search

Labels

Elektro (3) FREE DOWNLOAD (10) INFORMASI (2) Self Reminder (10) SEMINAR (9) TUGAS SOFTSKILL (30)
Tampilkan postingan dengan label SEMINAR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SEMINAR. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Januari 2015

Seminar Nasional Teknik Elektro "Elektrifikasi Masa Depan di Indonesia"



Program Studi Teknik Elektro Universitas Gunadarma  menyelenggarakan seminar dengan judul "ELEKTRIFIKASI MASA DEPAN DI INDONESIA"  , yang diselenggarakan pada tanggal 26 Januari 2015 di ruang auditorium kampus D gedung 4 Lantai 6 Universitas Gunadarma. Narasumber pada kesempatan kali ini adalah Ir. Benny Marbun., MEngSc (Kepala Divisi Niaga PLN) dan Dr. Setiyono., ST, MT (Dosen Teknik Elektro Universitas Gunadarma)

TEMPO.CO , Jakarta - Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla mengklaim mampu mewujudkan rasio sambungan listrik (elektrifikasi) hingga 99 persen dari total penduduk Indonesia, Hal ini terungkap dalam rapat diKantor Wakil Presiden, Senin, 10 November 2014.
Menurut Direktur Utama PT PLN (persero), Nur Pamudji, rasio elektrifikasi 99 persen bisa tercapai dalam kurun waktu lima tahun. "Saat ini, rasio elektrifikasi nasional sudah naik dari 62 persen jadi 85 persen," kata Pamudji.
Dalam rapat tersebut, Kalla meminta pencapaian rasio elektrifikasi nasional per tahun sebesar tiga persen. Sehingga, dalam lima tahun pemerintahan akan tercapai tambahan 15 persen.
Menurut Pamudji, beberapa wilayah di Indonesia masih jauh dari rata-rata rasio nasional. Bahkan, di Pantai Timur Riau dan Gorontalo ada daerah dengan tingkat rasio elektrifikasi 40 persen. "Rasio ini dikembangkan sejalan dengan pengembangan jalan. Jaringan listrik mengikuti jaringan jalan," ucapnya. 
Pemerintah memang memiliki target untuk membangun pembangkit listrik dengan total daya 35 ribu megawatt. Salah satu program pendukung target tersebut adalah pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik Air (PLTA) di Waduk Jati Gede, Jawa Barat. Menurut Pamudji, saat ini PLN sudah memiliki kontraktor. 
Sedangkan soal relokasi dan lahan, menurut Pamudji, sudah menjalani proses pengurusan izin. Dia mengklaim Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya dan Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan telah siap membantu percepatan proses izin dan pembebasan lahan. 
Sumber; http://www.tempo.co/read/news/2014/11/11/090621081/Jokowi-JK-Jamin-Elektrifikasi-Bakal-99-Persen
x

Kuliah Umum Peran Pemuda dalam Menghadapi Tantangan Indonesia Ke Depan



Universitas Gunadarma bekerja sama dengan Pangdam Jaya menyelenggarakan kuliah umum dengan tema ''Peran Pemuda dalam Menghadapi Tantangan Indonesia Ke Depan" , yang diselenggarakan pada tanggal 22 Januari 2015 di ruang auditorium D46 Universitas Gunadarma. Narasumber pada kesempatan kali ini adalah Mayjen Agus Sutomo.


DEPOK - Panglima Daerah Militer Jakarta Raya (Pangdam Jaya) Mayjen Agus Sutomo hari ini menyampaikan kuliah umum di depan ratusan mahasiswa Universitas Gunadarma, Depok. Ia mengajak seluruh mahasiswa bersemangat menghadapi 100 tahun Indonesia merdeka atau Indonesia Emas.
Dalam orasinya yang berjudul 'Peran Pemuda dalam Menghadapi Tantangan Indonesia ke depan', Agus mengingatkan mahasiswa mewaspadai proxy war yang mengancam seluruh sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia menegaskan, rakyat harus menjauhi konflik apa pun bentuknya yang mengancam sistem pertahanan.
"Rakyat Indonesia saat dulu berani berjuang rela mati. Karena itu, mendekati perayaan Indonesia Emas 100 Tahun semangat bambu runcing pejuang dulu harus ditiru. Peran pemuda sangat strategis dan menentukan. Zaman kemerdekaan itu tak takut meriam, senapan, hanya merdeka atau mati," tegasnya di Kampus D Universitas Gunadarma, Depok, Kamis (22/1/2015).
Agus menjelaskan, ada empat tahapan sebelum Indonesia mencapai masa keemasan. Diawali proklamasi, pembangunan dan stabilitas, reformasi dan demokrasi, hingga transformasi terakhir masa keemasan.
"Karena itu, perang masa kini adalah perang energi. Tak lewat aspek militer, tapi poleksosbud dan keamanan. Sangat kita rasakan," tuturnya.
Selain itu, lanjutnya, belum lagi konflik dunia yang memperebutkan minyak. Seluruh eksplorasi minyak dan gas bumi Indonesia, kata Agus, sudah dikuasai perusahaan raksasa berbendera asing.

