search

Senin, 16 November 2015

Rangkaian Solar Cell DC

Rangkaian Solar Cell adalah rangkaian yang menggunakan tenaga matahari untuk pengoperasiannya. Ada banyak komponen yang bisa menggunakan rangkaian solar cell ini. Pemanfaatan sinar matahari bisa menjadi salah satu manfaat yang digunakan sebagai sumber listrik. Dan rangkaian solar cell ini bisa kita gunakan untuk menghemat listrik yang tentu saja menghemat pengeluaran juga. Ada beberapa komponen dimana salah satunya adalah rangkaian pembangkit listrik sederhana yang bisa digunakan untuk berbagai kegiatan seperti mencharger lampu emergency dan juga keperluan lainnya.
Sistem kerja dari rangkaian solar cell atau rangkaian pembangkit listrik tenaga sinar matahari ini, sinar dari matahari akan diterima oleh panel surya yang terdapat di rangkaian tersebut yang kemudian diubah menjadi tenaga listrik. Tenaga listrik yang dihasilkan dari rangkaian memang relatif lebih kecil. Pasalnya rangkaian tersebut menggunakan panel dimana disetiap 8 Cell Panel yang disusun secara seri, tegangan yang dihasilkan hanya mampu mencapai kurang lebih 4 Volt atau setara dengan arus 200 mA. Oleh sebab itu dibutuhkan suatu rangkaian elektronik tambahan yang berguna untuk meningkatkan tegangan dan arus tersebut. rangkaian tambahan ini digunakan untuk Charger Baterai guna mendukung output yang lebih besar. Rangkaian tambahan ini bertugas sebagai rangkaian Inverter DC ke DC, dimana rangkaian ini memiliki 2 buah kapasitor, 1 transistor dan 1 buah resistor dan juga 1 Dioda
Untuk membuat rangkaian ini, ada beberapa komponen yang bisa anda gunakan. Komponen tersebut :
8 cell panel surya 0.5v 200 mA (bisa juga anda gunakan solar panel pada kalkulator yang sudah rusak). ( Harga: Rp 30000)
Transistor TIP 31 ( Harga : 7500)
Resistor 1 K ( Harga : Rp.200)
Capacitor 100 uF (Harga : Rp. 500)
Dioda BY207 atau Dioda dengan besaran 5 Ampere (Harga : Rp. 500)
Capacitor 10 uF (Harga : Rp. 500)
Kawat email dengan diameter 0.25 mm yang memiliki panjang 3 m  (Harga : Rp. 6000)
Aki Motor  YUASA YB2.5L-C (Harga : Rp. 6000)
Total Biaya: Rp 135200



Rabu, 04 November 2015

Tujuh Golongan Yang Dinaungi Allâh Azza Wa Jalla Pada Hari Kiamat


1. Seorang Imam Yang Adil
2. Seorang Pemuda Yang Tumbuh Dalam Keadaan Beribadah Kepada Allâh
3. Seseorang Yang Hatinya Bergantung Pada Masjid
4. Dan orang Yang Saling Mencintai Di Jalan Allâh, Dia Berkumpul Dan Berpisah Karena-Nya
5. Seorang Laki-Laki Yang Diajak Berzina Oleh Seorang Wanita Yang Memiliki Kedudukan Dan Kecantikan, Lalu laki-laki tersebut berkata, “Sungguh aku takut kepada Allâh.”
6. Seseorang Yang Bersedekah Dengan Sesuatu Lalu Ia Menyembunyikannya Hingga Tangan Kirinya Tidak Mengetahui Apa Yang Diinfaqkan Oleh Tangan Kanannya.
7. Seseorang Yang Mengingat Allâh Azza Wa Jalla Dalam Keadaan Sepi Lalu Air Matanya Mengalir

Selengkapnya baca:
http://almanhaj.or.id/content/4203/slash/0/tujuh-golongan-yang-dinaungi-allh-azza-wa-jalla-pada-hari-kiamat/

 

Jumat, 30 Oktober 2015

Rabu, 28 Oktober 2015

Download Ceramah MP3




Undang teman dan keluarga untuk belajar agama Islam dengan mendengarkan kajian MP3 dan ceramah MP3 di web ini.

“Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya ada pahala yang sama dengan pahala orang yang mengikutinya dan tidak dikurangi sedikitpun juga dari pahala-pahala mereka.” (HR Muslim no. 2674).

http://kajian.net/

Senin, 26 Oktober 2015

Rapat dan Luruskan Shaf Sholat

>>> Gratis Softfile Poster “Rapat dan Luruskan Shaf Sholat” <<<
.
YUK, DOWNLOAD, CETAK dan TEMPEL di masjid di sekitar sahabat Yufid. Semoga bisa menjadi ladang amal jariyah untuk kawan-kawan semua.
Dengan menyebarkan poster ini, sahabat Yufid insya Allah membantu menyebarkan salah satu sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang masih sering dilupakan sebagian saudara muslim kita, yaitu MELURUSKAN dan MERAPATKAn shaf sholat.
Silakan pilih poster mana yang ingin Anda cetak.
Masing-masing poster disetting untuk dicetak di kertas A3+ (33cm x 48cm)
Gambar berikut hanya contoh. Silakan klik link untuk mendownload file dalam format PDF ukuran A3 siap cetak.
Poster Shaf Rapat dan Luruskan Sholat Ukir (86.23Mb)
http://www.mediafire.com/download/06n1ho4caf9lgk4/postershaf-yufid-frameukir-a3.pdf
Poster Shaf Rapat dan Luruskan Sholat Polos (91.2Mb)
http://www.mediafire.com/download/5i58m0a9mgs8zvd/postershaf-yufid-polos-a3.pdf
Bedanya dengan poster sebelumnya adalah susunan tulisan di bagian bawah.
Silakan pilih mana yang menurut kawan-kawan lebih mudah dipahami. *** Kunjungi juga www.carasholat.com untuk belajar tata cara sholat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dari A-Z.
Rapat dan Luruskan Shaf

Minggu, 25 Oktober 2015

Shalat Sunnah Sebelum Shubuh (Qobliyah Shubuh)

