma adalah nama arsitek tenar yang membangun Candi Borobudur, yakni suatu monumen besar sepanjang sejarah kita. Pada muka lainnya, Gunadarma mencerminkan buktinya dan sumbangsihnya kepada masyarakat dalam wujud Guna dan Darma. Sebagai salah satu perintis standar baru di dalam pendidikan, Gunadarma berusaha pula untuk mengisi kemampuan masyarakat di dalam standar baru kehidupan bermasyarakat masa kini melalui penyelenggaraan pendidikan. Dan di dalam hal ini, Gunadarma telah memulainya dari pendidikan di bidang komputer.

Di dalam pelaksanaan pendidikannya itu, unsur guna dan unsur darma senantiasa menjadi pegangan untuk dijadikan sumbangsih Gunadarma kepada masyarakat dan ilmu. Gagasan ini turut merumuskan susunan kurikulum di dalam pendidikan. Unsur profesi dan unsur ilmu di dalam kurikulum senantiasa menjadi perhatian para pengasuhnya. Ketrampilan profesi dan kemampuan ilmu mewarnai pendidikan dari awal sampai akhir.

Dalam rangka inilah laboratorium, pustaka, dan jurnal memperoleh perhatian Gunadarma. Di dalam ribaannya, terdapat Laboratorium Gunadarma (LG) yang mewakili berbagai laboratorium dan bengkel yang di dalam Gunadarma serta Pustaka Gunadarma (PG) yang mewakili perpustakaan, penerbitan buku, dan penerbitan jurnal berupa Matematika dan Komputer yang kelak dapat disusul dengan penerbitan jurnal lainnya.

Dari waktu ke waktu LG terus ditingkatkan agar praktek pada mahasiswa dapat diperlancar. Bahkan, pengasuh Gunadarma bercita-cita lebih dari itu. Mereka berkehendak agar penggunaan laboratorium tidak sekedar terbatas kepada praktek di dalam pelajaran. Mereka menginginkan agar LG terbuka juga bagi penelitian dan bagi percobaan yang bersifat inovatif, baik berupa penciptaan maupun berupa penemuan baru. Siapa saja yang memiliki gagasan baru yang akan dicoba, dapat saja menggunakan LG untuk maksudnya itu.

Niat untuk maju itu senantiasa diusahakan untuk ditunjang oleh pustaka yang sebaik mungkin. Selama beberapa tahun ini, PG selalu memperoleh perhatian yang besar dari pengasuh Gunadarma. Pustaka cetak dan pustaka rekam terus menerus diperluas untuk menunjang kegiatan belajar ke berbagai cabang ilmu yang diasuh oleh Sekolah Tinggi ini. Disamping LG, PG juga menempati kedudukan sentral di lingkungan Gunadarma.

Di dalam dua wadah yang berupa LG dan PG, tiga serangkai laboratorium, pustaka, dan jurnal ilmiah di Gunadarma ini merupakan satu kesatuan utuh untuk mewujudkan sumbangsih Gunadarma di dalam bentuk Guna dan Darma. Sejalan dengan usia Gunadarma yang masih muda, mereka juga masih bergerak dalam taraf awal dari kegiatan mereka. Namun, melalui perhatian yang besar dari para pengasuh Gunadarma, mereka diharapkan dapat berkembang secara wajar untuk mewujudkan cita-cita Gunadarma dari STMIK Gunadarma ke STIE Gunadarma, ke Program Pasca Sarjana Gunadarma, pendidikan ini akan terus berkembang menuju dan sampai ke wujud Universitas Gunadarma.

Di dalam rangka inilah, tiga serangkai itu mencoba untuk menyusun sejumlah kegiatan yang dapat mencerminkan cita-cita Gunadarma. Didalam kegiatan itu terdapat penelitian, kelompok studi, dan penataran.Guna bagi masyarakat dan darma bagi ilmu tercermin pula didalam kegiatan itu. Penelitian dan kelompok studi di kalangan pengasuh Gunadarma berusaha untuk berdarma bagi ilmu, sementara penataran berusaha untuk berguna bagi masyarakat.

Ada satu hal penting yang selalu menghantui pengasuh Gunadarma didalam usaha mereka untuk memberi arah kepada Gunadarma. Hal penting itu adalah mutu. Segala usaha dilakukan, tidak saja demi peningkatan mutu pendidikan, melainkan juga demi peningkatan mutu ilmu di lingkungan Gunadarma. Dan usaha itu pula yang seharusnya tampak di dalam kegiatan Gunadarma selama ini.

Didalam pembangunannya, Gunadarma selalu bersikap selektif. Prioritas pembangunan selalu mengarah kepeningkatan mutu. Setapak demi setapak, Gunadarma berusaha mengutamakan pengadaan ruang belajar, ruang laboratorium, ruang pustaka, dan sarana publikasi.