"Karena itu, kita jangan mau dipecah belah. Adik-adik mahasiswa mau menambahkan atau mengurangi bendera asing ini. Ini bendera diperbanyak atau dikurangi. Jangan sampai kita jadi pembantu-pembantunya, buruhnya, babu-babu di rumah sendiri," jelas dia. (fsl)

Seminar Implementasi Inovasi IT di BPJS Ketenagakerjaan



Universitas Gunadarma bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan Pusat Jakarta menyelenggarakan seminar dengan tema  " IMPLEMENTASI INOVASI IT DI BPJS KETENAGAKERJAAN" , yang diselenggarakan pada tanggal 10 Januari 2015 di ruang auditorium kampus D gedung 4 Lantai 6 Universitas Gunadarma. Narasumber pada kesempatan kali ini adalah Romie Erfianto (Kepala Devisi Pengembangan Teknologi Informasi BPJS Ketenagakerjaan).

Jakarta - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menyatakan terus melakukan inovasi bagi para pesertanya yang diperkirakan akan semakin bertambah. Salah satunya dengan menyediakan kartu pintar (smart card) yang dirancang untuk berbagai keperluan sehari-hari.
Demikian dikatakan Direktur Perencanaan Strategis dan Teknologi Informasi BPJS Ketenagakerjaan Agus Supriyadi saat berdiskusi dengan wartawan di kantornya, Jakarta.
Agus membenarkan jika kartu pintar yang merupakan kartu keanggotaan itu nantinya setelah di-inject dengan nominal uang bisa digunakan sebagai fasilitas pembayaran, seperti untuk membayar tol, kartu diskon, dll. Namun, fasilitas tersebut masih harus menunggu izin Bank Indonesia. Jika izin itu keluar maka untuk selanjutnya bisa digunakan.
Seperti diketahui, pertengahan bulan lalu sempat melakukan diskusi dengan pihak Bank Indonesia (BI) terkait fasilitas tersebut. BPJS Ketenagakerjaan juga tengah melakukan diskusi dengan kalangan perbankan BUMN yang sebelumnya bersama-sama meluncurkan Kartu Pintar.
"Kita sedang diskusi juga dengan Himbara tentang teknisnya nanti mau diajukan seperti apa. Kita sedang diskusikan itu supaya bisa disebarkan segera ke peserta," tuturnya.
Ditambahan, smart card yang telah diluncurkan secara resmi sejak 1 Januari 2014 lalu, saat ini sedang diujicoba penggunaannya melalui seluruh karyawan BPJS Ketenagakerjaan baik pusat maupun daerah. "Untuk pegawai secara internal sudah berhasil. Ini sudah kita evaluasi dan berjalan sukses," katanya.
Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan juga akan menerapkan sistem pelaporan saldo Jaminan Hari Tua (JHT) langsung ke tangan pesertanya, pada Juli 2015 mendatang.
Langkah tersebut merupakan komitmen untuk membangun iklim transparansi dan akuntabilitas bagi tenaga kerja yang mempercayakan jaminan sosialnya kepada lembaga tersebut.
Agus menjelaskan, pihaknya akan menyalurkan laporan saldo peserta langsung ke alamat email setiap peserta secara tahunan. "Kita akan memberikan laporan saldo peserta langsung ke alamat email masing-masing. Itu setiap tahun dilaporkan," tuturnya.
Sedangkan, untuk peserta yang awam menggunakan fasilitas surat elektronik lembaga tersebut akan menyiapkan laporan tersebut pada halaman website BPJS Ketenagakerjaan maupun melalui aplikasi mobile phone yang telah diterapkan. "Bisa juga diakses melalui website kita dan mobile phone. Untuk android itu sudah ada aplikasinya," katanya.
Diakui, hingga saat ini masih ada perusahaan yang merahasiakan data saldo JHT tenaga kerjanya yang disalurkan. "Ada perusahaan yang mau ada juga yang tahan. Tapi ada juga perusahaan yang tidak mau memberikan informasi itu kepada karyawan," katanya.
Dia mensinyalir, hal itu berkaitan dengan dugaan PDS (perusahaan daftar sebagian) upah. Padahal, menurut peraturan, perusahaan harus mendaftarkan pendapatan karyawannya secara keseluruhan (take home pay) bukan hanya gaji pokok. "Kalah yang didaftarkan hanya gaji pokok, maka karyawan sebagai peserta akan merugi," tuturnya.