Qabliyah Shubuh

Qabliyah Shubuh



Shalat sunnah qobliyah shubuh atau shalat sunnah Fajar yaitu dua raka’at sebelum pelaksanaan shalat Shubuh adalah di antara shalat rawatib. Yang dimaksud shalat rawatib adalah shalat sunnah yang dirutinkan sebelum atau sesudah shalat wajib. Shalat yang satu ini punya keutamaan yang besar, sampai-sampai ketika safar pun, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terus menerus menjaganya. Bahkan ada keutamaan besar lainnya yang akan kita temukan.
Dalam Shahih Muslim telah disebutkan mengenai keutamaan shalat ini dalam beberapa hadits, juga dijelaskan anjuran menjaganya, begitu pula diterangkan mengenai ringkasnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam melakukan shalat tersebut.
Shalat Sunnah Fajar dengan Dua Raka’at Ringan
Dalil yang menunjukkan bahwa shalat sunnah qobliyah Shubuh atau shalat Sunnah Fajar dilakukan dengan raka’at yang ringan, adalah hadits dari Nafi’, dari Ibnu ‘Umar yang berkata bahwa Ummul Mukminin Hafshoh pernah mengabarkan,
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا سَكَتَ الْمُؤَذِّنُ مِنَ الأَذَانِ لِصَلاَةِ الصُّبْحِ وَبَدَا الصُّبْحُ رَكَعَ رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ تُقَامَ الصَّلاَةُ
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dahulu diam antara adzannya muadzin hingga shalat Shubuh. Sebelum shalat Shubuh dimulai, beliau dahului dengan dua raka’at ringan.” (HR. Bukhari no. 618 dan Muslim no. 723).
Dalam lafazh lain juga menunjukkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan shalat Sunnah Fajar dengan raka’at yang ringan. Dari Ibnu ‘Umar, dari Hafshoh, ia mengatakan,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا طَلَعَ الْفَجْرُ لاَ يُصَلِّى إِلاَّ رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ
Ketika terbit fajar Shubuh, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah shalat kecuali dengan dua raka’at yang ringan” (HR. Muslim no. 723).
‘Aisyah juga mengatakan hal yang sama,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُصَلِّى رَكْعَتَىِ الْفَجْرِ إِذَا سَمِعَ الأَذَانَ وَيُخَفِّفُهُمَا
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah mendengar adzan, beliau melaksanakan shalat sunnah dua raka’at ringan” (HR. Muslim no. 724).
Dalam lafazh lainnya disebutkan bahwa ‘Aisyah berkata,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُصَلِّى رَكْعَتَىِ الْفَجْرِ فَيُخَفِّفُ حَتَّى إِنِّى أَقُولُ هَلْ قَرَأَ فِيهِمَا بِأُمِّ الْقُرْآنِ
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dahulu shalat sunnah fajar (qobliyah shubuh) dengan diperingan. Sampai aku mengatakan apakah beliau di dua raka’at tersebut membaca Al Fatihah?” (HR. Muslim no. 724).
Imam Nawawi menerangkan bahwa hadits di atas hanya kalimat hiperbolis yaitu cuma menunjukkan ringannya shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dibanding dengan kebiasaan beliau yang biasa memanjangkan shalat malam dan shalat sunnah lainnya. Lihat Syarh Shahih Muslim, 6: 4.
Dan sekali lagi namanya ringan juga bukan berarti tidak membaca surat sama sekali. Imam Nawawirahimahullah berkata, “Sebagian ulama salaf mengatakan tidak mengapa jika shalat sunnah fajar tersebut dipanjangkan dan menunjukkan tidak haramnya, serta jika diperlama tidak menyelisihi anjuran memperingan shalat sunnah fajar. Namun sebagian orang mengatakan bahwa itu berarti Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallamtidak membaca surat apa pun ketika itu, sebagaimana diceritakan dari Ath Thohawi dan Al Qodhi ‘Iyadh. Ini jelas keliru. Karena dalam hadits shahih telah disebutkan bahwa ketika shalat sunnah qobliyah shubuh, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca surat Al Kafirun dan surat Al Ikhlas setelah membaca Al Fatihah. Begitu pula hadits shahih menyebutkan bahwa tidak ada shalat bagi yang tidak membaca surat atau tidak ada shalat bagi yang tidak membaca Al Qur’an, yaitu yang dimaksud adalah tidak sahnya.” (Syarh Shahih Muslim, 6: 3).
Rajin Menjaga Shalat Sunnah Qobliyah Shubuh
Dan shalat sunnah fajar inilah yang paling Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jaga, dikatakan pula oleh ‘Aisyah,
أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- لَمْ يَكُنْ عَلَى شَىْءٍ مِنَ النَّوَافِلِ أَشَدَّ مُعَاهَدَةً مِنْهُ عَلَى رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الصُّبْحِ
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah menjaga shalat sunnah yang lebih daripada menjaga shalat sunnah dua raka’at sebelum Shubuh”  (HR. Muslim no. 724).
Dalam lafazh lain disebutkan bahwa ‘Aisyah berkata,
مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى شَىْءٍ مِنَ النَّوَافِلِ أَسْرَعَ مِنْهُ إِلَى الرَّكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ
Aku tidaklah pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan shalat sunnah yang lebih semangat dibanding dengan shalat sunnah dua raka’at sebelum Fajar” (HR. Muslim no. 724).
Dalil anjuran bacaan ketika shalat sunnah qobliyah shubuh dijelaskan dalam hadits berikut,
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَرَأَ فِى رَكْعَتَىِ الْفَجْرِ (قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ) وَ (قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ)
Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca ketika shalat sunnah qobliyah shubuh surat Al Kafirun dan surat Al Ikhlas” (HR. Muslim no. 726).
Keutamaannya: Lebih dari Dunia Seluruhnya
Adapun dalil yang menunjukkan keutamaan shalat sunnah qobliyah Shubuh adalah hadits dari ‘Aisyah di mana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا
Dua raka’at fajar (shalat sunnah qobliyah shubuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Muslim no. 725). Jika keutamaan shalat sunnah fajar saja demikian adanya, bagaimana lagi dengan keutamaan shalat Shubuh itu sendiri.
Dalam lafazh lain, ‘Aisyah berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berbicara mengenai dua raka’at ketika telah terbih fajar shubuh,
لَهُمَا أَحَبُّ إِلَىَّ مِنَ الدُّنْيَا جَمِيعًا
Dua raka’at shalat sunnah fajar lebih kucintai daripada dunia seluruhnya” (HR. Muslim no. 725).
Hadits terakhir di atas juga menunjukkan bahwa shalat sunnah fajar yang dimaksud adalah ketika telah terbit fajar shubuh. Karena sebagian orang keliru memahami shalat sunnah fajar dengan mereka maksudkan untuk dua raka’at ringan sebelum masuk fajar. Atau ada yang membedakan antara shalat sunnah fajar dan shalat sunnah qobliyah shubuh. Ini jelas keliru. Imam Nawawi mengatakan,
أَنَّ سُنَّة الصُّبْح لَا يَدْخُل وَقْتهَا إِلَّا بِطُلُوعِ الْفَجْر ، وَاسْتِحْبَاب تَقْدِيمهَا فِي أَوَّل طُلُوع الْفَجْر وَتَخْفِيفهَا ، وَهُوَ مَذْهَب مَالِك وَالشَّافِعِيّ وَالْجُمْهُور
“Shalat sunnah Shubuh tidaklah dilakukan melainkan setelah terbit fajar Shubuh. Dan dianjurkan shalat tersebut dilakukan di awal waktunya dan dilakukan dengan diperingan. Demikian pendapat Imam Malik, Imam Syafi’i  dan jumhur (baca: mayoritas) ulama.” (Syarh Shahih Muslim, 6: 3).
Moga kita semakin semangat beramal sholih. Hanya Allah-lah yang memberi taufik.
Sumber : http://rumaysho.com/3301-keutamaan-shalat-sunnah-sebelum-shubuh.html

