Tampilkan postingan dengan label SEMINAR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SEMINAR. Tampilkan semua postingan
Senin, 26 Januari 2015
Seminar Nasional Teknik Elektro "Elektrifikasi Masa Depan di Indonesia"
Program Studi Teknik Elektro Universitas Gunadarma menyelenggarakan seminar dengan judul "ELEKTRIFIKASI MASA DEPAN DI INDONESIA" , yang diselenggarakan pada tanggal 26 Januari 2015 di ruang auditorium kampus D gedung 4 Lantai 6 Universitas Gunadarma. Narasumber pada kesempatan kali ini adalah Ir. Benny Marbun., MEngSc (Kepala Divisi Niaga PLN) dan Dr. Setiyono., ST, MT (Dosen Teknik Elektro Universitas Gunadarma)
TEMPO.CO , Jakarta - Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla mengklaim mampu mewujudkan rasio sambungan listrik (elektrifikasi) hingga 99 persen dari total penduduk Indonesia, Hal ini terungkap dalam rapat diKantor Wakil Presiden, Senin, 10 November 2014.
Menurut Direktur Utama PT PLN (persero), Nur Pamudji, rasio elektrifikasi 99 persen bisa tercapai dalam kurun waktu lima tahun. "Saat ini, rasio elektrifikasi nasional sudah naik dari 62 persen jadi 85 persen," kata Pamudji.
Dalam rapat tersebut, Kalla meminta pencapaian rasio elektrifikasi nasional per tahun sebesar tiga persen. Sehingga, dalam lima tahun pemerintahan akan tercapai tambahan 15 persen.
Menurut Pamudji, beberapa wilayah di Indonesia masih jauh dari rata-rata rasio nasional. Bahkan, di Pantai Timur Riau dan Gorontalo ada daerah dengan tingkat rasio elektrifikasi 40 persen. "Rasio ini dikembangkan sejalan dengan pengembangan jalan. Jaringan listrik mengikuti jaringan jalan," ucapnya.
Pemerintah memang memiliki target untuk membangun pembangkit listrik dengan total daya 35 ribu megawatt. Salah satu program pendukung target tersebut adalah pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik Air (PLTA) di Waduk Jati Gede, Jawa Barat. Menurut Pamudji, saat ini PLN sudah memiliki kontraktor.
Sedangkan soal relokasi dan lahan, menurut Pamudji, sudah menjalani proses pengurusan izin. Dia mengklaim Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya dan Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan telah siap membantu percepatan proses izin dan pembebasan lahan.
Sumber; http://www.tempo.co/read/news/2014/11/11/090621081/Jokowi-JK-Jamin-Elektrifikasi-Bakal-99-Persen
x
Kuliah Umum Peran Pemuda dalam Menghadapi Tantangan Indonesia Ke Depan
Universitas Gunadarma bekerja sama dengan Pangdam Jaya menyelenggarakan kuliah umum dengan tema ''Peran Pemuda dalam Menghadapi Tantangan Indonesia Ke Depan" , yang diselenggarakan pada tanggal 22 Januari 2015 di ruang auditorium D46 Universitas Gunadarma. Narasumber pada kesempatan kali ini adalah Mayjen Agus Sutomo.
DEPOK - Panglima Daerah Militer Jakarta Raya (Pangdam Jaya) Mayjen Agus Sutomo hari ini menyampaikan kuliah umum di depan ratusan mahasiswa Universitas Gunadarma, Depok. Ia mengajak seluruh mahasiswa bersemangat menghadapi 100 tahun Indonesia merdeka atau Indonesia Emas.
Dalam orasinya yang berjudul 'Peran Pemuda dalam Menghadapi Tantangan Indonesia ke depan', Agus mengingatkan mahasiswa mewaspadai proxy war yang mengancam seluruh sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia menegaskan, rakyat harus menjauhi konflik apa pun bentuknya yang mengancam sistem pertahanan.