Untuk itu, melalui gebrakan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan berharap transparansi dan akuntabilitas layanan terhadap tenaga kerja nasional dapat lebih berkualitas dan terjamin. [pikiran-rakyat.com]

Sumber; http://www.optima.co.id/optima/halkomentar-183-bpjs-ketenagakerjaan-inovasi-pelayanan-dengan-smart-2.html

Senin, 15 Desember 2014

Seminar Microsoft Imagine Cup 2015

Universitas Gunadarma bekerja sama dengan Telkom Indonesia menyelenggarakan Seminar Microsoft Imagine Cup 2015, yang diselenggarakan pada tanggal 15 Desember 2014 di ruang auditorium D462 Universitas Gunadarma. Tahun ini, Microsoft Indonesia menyambangi dan menantang mahasiswa jurusan Teknik Informatika, Sistem Informasi, Sistem Komputer, Manajeman Informatika dan Teknik Komputer Universitas Gunadarma untuk ikut serta dalam kompetisi Imagine Cup Indonesia 2015.
Mahasiswa sebagai generasi muda bangsa sejatinya diharapkan mampu berkontribusi dalam pembangunan negerinya menuju arah yang lebih baik. Salah satu sumbangan yang dapat dilakukan saat ini adalah melalui cipta karya dan inovasi yang dihasilkan di berbagai bidang. Contohnya adalah ajang kompetisi tahunan dunia di bidang Teknologi Informasi yang diselenggarakan oleh Microsoft yang dikenal dengan "Imagine Cup - Global Student Technology Competition".

"Kompetisi ini pertama kali dibuka pada 2003, dan ditujukan untuk seluruh mahasiswa di dunia. Kenapa mahasiswa? Karena kami menyadari bahwa kampus adalah awal atau sumber lahirnya inovasi - inovasi yang baru di berbagai bidang. Oleh karena itu, melalui Imagine Cup ini kami berharap akan lahir inovasi - inovasi terbaru, khususnya di bidang teknologi. Untuk kompetisi tahun 2015 sebenarnya kami sudah melakukan roadshow di beberapa perguruan tinggi seperti ITB, ITS, UI, Brawijaya, UGM dan lainnya," papar Delegasi DX Microsoft Indonesia, Yugie Nugraha dalam roadshow Imagine Cup Indonesia 2015 yang digelar  di ruang auditorium D462 Universitas Gunadarma, Senin (15/12).

pria yang akrab disapa Yugie ini menjelaskan bahwa dalam kompetisi tahunan tersebut dibagi kedalam tiga kategori, yaitu Games, Innovation, dan World Citizenship. Mahasiswa yang ingin ikut dalam kompetensi ini langkah awal yang harus dilakukan adalah mendaftar ke situs https://www.imaginecup.com/ 

"Teknologi erat kaitannya dengan inovasi. Jadi silahkan teman - teman untuk berkreasi dan membuat teknologi dengan memanfaatkan inovasi - inovasi terbaru. Untuk Imagine Cup Indonesia 2015 ini, peserta akan diminta untuk mengumpulkan video projectnya ke website kami paling lambat 28 Februari 2015, dan akan diumumkan untuk semi finalnya seminggu kemudian," papar Yugie.


Jumat, 28 November 2014

Seminar How to Make Short 3D Animation


Mahasiswa Program Studi Multimedia Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta (PoliMedia) menyelenggarakan Media Art Exhibition 2 (MAX 2) yang bertajuk DreamLand pada 13-15 November 2014 di Hall PoliMedia. Pada seminar 3D Animation ini sendiri diadakan tanggal 14 November 2014 yang diadakan setelah seminar music scoring selesai. pembicara yang hadir adalah Vicky Doang.