Mereka itulah unsur pokok dalam pembinaan mutu, baik mutu para dosennya maupun mutu para mahasiswanya. Betapapun juga, mahasiswa yang diajar oleh dosen yang tenar akan selalu memperoleh keuntungan dari ketenaran dosennya itu.

Namun prasarana untuk peningkatan ini masih perlu ditunjang lagi oleh sarana lain. Ruang belajar belum sama dengan belajar, pustaka belum sama dengan membaca, laboratorium belum sama dengan berpraktek, serta majalah belum sama dengan menulis. Sarana pokok yang perlu mendampingi prasarana itu adalah suasana lingkungan belajar yang baik berupa budaya Gunadarma. Hanya suasana lingkungan belajar yang baik atau budaya Gunadarma yang dapat membuat ruang belajar itu tempat belajar, pustaka itu tempat membaca, laboratorium itu tempat berpraktek, serta majalah atau jurnal itu tempat menulis.

Hal inilah yang menyebabkan pengasuh Gunadarma berusaha untuk membina budaya Gunadarma atau suasana yang baik di lingkungan belajar di Gunadarma. Budaya Gunadarma atau suasana yang baik di lingkungan belajar menyangkut manusia. Dan manusia itulah yang menentukan bagaimana bentuk suasana di lingkungan belajar mereka. Itulah sebabnya maka selama ini, Gunadarma selalu berusaha menghimpun tenaga pengasuh yang memiliki kegemaran untuk belajar. Kepada kelompok gemar belajar inilah Gunadarma menyerahkan tanggung jawab untuk menularkan kegemaran itu keseluruh lingkungan Gunadarma untuk dimantapkan menjadi bagian dari budaya Gunadarma.

Demikianlah disamping ruang belajar, pustaka, laboratorium, dan majalah, kelompok gemar belajar merupakan aset Gunadarma yang selalu diutamakan di dalam pembangunan Gunadarma. Kelompok gemar belajar ditargetkan untuk menjadi inti penggerak pendidikan di lingkungan Gunadarma. Dan kegemaran belajar ini pula yang akan ditanamkan di kalangan mahasiswa yang telah memilih Gunadarma sebagai almamater mereka.

Berguna bagi masyarakat dan berdarma bagi ilmu memiliki implikasi yang luas. Pada masa yang akan datang, Gunadarma bercita-cita untuk menelaah bidang ilmu lainnya yang pada saat ini, secara nyata telah menampakan keefektifan dari segi profesinya dan segi ilmunya di dalam masyarakat. Gunadarma akan menjamah bidang ilmu lain di luar Komputer dan Ekonomi untuk menyumbangkan guna dan darmanya kepada masyarakat.

Manakala kekuatannya sudah cukup memadai, maka Gunadarma akan menjamah pula bidang ilmu demikian untuk mengikuti dan mengejawantahkan standar baru di dalam masyarakat dan standar baru di dalam pendidikan. Pada waktunya, Gunadarma bercita-cita untuk meningkatkan dirinya dari wadah Sekolah Tinggi ke wadah yang lebih tinggi lagi, yakni ke tingkat Universitas. Namun peningkatan demikian ini tidak dilakukan tanpa mutu yang memadai. Disamping perhatian kepada keluasan kegiatan di bidang pendidikan, Gunadarma tetap menempatkan mutu atau kualitas pada tempat yang pertama.

Gunadarma adalah suatu keseluruhan yang bernama Gunadarma. Gunadarma bukan hanya sekedar STMIK Gunadarma, demikian juga Gunadarma bukan hanya sekedar STIE Gunadarma. Gunadarma juga bukan sekedar Program Pasca Sarjana Gunadarma. Gunadarma adalah keseluruhan yang bernama Gunadarma, dari STMIK, STIE, ke berbagai wadah perkembangan lainnya sampai ke Universitas Gunadarma. Di dalam Gunadarma terdapat LG dan PG, di dalam Gunadarma terdapat Laboratorium, Pustaka, dan Jurnal Ilmiah, di dalam Gunadarma terdapat Penelitian, Kelompok Studi, dan Penataran, di dalam Gunadarma terdapat budaya Gunadarma dalam wujud lingkungan belajar yang mewadai, di dalam Gunadarma terdapat guna bagi masyarakat dan darma bagi ilmu, dan di dalam Gunadarma terdapat sumbangsih guna dan darma yang diberikan oleh Gunadarma kepada masyarakat.