"Rakyat Indonesia saat dulu berani berjuang rela mati. Karena itu, mendekati perayaan Indonesia Emas 100 Tahun semangat bambu runcing pejuang dulu harus ditiru. Peran pemuda sangat strategis dan menentukan. Zaman kemerdekaan itu tak takut meriam, senapan, hanya merdeka atau mati," tegasnya di Kampus D Universitas Gunadarma, Depok, Kamis (22/1/2015).
Agus menjelaskan, ada empat tahapan sebelum Indonesia mencapai masa keemasan. Diawali proklamasi, pembangunan dan stabilitas, reformasi dan demokrasi, hingga transformasi terakhir masa keemasan.
"Karena itu, perang masa kini adalah perang energi. Tak lewat aspek militer, tapi poleksosbud dan keamanan. Sangat kita rasakan," tuturnya.
Selain itu, lanjutnya, belum lagi konflik dunia yang memperebutkan minyak. Seluruh eksplorasi minyak dan gas bumi Indonesia, kata Agus, sudah dikuasai perusahaan raksasa berbendera asing.
"Karena itu, kita jangan mau dipecah belah. Adik-adik mahasiswa mau menambahkan atau mengurangi bendera asing ini. Ini bendera diperbanyak atau dikurangi. Jangan sampai kita jadi pembantu-pembantunya, buruhnya, babu-babu di rumah sendiri," jelas dia. (fsl)
Seminar Implementasi Inovasi IT di BPJS Ketenagakerjaan
Universitas Gunadarma bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan Pusat Jakarta menyelenggarakan seminar dengan tema " IMPLEMENTASI INOVASI IT DI BPJS KETENAGAKERJAAN" , yang diselenggarakan pada tanggal 10 Januari 2015 di ruang auditorium kampus D gedung 4 Lantai 6 Universitas Gunadarma. Narasumber pada kesempatan kali ini adalah Romie Erfianto (Kepala Devisi Pengembangan Teknologi Informasi BPJS Ketenagakerjaan).
Jakarta - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menyatakan terus melakukan inovasi bagi para pesertanya yang diperkirakan akan semakin bertambah. Salah satunya dengan menyediakan kartu pintar (smart card) yang dirancang untuk berbagai keperluan sehari-hari.
Demikian dikatakan Direktur Perencanaan Strategis dan Teknologi Informasi BPJS Ketenagakerjaan Agus Supriyadi saat berdiskusi dengan wartawan di kantornya, Jakarta.
Agus membenarkan jika kartu pintar yang merupakan kartu keanggotaan itu nantinya setelah di-inject dengan nominal uang bisa digunakan sebagai fasilitas pembayaran, seperti untuk membayar tol, kartu diskon, dll. Namun, fasilitas tersebut masih harus menunggu izin Bank Indonesia. Jika izin itu keluar maka untuk selanjutnya bisa digunakan.
Seperti diketahui, pertengahan bulan lalu sempat melakukan diskusi dengan pihak Bank Indonesia (BI) terkait fasilitas tersebut. BPJS Ketenagakerjaan juga tengah melakukan diskusi dengan kalangan perbankan BUMN yang sebelumnya bersama-sama meluncurkan Kartu Pintar.
"Kita sedang diskusi juga dengan Himbara tentang teknisnya nanti mau diajukan seperti apa. Kita sedang diskusikan itu supaya bisa disebarkan segera ke peserta," tuturnya.
Ditambahan, smart card yang telah diluncurkan secara resmi sejak 1 Januari 2014 lalu, saat ini sedang diujicoba penggunaannya melalui seluruh karyawan BPJS Ketenagakerjaan baik pusat maupun daerah. "Untuk pegawai secara internal sudah berhasil. Ini sudah kita evaluasi dan berjalan sukses," katanya.
Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan juga akan menerapkan sistem pelaporan saldo Jaminan Hari Tua (JHT) langsung ke tangan pesertanya, pada Juli 2015 mendatang.
Langkah tersebut merupakan komitmen untuk membangun iklim transparansi dan akuntabilitas bagi tenaga kerja yang mempercayakan jaminan sosialnya kepada lembaga tersebut.