Proud To Be Muslim

I'M MUSLIM
Baca penjelasannya disini


Selasa, 13 Oktober 2015

Future Worth Analisis

Future worth analysis (analisis nilai masa depan) didasarkan pada nilai ekuivalensi semua arus kas masuk dan arus kas keluar di akhir periode analisis pada suatu tingkat pengembalian minimum yang diinginkan (MARR). Oleh karena tujuan utama dari konseptime value of money adalah untuk memaksimalkan laba masa depan, informasi ekonomis yang diperoleh dari analisis ini sangat berguna dalam situasi-situasi keputusan investasi modal.
Hasil FW alternative sama dengan PW, dimana FW = PW (F/P,i%,n). Perbedaan dalam nilai ekonomis yang dihasilkan bersifat relative terhadap acuan waktu yang digunakan saat ini atau masa depan. Untuk alternatif tunggal, jika diperoleh nilai FW ≥ 0 maka alternatif tersebut layak diterima. Sementara untuk situasi dimana terdapat lebih dari satu alternatif, maka alternatif dengan FW terbesar merupakan alternatif yang paling menarik untuk dipilih. Pada situasi dimana alternatif yang ada bersifat independent, dipilih semua alternatif yang memiliki FW ≥ 0.
Analisis Terhadap Alternatif Tunggal
Contoh: Sebuah perusahaan sedang mempertimbangkan peralatan baru seharga Rp. 30.000.000. Dengan peralatan baru akan diperoleh penghematan sebesar Rp. 1.000.000 per tahun selama 8 tahun. Pada akhir tahun ke-8, peralatan itu memiliki nilai jual Rp. 40.000.000. Jika tingkat suku bunga 12% per tahun dan digunakan future worth analysis, apakah pembelian peralatan baru tersebut menguntungkan?
Penyelesaian:
FW = 40000000 + 1000000(F/A,12%,8)  – 30000000(F/P,12%,8)
NPV = 40000000 + 1000000(12,29969) – 30000000(2,47596)
NPV = -21.979.110
Oleh karena NPV yang diperoleh < 0 maka pembelian peralatan baru tersebut tidak menguntungkan.
Usia Pakai Sama dengan Periode Analisis
Jika terdapat lebih dari satu alternatif usia pakai yang sama, analisis keputusan dapat dilakukan menggunakan periode analisis yang sama dengan usia pakai alternatif.
Contoh: Sebuah perusahaan akan membeli sebuah mesin untuk meningkatkan pendapatan tahunannya. Dua alternatif mesin dengan usia pakai masing-masing 8 tahun ditawarkan kepada perusahaan:
Mesin
Harga Beli (Rp.)
Keuntungan per Tahun (Rp.)
Nilai Sisa di Akhir Usia Pakai (Rp.)
X
2500000
750000
1000000
Y
3500000
900000
1500000
Menggunakan tingkat suku bunga 15% per tahun, tentukan mesin yang seharusnya dibeli.
Penyelesaian:
Mesin X:
FW X = 750000(F/A,15%,8) + 1000000 – 2500000(F/P,15%,8)
FW X = 750000(13,72682) + 1000000 – 2500000(3,05902)
FW X = 3647565
Mesin Y
FW Y = 900000(F/A,15%,8) + 1500000 – 3500000(F/P,15%,8)
FW Y = 900000(13,72682) + 1500000 – 3500000(3,05902)
FW Y = 3147568
Kesimpulan: pilih mesin X.
Usia Pakai Berbeda dengan Periode Analisis
Sama dengan Present Worth Analysis. Dalam situasi ini dapat digunakan asumsi perulangan atau asumsi berakhir bersamaan, tergantung pada masalah yang dihadapi.
Contoh: Sebuah perusahaan akan membeli sebuah mesin untuk meningkatkan pendapatan tahunannya. Dua alternatif mesin ditawarkan kepada perusahaan:
Mesin
Usia Pakai (Tahun)
Harga Beli (Rp.)
Keuntungan per Tahun (Rp.)
Nilai Sisa di Akhir Usia Pakai (Rp.)
X
8
2500000
750000
1000000
Y
16
3500000
900000
1500000
Dengan tingkat suku bunga 15% per tahun. Tentukan mesin yang seharusnya dibeli.
Penyelesaian:
Mesin X
FW X = 750000(F/A,15%,16) + 1000000 + 1000000(P/F,15%,8) – 2500000(F/P,15%,8) – 2500000(F/P,15%,16)
FW X = 750000(55,71747) + 1000000 + 1000000(3,05902) – 2500000(3,05902) – 2500000(9,35762)
FW X = 14805463
Mesin Y
FW Y = 900000(F/A,15%,16) + 1500000 – 3500000(F/P,15%,16)
FW Y = 900000(55,71747) + 1500000 – 3500000(9,35762)
FW Y = 18894053
FW mesin Y, Rp. 18.894.053, lebih besar dari FW mesin X, Rp. 14.805.463, maka pilih mesin Y.