Pada seminar ini saya hanya hadir sebentar saja dan tidak sempat mencatat apa yang dibicarakan oleh narasumber.

Jumat, 21 November 2014

Seminar Pengenalan Nuvoton Learning Board 32 bit ARM Cortex sebagai Platform Pembelajaran Microcontroller dan Embedded System



Seminar ini dilaksanakan pada 05 November 2014 di Universitas Gunadarma ruang D460. Seminar yang diadakan oleh Program Diploma TI Universitas Gunadarma ini membahas topik tentang “ Pengenalan Nuvoton Learning Board 32 bit ARM Cortex sebagai Platform Pembelajaran Microcontroller dan Embedded System” sebagai bentuk rintisan kerjasama  dengan Nuvoton.
Seminar yang diselenggarakan di  Kampus Gunadarma Depok Ruang Auditorium Gedung 4 Lantai 6, berlangsung dengan lancar. Narasumber yang mengisi kegiatan tersebut antara lain:
1. Mr, Gaveen Lee, AVP Nuvoton
2. Bpk. Lukman, Partner Nuvoton Indonesia
3. Bpk. Dr. Eri Prasetyo Wibowo, Dosen Universitas Gunadarma
Moderator: Dr. Lintang Yuniar Banowosari  
Nuvoton Technology Corporation adalah perusahaan semiconductor yang berpusat di Taiwan yang didirikan pada tahun 2008. Produk yang dihasilkan Nuvoton yaitu Microcontroller Application IC, Audio Application IC, Cloud & Computing IC, dan Foundry Service.

Pada seminar kali ini Nuvoton mengenalkan salah satau line produksinya yaitu Microcontroller Application Business Group Nuvoton berfokus terutama pada Micro-Controller IC, Voice dan Speech ICs. Nuvoton NuMicroFamily adalah general-purpose microcontroller yang pertama diproduksi di Asia yang memiliki core 32-bit ARMCortex-M0. Produk ini memiliki fitur seperti wide voltage input, high anti-interference, high noise immunity design, sangat cocok untuk sistem kontrol industry yang sebelumnya menggunakan 8 bit mikro-controller. Contoh pengaplikasian dari Nuvoton Learning Board 32 bit ARM Cortex diperlihatkan oleh pihak nuvoton berupa pengamanan pintu berangkas dengan memasukkan password, jika passwordnya benar maka secara otomatis penghalang yang digunakan untuk mengunci pintu akan terbuka dan jika password yang dimasukkan salah maka penghalangnya tidak akan terbuka dan lampu darurat akan menyala.

Embedded System (System Tertanam) adalah suatu sistem komputer yang didesain untuk menangani pekerjaan/ tujuan spesifik. Secara garis besar mirip dengan Operating System yang ada pada PC, Embedded System yang terdapat dalam suatu perangkat juga mengatur perilaku/fungsi dari Hardware tersebut. Namun, embedded system tidak bisa melakukan hal-hal yang umum seperti  memutar file multimedia. Embedded System hanya mampu melakukan suatu mekanisme untuk tujuan tertentu sesuai dengan kemampuan perangkat dimana Embedded System itu terinstall. Dimasa yang akan datang teknologi yang akan banyak digunakan adalah yang berbasis chip


Seminar Nasional Kepemudaan

Seminar Nasional Kepemudaan


Seminar ini dilaksanakan pada 28 Oktober 2014 di Universitas Gunadarma ruang D460. Seminar yang diadakan oleh BEM FTI Universitas Gunadarma ini membahas topik tentang “Jiwa Nasioanlisme Pemuda”. Seminar ini diadakan guna memperingatan hari sumpah pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober 2014. Dari acara seminar kali ini, saya bisa mengambil beberapa pelajaran dari para pembicara pada subjek - materi pelajaran yang terkandung dalam seminar.
Semangat nasionalisme diartikan sebagai suasana batin yang melekat dalam diri setiap individu sebagai pribadi maupun sebagian bagian dari bangsa dan negara, yang diimplementasikan dalam bentuk kesadaran dan perilaku yang cinta tanah air, kerja keras untuk membangun, membina dan memelihara kehidupan yang harmonis dalam rangka memupuk dan memelihara persatuan dan kesatuan, serta rela berkorban harta, benda bahkan raga dan jiwa dalam membela bangsa dan negara.