Agus menjelaskan, pihaknya akan menyalurkan laporan saldo peserta langsung ke alamat email setiap peserta secara tahunan. "Kita akan memberikan laporan saldo peserta langsung ke alamat email masing-masing. Itu setiap tahun dilaporkan," tuturnya.
Sedangkan, untuk peserta yang awam menggunakan fasilitas surat elektronik lembaga tersebut akan menyiapkan laporan tersebut pada halaman website BPJS Ketenagakerjaan maupun melalui aplikasi mobile phone yang telah diterapkan. "Bisa juga diakses melalui website kita dan mobile phone. Untuk android itu sudah ada aplikasinya," katanya.
Diakui, hingga saat ini masih ada perusahaan yang merahasiakan data saldo JHT tenaga kerjanya yang disalurkan. "Ada perusahaan yang mau ada juga yang tahan. Tapi ada juga perusahaan yang tidak mau memberikan informasi itu kepada karyawan," katanya.
Dia mensinyalir, hal itu berkaitan dengan dugaan PDS (perusahaan daftar sebagian) upah. Padahal, menurut peraturan, perusahaan harus mendaftarkan pendapatan karyawannya secara keseluruhan (take home pay) bukan hanya gaji pokok. "Kalah yang didaftarkan hanya gaji pokok, maka karyawan sebagai peserta akan merugi," tuturnya.
Untuk itu, melalui gebrakan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan berharap transparansi dan akuntabilitas layanan terhadap tenaga kerja nasional dapat lebih berkualitas dan terjamin. [pikiran-rakyat.com]
Sumber; http://www.optima.co.id/optima/halkomentar-183-bpjs-ketenagakerjaan-inovasi-pelayanan-dengan-smart-2.html
Senin, 15 Desember 2014
Seminar Microsoft Imagine Cup 2015
Universitas Gunadarma bekerja sama dengan Telkom Indonesia menyelenggarakan Seminar Microsoft Imagine Cup 2015, yang diselenggarakan pada tanggal 15 Desember 2014 di ruang auditorium D462 Universitas Gunadarma. Tahun ini, Microsoft Indonesia menyambangi dan menantang mahasiswa jurusan Teknik Informatika, Sistem Informasi, Sistem Komputer, Manajeman Informatika dan Teknik Komputer Universitas Gunadarma untuk ikut serta dalam kompetisi Imagine Cup Indonesia 2015.
Mahasiswa sebagai generasi muda bangsa sejatinya diharapkan mampu berkontribusi dalam pembangunan negerinya menuju arah yang lebih baik. Salah satu sumbangan yang dapat dilakukan saat ini adalah melalui cipta karya dan inovasi yang dihasilkan di berbagai bidang. Contohnya adalah ajang kompetisi tahunan dunia di bidang Teknologi Informasi yang diselenggarakan oleh Microsoft yang dikenal dengan "Imagine Cup - Global Student Technology Competition".
"Kompetisi ini pertama kali dibuka pada 2003, dan ditujukan untuk seluruh mahasiswa di dunia. Kenapa mahasiswa? Karena kami menyadari bahwa kampus adalah awal atau sumber lahirnya inovasi - inovasi yang baru di berbagai bidang. Oleh karena itu, melalui Imagine Cup ini kami berharap akan lahir inovasi - inovasi terbaru, khususnya di bidang teknologi. Untuk kompetisi tahun 2015 sebenarnya kami sudah melakukan roadshow di beberapa perguruan tinggi seperti ITB, ITS, UI, Brawijaya, UGM dan lainnya," papar Delegasi DX Microsoft Indonesia, Yugie Nugraha dalam roadshow Imagine Cup Indonesia 2015 yang digelar di ruang auditorium D462 Universitas Gunadarma, Senin (15/12).
pria yang akrab disapa Yugie ini menjelaskan bahwa dalam kompetisi tahunan tersebut dibagi kedalam tiga kategori, yaitu Games, Innovation, dan World Citizenship. Mahasiswa yang ingin ikut dalam kompetensi ini langkah awal yang harus dilakukan adalah mendaftar ke situs https://www.imaginecup.com/
"Teknologi erat kaitannya dengan inovasi. Jadi silahkan teman - teman untuk berkreasi dan membuat teknologi dengan memanfaatkan inovasi - inovasi terbaru. Untuk Imagine Cup Indonesia 2015 ini, peserta akan diminta untuk mengumpulkan video projectnya ke website kami paling lambat 28 Februari 2015, dan akan diumumkan untuk semi finalnya seminggu kemudian," papar Yugie.