Sumber : Raharjo, Ferianto. 2007. Ekonomi Teknik Analsis Pengambilan Keputusan. Yogyakarta: Penerbit Andi
 https://batangsungkai.wordpress.com/2012/05/16/future-worth-analysis/

Rabu, 10 Juni 2015

KEBIASAAN BURUK PENGGUNA JALAN DI JAKARTA

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Di zaman sekarang ini, khususnya pada daerah perkotaan dimana aktifitas yang padat pada setiap harinya yang dijalankan oleh setiap individu. Sangat dibutuhkan kendaraan yang digunakan untuk mempercepat dan mempermudah pada setiap aktifitas yang dilakukan oleh masyarakat. Di sinilah peran transportasi sangat dibutuhkan, khususnya pada  transportasi darat, baik itu berupa kendaraan roda dua, mobil pribadi maupun angkutan umum. Lalu lintas dan angkutan jalan merupakan komponen yang sangat penting dari  sektor perhubungan.  Perananya dalam pembangunan tidak dapat diabaikan. Perpindahan manusia dari desa ke daerah perkotaan, barang dan jasa dari suatu tempat ke tempat tujuan yang lain di seluruh daratan di tanah air, memperlihatkan penggunaan transportasi yang memperlihatkan kenaikan volume dari tahun ke tahun. Akan tetapi masalah ini tidaklah didukung dengan tersedianya sarana dan prasana lalu lintas yang memadai. Lebar dan panjang jalan yang tidak mengalami peningkatan yang menggembirakan tidaklah berbanding lurus dengan jumlah penggunaan kendaraan bermotor yang meningkat terus setiap tahunnya.
Jumlah kecelakaan dari tahun ke tahun berikutnya menunjukkan hasil yang mengkhawatirkan,  angka kecelakaan di jalan terus mengalami  kenaikkan beriringan dengan angka kendaraan bermotor yang semakin banyak. Kemacetan terjadi di mana-mana, terutama di kota besar seperti Jakarta. Pemandangan yang didominasi menumpuknya kendaraan roda dua (bermotor) sering terjadi terutama di wilayah ibukota Indonesia yaitu di Jakarta. Salah satu penyebab kemacetan  yang melanda Jakarta adalah kurangnya tenggang rasa/ rasa saling menghormati antar pengemudi dan pengendara kendaraan roda dua (bermotor). Mereka saling serobot tidak mau mengalah antara satu kendaraan dengan kendaraan lainnya. Selain itu penyebab kemacetatn di Jakarta adalah kurang patuhnya para pengendara pada marka-marka jalan yang sudah ada. Tindakan para pengendara  yang begitu itu disebabkan oleh karena kebiasaan buruk yang dilakukan berulang-ulang dan kurangnya pemahaman tata tertib lalu lintas dan sekaligus penerapannya di jalan raya.
Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa dari tahun ke tahun berikutnya permasalahan-permasalahan di bidang transportasi jalan semakin meningkat, seperti semakin tingginya jumlah kendaraan khususnya sepeda motor, tingginya angka kematian pada kejadian kecelakaan di jalan, khususnya yang melibatkan usia produktif yang berakibat kerugian yang tidak sedikit.
Berdasarkan apa yang sudah saya kemukakan di atas, saya mencoba untuk memberikan gambaran perilaku-perilaku para pengguna jalan dan mencoba untuk memberikan solusi mengenai beretika di jalan sebagai salah satu upaya untuk menekan kemacetan di jalan, khususnya dijalan-jalan pada kota-kota besar di indonesia yang hampir setiap harinya mengalami kemacetan terkecuali pada hari-hari libur saja dimana jalan-jalan di kota-kota besar agak sepi dari kendaraan bermotor dan memberikan solusi untuk menekan angka kecelakaan yang semakin meningkat dikarenakan lemahnya kesadaran diri kita pada saat di jalan raya.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka yang menjadi permasalahan adalah sebagai berikut:
1. Apa pentingnya Etika Berlalu Lintas bagi keselamatan?
2. Bagaimana cara mengedukasi para pengguna jalan untuk memahami dan menerapkan etika berlalu lintas di jalan ?
C. Tujuan Penulisan
Berdasarkan uraian dari latar belakang diatas yang telah di uraikan, maka
tujuan dari penulisan ini adalah:
1. Untuk mengetahui dampak dari kebiasaan buruk para pengguna jalan di jalan.
2. Untuk mengetahui faktor – faktor penyebab terjadinya kecelakaan lalu
lintas di jalan.