Akan tetapi seiring dengan berjalannya zaman, berbagai peristiwa yang telah terjadi mengindikasikan mulai lunturnya jati diri bangsa Indonesia khususnya dikalangan pelajar dan pemuda yang berimbas terhadap penurunan semangat nasionalisme. Ironisnya, tatkala berbagai masalah menimpa bangsa ini, masih banyak para pemuda, politisi maupun kalangan elite yang masih mementingakan kepentingan golongan ataupun kelompok daripada kepentingan bersama. Banyak dari mereka belum sadar bahwa untuk mencapai kemerdekaan bangsa pada saat itu dibutuhkan perjuangan keras bahkan hingga mengorbankan nyawa mereka untuk mati demi sebuah kemerdekaan. Jika pada zaman pergerakan kemerdekaan semangat nasionalisme diperlukan dan dibangkitkan oleh seluruh rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan dari tangan penjajah maka kini di era globalisasi semangat nasionalisme diperlukan untuk membangun bangsa menuju bangsa yang beradab, bermartabat dan bersaing di dunia internasional tanpa meninggalkan identitas kebangsaannya.

Kecintaan pada produk dalam negeri mulai hilang dengan semakin banyaknya produk asing seperti makanan siap saji dari luarnegeri, produk pakian dari luar negeri dan masih banyak yang lainnya telah membanjiri dan menjamur di negeri ini. Dengan membeli produk luar negeri pemuda saat ini menganggap suatu kebanggaan tersendiri yang dapat menaikkan gengsi mereka dihadapan masyarakat. Tampaknya westernisasi telah menyulap pemuda negeri ini menjadi lupa akan jati diri mereka sebagai bangsa Indonesia yang masih memegang teguh budaya timur. Kondisi para pemuda kita saat ini nampak jelas di depan mata kita bahwa jiwa nasionalismenya mulai luntur.


Peningkatan kesadaran masyarakat akan nilai-nilai luhur budaya bangsa adalah sarana untuk membangkitkan semangat nasionalisme, yang dapat dilakukan dengan senantiasa memupuk rasa persatuan dan kesatuan bangsa dan bernegara dalam kehidupan bermasyarakat. Sebagai generasi muda bangsa Indonesia, kita harus membangkitkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air yang cenderung meredup ditengah peliknya masalah ekonomi dan politik bangsa ini, semangat akan nilai-nilai nasionalisme harus tetap dijalankan. 

Seminar New Generation and New Communication Personality and Disorder



Seminar ini dilaksanakan pada 11 November 2014 di Universitas Gunadarma ruang D460. Seminar yang diadakan oleh Program Pasca Srajana S3 Universitas Gunadarma ini membahas topik tentang “Generasi Baru dan Komunikasi Kepribadian Baru dan Gangguannya”. Dari acara seminar kali ini, saya bisa mengambil beberapa pelajaran dari para pembicara pada subjek - materi pelajaran yang terkandung dalam seminar.
Pada era Globalisasi sekarang ini dimana perkembangan teknologi begitu cepat, generasi sekarang ini sudah banyak yang mengenal teknologi seperi gadget & internet, sekarang ini hampir semua pemuda/remaja memiliki gadget, dengan gadget pasti sudah tersedia layanan untuk mengakses internet, dengan adanya kemudahan mengakses internet dimanapun sekarang ini bisa menjadi hal yang positive dan juga bisa menjadi hal yang negative, semua itu tergantung dengan siapa yang menggunakannya.

 Dengan adanya internet komunikasi kita dengan orang yang jauh jadi begitu mudah, pengertian komunikasi sendiri menurut moderator adalah  suatu proses di mana seseorang atau beberapa orang , kelompok, organisasi , dan masyarakat menciptakan dan menggunakan informasi untuk menghubungkan dengan lingkungan dan orang lain . Pada kenyataanya komunikasi tidak selalu berjalan mulus seperti yang kita bayangkan ada beberapa gangguan yang mungkin terjadi pada komunikasi sekarang ini, salah satu contohnya adalah seseorang yang mengalami broken home, dia akan melampiaskan kekecewaannya terhadap  orangtuanya yang selalu bertengakar dengan melakukan hal-hal yang negative seperti penggunaan narkoba dan melakukan hal yang lainnya. Peran teknologi disini juga membantu orang yang ingin melakukan hal-hal negative, seperti dengan adanya internet dia bisa mencari informasi siapa yang menjual narkoba dan dapat memesannya dengan mudah. Solusi untuk mereka yang sudah terjerumus ke obat-obatan terlarang itu adalah yang pertama hubungan anatara kedua orangtuanya harus diperbaiki dulu dan diperlukan peran aktif orang tua untuk merangkulnya agar dia mau direhabilitasi agar tidak memakai narkoba itu lagi.