Mahasiswa sebagai generasi muda bangsa sejatinya diharapkan mampu berkontribusi dalam pembangunan negerinya menuju arah yang lebih baik. Salah satu sumbangan yang dapat dilakukan saat ini adalah melalui cipta karya dan inovasi yang dihasilkan di berbagai bidang. Contohnya adalah ajang kompetisi tahunan dunia di bidang Teknologi Informasi yang diselenggarakan oleh Microsoft yang dikenal dengan "Imagine Cup - Global Student Technology Competition".
"Kompetisi ini pertama kali dibuka pada 2003, dan ditujukan untuk seluruh mahasiswa di dunia. Kenapa mahasiswa? Karena kami menyadari bahwa kampus adalah awal atau sumber lahirnya inovasi - inovasi yang baru di berbagai bidang. Oleh karena itu, melalui Imagine Cup ini kami berharap akan lahir inovasi - inovasi terbaru, khususnya di bidang teknologi. Untuk kompetisi tahun 2015 sebenarnya kami sudah melakukan roadshow di beberapa perguruan tinggi seperti ITB, ITS, UI, Brawijaya, UGM dan lainnya," papar Delegasi DX Microsoft Indonesia, Yugie Nugraha dalam roadshow Imagine Cup Indonesia 2015 yang digelar di ruang auditorium D462 Universitas Gunadarma, Senin (15/12).
pria yang akrab disapa Yugie ini menjelaskan bahwa dalam kompetisi tahunan tersebut dibagi kedalam tiga kategori, yaitu Games, Innovation, dan World Citizenship. Mahasiswa yang ingin ikut dalam kompetensi ini langkah awal yang harus dilakukan adalah mendaftar ke situs https://www.imaginecup.com/
"Teknologi erat kaitannya dengan inovasi. Jadi silahkan teman - teman untuk berkreasi dan membuat teknologi dengan memanfaatkan inovasi - inovasi terbaru. Untuk Imagine Cup Indonesia 2015 ini, peserta akan diminta untuk mengumpulkan video projectnya ke website kami paling lambat 28 Februari 2015, dan akan diumumkan untuk semi finalnya seminggu kemudian," papar Yugie.
Jumat, 28 November 2014
Seminar How to Make Short 3D Animation
Pada seminar ini saya hanya hadir sebentar saja dan tidak sempat mencatat apa yang dibicarakan oleh narasumber.
Jumat, 21 November 2014
Seminar Pengenalan Nuvoton Learning Board 32 bit ARM Cortex sebagai Platform Pembelajaran Microcontroller dan Embedded System
Seminar ini dilaksanakan pada 05 November 2014 di Universitas Gunadarma
ruang D460. Seminar yang diadakan oleh Program Diploma TI Universitas Gunadarma
ini membahas topik tentang “ Pengenalan Nuvoton Learning Board 32 bit ARM
Cortex sebagai Platform Pembelajaran Microcontroller dan Embedded System”
sebagai bentuk rintisan kerjasama dengan Nuvoton.