PEMBAHASAN
Pengertian Etika
Pertama-tama saya akan membahas tentang pengertian dari kebiasaan atau bisa disebut juga etika. Etika berasal dari bahasa Yunani kuno. Kata Yunani yaitu ethos dalam bentuk tunggal mempunyai banyak arti, diantaranya tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan, adat, akhlak, watak, perasaan, sikap dan cara berfikir. Dalam bentuk jamak (ta etha) artinya adalah  adat kebiasaan. Dan arti terakhir inilah yang menjadi latar belakang bagi terbentuknya kata etika yang oleh filsuf Yunani besar Aristoteles (384-322 s.M.) sudah dipakai untuk menunjukkan filsafat moral. Jadi, jika kita membatasi diri paa asal usul dari kata ini, maka etika berarti: ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan.[1] Dari penjelasan mengenai apa itu etika, kita dapat mengetahui bahwa etika bisa di artikan sebagai suatu adat kebiasaan yang berhubungan erat dengan hubungan antara satu individu atau kelompok dengan manusia lainnya yang bisa digunakan sebagai tata cara bagaimana  mengatur hubungan yang baik antara individu dengan masyarakat. Jika saja setiap orang memiliki rasa kesadaran untuk mematuhi peraturan yang telah disepakati bersama di masyarakat,  maka seharusnya hidup ini akan berjalan dengan lancar. Jadi kebiasaan yang baik sangat penting diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, karena dengan sudah terbiasanya kita melakukan kebiasaan yang baik dan mematuhi peraturan yang ada, maka kita dapat hidup rukun dengan masyarakat disekitar kita. Sehingga dapat tercipta masyarakat yang damai, teratur dan tertib.

Lalu lintas
Lalu Lintas dan kendaraan merupakan suatu hal yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat pada zaman ini. Setiap waktu masyarakat kita terus menggunakan kendaraan, baik itu angkutan umum maupun kendaraan pribadi dengan bermacam-macam kepentingan yang dimiliki oleh setiap individu baik itu untuk berangkat menuntut ilmu, mencari rezeki maupun bersilatuhrami dengan sanak saudara. Dengan adanya jalan, pasti disitu akan dilalui ataupun dilintasi oleh berbagai kendaraan mulai dari roda dua, roda empat maupun kendaraan yang memiliki roda lebih dari empat. Ketika mengendarai kendaraan, kita wajib mentaati rambu lalu lintas yang ada. Banyak terjadi kecelakaan dikarenakan ketidakerpduliaan pengendara terhadap rambu-rambu lalu lintas atau bisa disebut marka jalan, yang menyebabkan terjadinya kecelakaan. Sebaiknya kita mengenal pengertian dari lalu lintas itu sendiri, karena hubungannya erat dengan jalan.  Lalu lintas (traffic) adalah kegiatan lalu-lalang atau gerak kendaraan, orang, atau hewan di jalanan. Masalah yang dihadapi dalam perlalu-lintasan adalah keseimbangan antara kapasitas jaringan jalan dengan banyaknya kendaraan dan orang yang berlalu-lalang menggunakan jalan tersebut. Jika kapasitas jaringan jalan sudah hampir jenuh apalagi terlampaui, maka yang terjadi adalah kemacetan lalu lintas persoalan ini sering dirancukan sebagai persoalan angkutan. Angkutan (transport) adalah kegiatan pemindahan orang dan/barang dari satu tempat (asal) ke tempat lain (tujuan) dengan menggunakan sarana (kendaraan) kendaraan yang harus diperhatikan adalah keseimbangan antara kapasitas moda angkutan dengan jumlah barang maupun orang yang memerlukan angkutan. Bila kapasitas armada lebih rendah dari yang dibutuhkan, akan banyak barang maupun orang tidak terangkut, atau keduanya dijejalkan ke dalam kendaraan yang ada.[2]