Dengan adanya teknologi sekarang ini para pemuda/remaja bisa memanfatkannya untuk melakukan hal-hal yang positive dan dapat bermanfaat bagi penggunanya. Dengan adanya kemudahan mengakses informasi maupun dalam berkomunikasi pada era ini kita dapat memanfaatkannya untuk mempelajari budaya negara laian dan dapat berkomunikasi dengan orang di seluruh dunia dengan hanya menggunakan internet degan biaya yang murah, selain itu kita juga dapat menggunakan internet untuk media mempromosikan usaha yang kita jalankan agar usaha/ bisnis yang kita jalankan bisa lebih optimal dalam penjualannya. Dengan era komunikasi baru yang telah maju ini kita dituntut untuk mengembangkan kreatifitas yang kita miliki guna memanfaatkannya.


Jumat, 17 Oktober 2014

Seminar Challenge Your Creativity in Mobile Industry

Seminar Industry Collaboration
Mobogenie Indonesia: Challenge Your Creativity in Mobile Industry

Seminar ini dilaksanakan pada  13 Oktober 2014 di Universitas Gunadarma ruang D460,
Topik yang dibahas pada seminar ini adalah tantangan kreativitas kita di industry mobile khususnya pada perangkat android. Telah kita ketahui bahwa perangkat smartphone berbasis OS android pada sekarang ini sudah banyak digunakan oleh manusia di dunia, untuk di Indonesiapun sudah banyak yang telah menggunakannya. Pada seminar ini dibahas alasan mengapa kita harus bisa mempergunakan peluang yang ada dengan memanfaatkan pembuatan aplikasi android yang kita buat walaupun aplikasi itu sangat sederhana,
Berikut beberapa alasan yang dipaparkan:
1.Android sudah menduduki peringkat teratas OS(Operating System) di dunia.
2.Mobile aplikasi revenue yang semakin meningkat
3.Mudah mengembangkan aplikasi android dengan berbagai bahasa pemrograman seperti: java,HTML5,CSS,dan lai-lain.
Faktor penghambat utama dalam membuat dan mengupload di PlayStore adalah Tidak percaya diri akan aplikasi yang akan dibuatnya tersebut, padahal kalau kita lihat aplikasi yang sederhana seperti flappybird dengan grafis yang tidak begitu menarik, bisa mendatangkan pundi-pundi uang yang begitu banyak bagi pembuatnya.
Untuk yang tidak bisa pemrograman kita juga bisa bekerja sama dengan teman yang bisa, misal si A bagus dalam pemrogramannya si B bagus dalam membuat gambar lalu si A bagus dalam membuat cerita, si A,B,C bisa bekerja sama dalam membuat aplikasi seperti komik.
Dari seminar ini bisa dipetik pelajaraan bahwa kita harus berani memanfaatkan peluang yang ada dengan menuangkan ide untuk membuat aplikasi  meskipun aplikasi tersebut sederhana.

Sesi  Tanya;
1.Lebih baik untuk pertama launching apa membuat aplikasi yang berebayar/ gratis dengan disisipkan iklan?
Jawab: Lebih baik buat yang gratis dahulu tapi sisipkan iklan dengan catatan jangan memborbadir aplikasi kita dengan iklan tersebut,atau bisa dengan membuat aplikasi gratis tetapi ada beberapa fitur yang bagus yang hanya bisa di buka jika sudah membelinya.

2.Apa itu UG repo bisa mendapatkan keuntungan jika kita mengupload aplikasi kesana?
Jawab: Fungsi UG repo sendiri adalah untuk merepository  karya mahasiswa agar tidak hilang,untuk efek keuntungannya tergantung pada aplikasi tersebut apa mau disisipkan iklan atau tidak.