Seminar yang
diselenggarakan di Kampus Gunadarma Depok Ruang Auditorium Gedung 4
Lantai 6, berlangsung dengan lancar. Narasumber yang mengisi kegiatan tersebut
antara lain:
1. Mr, Gaveen Lee, AVP Nuvoton
2. Bpk. Lukman, Partner Nuvoton
Indonesia
3. Bpk. Dr. Eri Prasetyo Wibowo, Dosen
Universitas Gunadarma
Moderator: Dr. Lintang Yuniar
Banowosari
Nuvoton Technology Corporation
adalah perusahaan semiconductor yang berpusat di Taiwan yang didirikan pada
tahun 2008. Produk yang dihasilkan Nuvoton yaitu Microcontroller Application
IC, Audio Application IC, Cloud & Computing IC, dan Foundry Service.
Pada seminar kali ini Nuvoton
mengenalkan salah satau line produksinya yaitu Microcontroller Application Business
Group Nuvoton berfokus terutama pada Micro-Controller IC, Voice dan Speech ICs.
Nuvoton NuMicroFamily adalah general-purpose microcontroller yang pertama
diproduksi di Asia yang memiliki core 32-bit ARMCortex-M0. Produk ini memiliki
fitur seperti wide voltage input, high anti-interference, high noise immunity
design, sangat cocok untuk sistem kontrol industry yang sebelumnya menggunakan
8 bit mikro-controller. Contoh pengaplikasian dari Nuvoton Learning Board 32 bit ARM Cortex
diperlihatkan oleh pihak nuvoton berupa pengamanan pintu berangkas dengan
memasukkan password, jika passwordnya benar maka secara otomatis penghalang
yang digunakan untuk mengunci pintu akan terbuka dan jika password yang
dimasukkan salah maka penghalangnya tidak akan terbuka dan lampu darurat akan
menyala.
Embedded System (System Tertanam)
adalah suatu sistem komputer yang didesain untuk menangani pekerjaan/ tujuan
spesifik. Secara garis besar mirip dengan Operating System yang ada pada PC,
Embedded System yang terdapat dalam suatu perangkat juga mengatur
perilaku/fungsi dari Hardware tersebut. Namun, embedded system tidak bisa
melakukan hal-hal yang umum seperti memutar
file multimedia. Embedded System hanya mampu melakukan suatu mekanisme untuk
tujuan tertentu sesuai dengan kemampuan perangkat dimana Embedded System itu
terinstall. Dimasa yang akan datang teknologi yang akan banyak digunakan adalah
yang berbasis chip
Seminar Nasional Kepemudaan
Seminar ini dilaksanakan pada 28
Oktober 2014 di Universitas Gunadarma ruang D460. Seminar yang diadakan oleh
BEM FTI Universitas Gunadarma ini membahas topik tentang “Jiwa Nasioanlisme
Pemuda”. Seminar ini diadakan guna memperingatan hari sumpah pemuda yang jatuh
pada tanggal 28 Oktober 2014. Dari acara seminar kali ini, saya bisa mengambil
beberapa pelajaran dari para pembicara pada subjek - materi pelajaran yang
terkandung dalam seminar.
Semangat
nasionalisme diartikan sebagai suasana batin yang melekat dalam diri setiap
individu sebagai pribadi maupun sebagian bagian dari bangsa dan negara, yang
diimplementasikan dalam bentuk kesadaran dan perilaku yang cinta tanah air,
kerja keras untuk membangun, membina dan memelihara kehidupan yang harmonis
dalam rangka memupuk dan memelihara persatuan dan kesatuan, serta rela berkorban
harta, benda bahkan raga dan jiwa dalam membela bangsa dan negara.
Akan tetapi seiring dengan berjalannya zaman, berbagai peristiwa yang telah terjadi mengindikasikan mulai lunturnya jati diri bangsa Indonesia khususnya dikalangan pelajar dan pemuda yang berimbas terhadap penurunan semangat nasionalisme. Ironisnya, tatkala berbagai masalah menimpa bangsa ini, masih banyak para pemuda, politisi maupun kalangan elite yang masih mementingakan kepentingan golongan ataupun kelompok daripada kepentingan bersama. Banyak dari mereka belum sadar bahwa untuk mencapai kemerdekaan bangsa pada saat itu dibutuhkan perjuangan keras bahkan hingga mengorbankan nyawa mereka untuk mati demi sebuah kemerdekaan. Jika pada zaman pergerakan kemerdekaan semangat nasionalisme diperlukan dan dibangkitkan oleh seluruh rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan dari tangan penjajah maka kini di era globalisasi semangat nasionalisme diperlukan untuk membangun bangsa menuju bangsa yang beradab, bermartabat dan bersaing di dunia internasional tanpa meninggalkan identitas kebangsaannya.