Melihat kebiasaan pengendara di jalan Jakarta

Ketika kita menggunakan kendaraan sudah pasti kita menggunkan jalan yang merupakan fasilitas umum. Di jalan inilah banyak macam-macam kebiasaan/perilaku yang dilakukan oleh masyarakat ketika menggunaknnya, ada yang berprilaku mentaati aturan dan ada juga yang tidak perduli dengan peraturan ketika menggunakan jalan. Namun pada kenyataanya, di Jakarta ini banyak sekali pengguna jalan yang tidak mentaati peraturan yang ada.  Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pengendara di jalan antara lain kemampuan mengemudi, kondisi fisik pengemudi, dan kondisi emosional (psikis) pengemudi. [3] Saya yang biasa beraktifitas jika pergi ke kampus menggunkan kendaraan bermotor roda dua, yang saya rasakan sendiri sebagai pengguna jalan di Jakarta ini adalah kurangnya kesadaran pengendara kendaraan bermotor pada saat di jalan. Sikap tidak mentaati rambu-rambu lalu lintas yang ada sudah dianggap biasa, karena sikap yang sudah terbentuk dari kecil dan oleh kebiasaan meremehkan marka jalan yang ada yang berlangsung dengan lama dan melakukan pelanggaran itu berulang-ulang kali. Seperti yang saya dan pengendara roda dua lain lakukan di lampu merah Rindam Jaya arah ke Condet, dikarenakan lebarnya jalan di persimpangan itu, banyak kendaraan bermotor roda dua yang ketika rambu lampu lalu lintas sudah menyala merah, akan tetapi kita berhenti jauh di depan garis berhenti, tak jarang juga ketika kendaraan dari arah seberang kosong walaupun lampu masih menyala merah namun banyak kendaraan roda dua yang memanfaatkan itu untuk langsung jalan. Keadaaan ini berbeda dengan pengguna mobil pribadi yang kebanyakan mentaati peraturan dengan berhenti di belakang garis berhenti, namun berbeda dengan metro mini yang dengan seenaknya pengemudi memberhentikan kendaraannya jauh di depan garis berhenti bersama dengan motor. Akibat dari perbuatan itu banyak juga terjadi senggolan  dan hasilnya adu kata-kata kasarpun seringkali terjadi di persimpangan itu. Banyak masyarakat yang membawa kendaraan khusunya kendaraan roda dua yang berjalan melawan arus di jalan, contohnya di wilayah Lenteng Agung Jakarta Selatan, setiap pagi biasanya para pengendara roda dua melawan arus karena jalan arah pasar minggu macet dan agar lebih cepat, mereka menempuh jalan pintas dengan melawan arus dengan tujuan bisa sampai tujuan lebih cepat.  Disinilah kita dituntun untuk tidak merasa bahwa kita menggunkan jalan umum itu sendiri, akan tetapi kita harus menyadari bahwa kita tidaklah sendirian dalam menggunakan jalan umum, namun kita menggunkan jalan bersama-sama dengan banyak orang karena kita hidup tidak sendiri melainkan kita hidup bermasyarakat. Akan tetapi pemikiran masyarakat tidaklah sama antara satu dengan yang lainnya dan pasti memiliki pemikiran yang berbeda-beda dan cenderung memikirkan kepentingannya masing-masing jika sudah di jalan. Sebagai contoh di daerah saya yaitu di Condet Jakarta Timur, ada angkutan umum dalam hal ini metro mini yang melaju sangat kencang guna membalap metro mini yang lainnya yang berada didepannya, para pengemudi metro mini itu saling memacu kecepatan tanpa memperdulikan bahwa ada penumpang yang ia bawa dan juga pengguna jalan lain, yang dengan seenaknya sang sopir itu salip menyalip di jalan yang hanya muat dilalui oleh dua kendaraan saja, dan prilaku pengemudi metro mini inipun sangat membahayakan bagi pengguna jalan lain. Ditambah lagi jika jarak dari satu metro mini ke metro mini yang lainnya jauh, maka laju kendaraan dari metro mini ini pun sengaja di pelankan sekali dan hasilnya dengan ukuran dari metro mini yang cukup besar ditambah lagi dengan jalan condet yang sempit menghasilkan kemacetan yang cukup panjang, apalagi ketika jam-jam sibuk seperti pagi hari dan juga sore hari, maka kemacetan yang dihasilkannya sangatlah panjang. Banyak lagi keegoisan yang dilakukan oleh pengendara kendaraan bermotor di Jakarta terhadap pengguna jalan lain, seperti di jalan yang tidak ada jembatan penyebrangannya, jika kita ingin menyebrang maka kita harus bersabar untuk menunggu jalanan mulai sepi, namun tidak sedikit alaupun kita sudah merasa jalan sudah sepi ada saja kendaraan yang dengan egois tidak mau berhenti biarpun kita  sudah memberikan isyarat dengan tangan. Hal yang sangat mengganggu para pengguna jalan lainnya adalah  penggantian knalpot standar kendaraan yang di gantikan dengan knalpot aftermarket yang dipasang pada kendaraan bermotor. Biasanya hal ini dilakukan oleh kaum muda. Apalagi kendaraan yang diganti knalpotnya itu kendaraan bermotor dengan konvigurasi mesin satu silnder, maka suara yang dihasilkan pun sangatlah mengganggu. Mungkin yang ada dibenak anak muda itu mereka ingin meniru suara dari motor-motor yang berkelas 250cc ke atas dan dengan suara