Ternyata cita-cita ini tidak berhenti sebagai cita-cita saja. Setelah 15 tahun lamanya lembaga pendidikan ini berdiri sambil merayap dari Program Pendidikan Ilmu Komputer (PPIK) yang bersahaja ke Akademi Sains dan Komputer Indonesia (ASKI) yang lebih sederhana ke STMIK dan STIE Gunadarma yang lebih mantap, maka pada tahun 1996 lembaga pendidikan itu berhasil sampai ke taraf yang sudah lama dicita-citakan. Melalui Surat Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi No.92/KEP/ DIKTI/1996, tanggal 3 April 1996. Lembaga pendidikan itu berhasil dikukuhkan menjadi Universitas Gunadarma (UG). Dibawah naungannya terdapat sejumlah Fakultas dari Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Teknologi Industri, Fakultas Ekonomi, dengan Program Studi yang telah dimiliki Status Disamakan sampai ke Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Fakultas Psikologi, dan Fakultas Sastra yang sama sekali baru. Mereka tersebar di tujuh kampus dari Kampus A sampai Kampus G.

Pada tahun 1996, kedudukan Universitas Gunadarma cukup luar biasa. Ibarat bulan Januari dengan dewa Janus yang memiliki dua muka, satu muka menatap tahun yang lama serta muka lain menatap ke tahun yang baru, maka UG pun memiliki dua muka. Pada satu muka, UG merupakan puncak dari suatu perkembangan, dari wujud program yang bersahaja sampai ke wujud universitas yang kompleks. Pada tahun 1981, seperti halnya bulan Januari yang meninggalkan tahun yang lama untuk membuka lembaran tahun yang baru UG pun kini meninggalkan masa lalunya yang berwujud Program, Akademik, dan Sekolah Tinggi untuk memulai lembaran baru yang berwujud Universitas.

Dengan program Diploma Tiga, Strata Satu, dan Strata Dua di dalam asuhannya, Universitas Gunadarma melangkah ke masa depan dengan membentuk lebih banyak tonggak sejarah lagi. Tonggak pertama adalah pengakuan terhadap Universitas Gunadarma oleh pihak luar.

Sejak tanggal 17 November 1997, berdasarkan suatu evaluasi, Badan Akreditasi Nasional (BAN) menyatakan lima Program Studi pada Strata Satu sebagai terakreditasi. Dan pada bulan Agustus 1998, kelima Program Studi pada Strata Satu itu, yakni Akuntansi, Manajemen, Manajemen Informatika, Teknik Komputer, dan Teknik Informatika, memperoleh peringkat A pada akreditasi BAN itu. Dari kegiatan awal di bidang komputer, kini Gunadarma telah mengasuh berbagai bidang ilmu dan berbagai jenjang pendidikan.

Pada saat Gunadarma mencapai usia 19 tahun, tibalah Gunadarma di ujung abad ke-20. Sebelum meninggalkan abad ke-20, Gunadarma masih sempat mengembangkan bidang akademiknya. Mulai tanggal 25 September tahun 2000, untuk pertama kalinya, Gunadarma membuka Program Strata Tiga atau Program Doktor di bidang Ilmu Ekonomi. Demikianlah dengan program Jenjang Pendidikan Diploma (D3), Jenjang Pendidikan Sarjana (S1), Jenjang Pendidikan Magister (S2), Jenjang Pendidikan Doktor (S3), 41 laboratorium, beserta sekitar 13.000 alumni Jenjang D3, 19.000 lebih alumni jenjang S1, dan 400 lebih alumni jenjang S2, Gunadarma meninggalkan abad ke-20 dan milenium ke-2.

Pada tahun 2001, Gunadarma memasuki abad ke-21 dan milenium ke-3 dengan 26.000 lebih mahasiswa yang diasuh oleh 1.100 lebih tenaga pengajar. Di awal abad baru ini, Gunadarma merayakan ulang tahun ke-20 dan meneruskan misi pendidikannya sambil terus berusaha meningkatkan mutunya. Kesempatan pengembangan pertama di dalam abad baru ini terjadi pada tahun 2003. Sejak Januari 2003, bekerja sama dengan Universite de Bourgogne dari kota Dijon, Perancis, Gunadarma membuka lagi program pendidikan jenjang S3 di bidang Teknologi Informasi/Ilmu Komputer. Pengembangan berikutnya terjadi pada tahun 2004 ketika Gunadarma mulai meluluskan doktor di bidang Ilmu Ekonomi.

Perkembangan berikutnya terjadi pada awal tahun 2006. Pada waktu itu Gunadarma mulai meluluskan doktor di bidang Teknologi Informasi/Ilmu Komputer setelah sebelumnya mereka menempuh ujian tertutup di Dijon, Perancis, pada bulan September 2005. Gunadarma yang dimulai dari bentuk sekolah tinggi dan menanjak menjadi universitas, kini sampai ke taraf universitas penuh dengan meluluskan peserta didik dari jenjang diploma, sarjana, magister, dan doktor.