Kecintaan pada produk
dalam negeri mulai hilang dengan semakin banyaknya produk asing seperti makanan
siap saji dari luarnegeri, produk pakian dari luar negeri dan masih banyak yang
lainnya telah membanjiri dan menjamur di negeri ini. Dengan membeli produk luar
negeri pemuda saat ini menganggap suatu kebanggaan tersendiri yang dapat
menaikkan gengsi mereka dihadapan masyarakat. Tampaknya westernisasi telah
menyulap pemuda negeri ini menjadi lupa akan jati diri mereka sebagai bangsa
Indonesia yang masih memegang teguh budaya timur. Kondisi para pemuda kita saat ini nampak jelas di depan mata kita bahwa jiwa nasionalismenya mulai luntur.
Peningkatan kesadaran masyarakat akan nilai-nilai luhur budaya bangsa
adalah sarana untuk membangkitkan semangat nasionalisme, yang dapat dilakukan
dengan senantiasa memupuk rasa persatuan dan kesatuan bangsa dan bernegara
dalam kehidupan bermasyarakat. Sebagai generasi muda bangsa Indonesia, kita
harus membangkitkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air yang cenderung
meredup ditengah peliknya masalah ekonomi dan politik bangsa ini, semangat akan
nilai-nilai nasionalisme harus tetap dijalankan.
Seminar New Generation and New Communication Personality and Disorder
Seminar ini dilaksanakan pada 11 November 2014 di Universitas
Gunadarma ruang D460. Seminar yang diadakan oleh Program Pasca Srajana S3 Universitas Gunadarma
ini membahas topik tentang “Generasi Baru
dan Komunikasi Kepribadian Baru dan Gangguannya”. Dari acara seminar kali ini,
saya bisa mengambil beberapa pelajaran dari para pembicara pada subjek - materi
pelajaran yang terkandung dalam seminar.
Pada era Globalisasi sekarang ini
dimana perkembangan teknologi begitu cepat, generasi sekarang ini sudah banyak yang
mengenal teknologi seperi gadget & internet, sekarang ini hampir semua
pemuda/remaja memiliki gadget, dengan gadget pasti sudah tersedia layanan untuk
mengakses internet, dengan adanya kemudahan mengakses internet dimanapun
sekarang ini bisa menjadi hal yang positive dan juga bisa menjadi hal yang
negative, semua itu tergantung dengan siapa yang menggunakannya.
Dengan adanya internet komunikasi kita dengan
orang yang jauh jadi begitu mudah, pengertian komunikasi sendiri menurut
moderator adalah suatu proses di mana
seseorang atau beberapa orang , kelompok, organisasi , dan masyarakat
menciptakan dan menggunakan informasi untuk menghubungkan dengan lingkungan dan
orang lain . Pada kenyataanya komunikasi tidak selalu berjalan mulus seperti
yang kita bayangkan ada beberapa gangguan yang mungkin terjadi pada komunikasi
sekarang ini, salah satu contohnya adalah seseorang yang mengalami broken home,
dia akan melampiaskan kekecewaannya terhadap orangtuanya yang selalu bertengakar dengan
melakukan hal-hal yang negative seperti penggunaan narkoba dan melakukan hal
yang lainnya. Peran teknologi disini juga membantu orang yang ingin melakukan
hal-hal negative, seperti dengan adanya internet dia bisa mencari informasi
siapa yang menjual narkoba dan dapat memesannya dengan mudah. Solusi untuk
mereka yang sudah terjerumus ke obat-obatan terlarang itu adalah yang pertama
hubungan anatara kedua orangtuanya harus diperbaiki dulu dan diperlukan peran
aktif orang tua untuk merangkulnya agar dia mau direhabilitasi agar tidak
memakai narkoba itu lagi.