yang berisik dan tidak enak pada motornya itu dianggap keren. Jika knalpot aftermarket yang digunkan pada kendaraan bermotor dengan konvigurasi mesin 4 silinder yang  biasanya digunkan pada kelas 500cc ke atas maka suara yang dihasilkan walaupun lumayan mengganggu, malah kita akan penasaran dan tertarik akan melihat, dikarenakan jarangnnya pengguna kendaraan bermotor dengan konvigurasi 4 silinder di Jakarta ini. Dan masih banyak lagi kebiasaan buruk pengendara ketika berada di jalan. Yang saya rasakan, dari hal-hal yang berawal kecil seperti menerobos lampu merah yaang seharusnya berhenti kita tidak berhenti, melawan arah dengan alasan agar lebih cepat, berhenti di sembarang tempat tanpa menghiraukan rambu-rambu yang ada dan kebiasaan buruk lainnya yang sudah dianggap biasa, ini merupakan sesuatu yang berbahaya bagi diri sendiri dan juga orang lain.
Dampak kebiasaan kurang sadarnya diri dalam berlalu lintas di jalan
Dalam masyarakat kita masih banyak mempunyai kebiasaan meremehkan aturan di jalan, contohnya pengendara roda dua yang tidak memakai helm dengan alasan bahwa dia hanya menempuh dengan jarak yang dekat, dan ada juga yang beralasan bahwa dia pakai helm ketika ada polisi saja, ini merupakan kebiasaan yang keliru yang terjadi karena kurang sadarnya tentang keselamatan akan diri sendiri. Tanpa adanya rasa kesadaran diri dari masing-masing individu tentang etika berlalu lintas maka akan banyak korban yang jatuh karena kecelakaan. Data Kepolisian RI menyebutkan, pada 2012 terjadi 109.038 kasus kecelakaan dengan korban meninggal dunia sebanyak 27.441 orang, dengan potensi kerugian sosial ekonomi sekitar Rp 203 triliun - Rp 217 triliun per tahun (2,9% - 3,1 % dari Pendapatan Domestik Bruto/PDB Indonesia). Sedangkan pada 2011, terjadi kecelakaan sebanyak 109.776 kasus, dengan korban meninggal sebanyak 31.185 orang. Korban kecelakaan lalu lintas lebih didominasi oleh usia muda dan produktif”.[4] Berdasarkan data yang ada bahwa kecelakaan lalu lintas ini didominasi oleh usia muda dan produktif, ini sangatlah benar jika kita lihat di jalan, bahwa anak muda termasuk saya jika sudah menaiki kendaraan maka rasanya tidak sabaran dan maunya cepat sampai saja. Padahal jika kita tergesa-gesa saat mengemudikan kendaraan, hal itu bisa menyebabkan konsentrasi kita saat mengendarai bisa hilang dan hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaanpun mungkin saja tidak  terhindarkan. Padahal angka kecelakaan di Indonesia ini sangatlah mengkhwatirkan Indonesia menempati peringkat ke 5 di Dunia sebagai Negara dengan tingkat kecelakaan Lalu Lintas tertinggi, jelas AKBP Djuwito Purnomo.[5] Tingginya tingkat kecelakaan di jalan tentunya tidak terlepas dari perilaku kita sebagai pengguna jalan itu sendiri.  “Penyebab kecelakaan terbesar adalah faktor manusia, yakni kondisi psikologi atau emosi dan perilaku atau karakter seseorang, tutur Presiden Direktur Indonesia Defensive Driving Center”.[6] Untuk menghindari dampak dari kebiasaan buruk kita di jalan yang sering kita lakukan, maka diperlukan peran aktif dari petugas yang berwenang guna mensosialisasikan safety riding ketika mengggunakan kendaraan bermotor. Petugas yang berwenang harus menindak tegas pelanggar yang sudah jelas melanggar tata tertib di jalan sesuai dengan Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang isinya: 1. Setiap Orang Mengakibatkan gangguan pada : fungsi rambu lalu lintas, Marka Jalan, Alat pemberi isyarat lalu lintas fasilitas pejalan kaki, dan alat pengaman pengguna jalan. Pasal 275 ayat (1) jo pasal 28 ayat (2) Denda : Rp 250.000” [7] dan masih banyak lagi point-point penting yang harus dipatuhi pada undang-undang ini, guna menjaga keselamatan dan ketertiban di jalan raya. Selain itu kita harus lebih meningkatkan kembali kesadaran diri akan pentingnya keselamatan ketika sedang berada ada di jalan.

KESIMPULAN

Dalam berkendara sepatunya kita tidak meremehkan pelanggaran-pelanggaran sekecil apapun, karena dari meremehkan pelanggaran kecil tersebut maka akan berbahaya bagi diri sendiri dan pengguna jalan yang lain.
Angka kecelakaan yang tinggi disebabkan banyaknya pelanggaran lalu lintas yang terjadi karena pengendara kurang mematuhi peraturan berlalu lintas. Oleh karena itu pentingnya penerapan etika berlalu lintas dalam kehidupan kita.
Setiap pengguna jalan sebaiknya meningkatkan rasa saling menghormati ketika berada di jalan dan mengurangi keegoisan masing-masing. Ketika kita melakukan kesalahan sudah sepatutnya kita bertanggungjawab dan tidak lari dari kesalahan tersebut. Ketika berada di jalan kita harus mengedepankan rasa solidaritas dan kepedulian terhadap pengendara lain ketika mengalami kesusahan.


 



Daftar Pustaka:
[1] Bertens K., Etika, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2002) hal 4