Dengan adanya teknologi sekarang
ini para pemuda/remaja bisa memanfatkannya untuk melakukan hal-hal yang
positive dan dapat bermanfaat bagi penggunanya. Dengan adanya kemudahan
mengakses informasi maupun dalam berkomunikasi pada era ini kita dapat
memanfaatkannya untuk mempelajari budaya negara laian dan dapat berkomunikasi
dengan orang di seluruh dunia dengan hanya menggunakan internet degan biaya
yang murah, selain itu kita juga dapat menggunakan internet untuk media
mempromosikan usaha yang kita jalankan agar usaha/ bisnis yang kita jalankan
bisa lebih optimal dalam penjualannya. Dengan era komunikasi baru yang telah
maju ini kita dituntut untuk mengembangkan kreatifitas yang kita miliki guna
memanfaatkannya.
Jumat, 17 Oktober 2014
Seminar Challenge Your Creativity in Mobile Industry
Seminar
Industry Collaboration
Mobogenie
Indonesia: Challenge Your Creativity in Mobile Industry
Seminar ini
dilaksanakan pada 13 Oktober 2014 di
Universitas Gunadarma ruang D460,
Topik yang dibahas pada
seminar ini adalah tantangan kreativitas kita di industry mobile khususnya pada
perangkat android. Telah kita ketahui bahwa perangkat smartphone berbasis OS android
pada sekarang ini sudah banyak digunakan oleh manusia di dunia, untuk di
Indonesiapun sudah banyak yang telah menggunakannya. Pada seminar ini dibahas alasan
mengapa kita harus bisa mempergunakan peluang yang ada dengan memanfaatkan
pembuatan aplikasi android yang kita buat walaupun aplikasi itu sangat
sederhana,
Berikut beberapa alasan
yang dipaparkan:
1.Android sudah
menduduki peringkat teratas OS(Operating System) di dunia.
2.Mobile aplikasi revenue
yang semakin meningkat
3.Mudah mengembangkan
aplikasi android dengan berbagai bahasa pemrograman seperti: java,HTML5,CSS,dan
lai-lain.
Faktor penghambat utama
dalam membuat dan mengupload di PlayStore adalah Tidak percaya diri akan
aplikasi yang akan dibuatnya tersebut, padahal kalau kita lihat aplikasi yang
sederhana seperti flappybird dengan grafis yang tidak begitu menarik, bisa
mendatangkan pundi-pundi uang yang begitu banyak bagi pembuatnya.
Untuk yang tidak bisa
pemrograman kita juga bisa bekerja sama dengan teman yang bisa, misal si A bagus
dalam pemrogramannya si B bagus dalam membuat gambar lalu si A bagus dalam
membuat cerita, si A,B,C bisa bekerja sama dalam membuat aplikasi seperti
komik.
Dari seminar ini bisa
dipetik pelajaraan bahwa kita harus berani memanfaatkan peluang yang ada dengan
menuangkan ide untuk membuat aplikasi meskipun
aplikasi tersebut sederhana.
1.Lebih baik untuk pertama
launching apa membuat aplikasi yang berebayar/ gratis dengan disisipkan iklan?
Jawab: Lebih baik buat
yang gratis dahulu tapi sisipkan iklan dengan catatan jangan memborbadir
aplikasi kita dengan iklan tersebut,atau bisa dengan membuat aplikasi gratis
tetapi ada beberapa fitur yang bagus yang hanya bisa di buka jika sudah
membelinya.
2.Apa itu UG repo bisa
mendapatkan keuntungan jika kita mengupload aplikasi kesana?
Jawab: Fungsi UG repo
sendiri adalah untuk merepository karya
mahasiswa agar tidak hilang,untuk efek keuntungannya tergantung pada aplikasi
tersebut apa mau disisipkan iklan atau tidak.
Langganan:
Postingan (Atom)








