search

Senin, 26 Januari 2015

Kuliah Umum Peran Pemuda dalam Menghadapi Tantangan Indonesia Ke Depan



Universitas Gunadarma bekerja sama dengan Pangdam Jaya menyelenggarakan kuliah umum dengan tema ''Peran Pemuda dalam Menghadapi Tantangan Indonesia Ke Depan" , yang diselenggarakan pada tanggal 22 Januari 2015 di ruang auditorium D46 Universitas Gunadarma. Narasumber pada kesempatan kali ini adalah Mayjen Agus Sutomo.


DEPOK - Panglima Daerah Militer Jakarta Raya (Pangdam Jaya) Mayjen Agus Sutomo hari ini menyampaikan kuliah umum di depan ratusan mahasiswa Universitas Gunadarma, Depok. Ia mengajak seluruh mahasiswa bersemangat menghadapi 100 tahun Indonesia merdeka atau Indonesia Emas.
Dalam orasinya yang berjudul 'Peran Pemuda dalam Menghadapi Tantangan Indonesia ke depan', Agus mengingatkan mahasiswa mewaspadai proxy war yang mengancam seluruh sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia menegaskan, rakyat harus menjauhi konflik apa pun bentuknya yang mengancam sistem pertahanan.
"Rakyat Indonesia saat dulu berani berjuang rela mati. Karena itu, mendekati perayaan Indonesia Emas 100 Tahun semangat bambu runcing pejuang dulu harus ditiru. Peran pemuda sangat strategis dan menentukan. Zaman kemerdekaan itu tak takut meriam, senapan, hanya merdeka atau mati," tegasnya di Kampus D Universitas Gunadarma, Depok, Kamis (22/1/2015).
Agus menjelaskan, ada empat tahapan sebelum Indonesia mencapai masa keemasan. Diawali proklamasi, pembangunan dan stabilitas, reformasi dan demokrasi, hingga transformasi terakhir masa keemasan.
"Karena itu, perang masa kini adalah perang energi. Tak lewat aspek militer, tapi poleksosbud dan keamanan. Sangat kita rasakan," tuturnya.
Selain itu, lanjutnya, belum lagi konflik dunia yang memperebutkan minyak. Seluruh eksplorasi minyak dan gas bumi Indonesia, kata Agus, sudah dikuasai perusahaan raksasa berbendera asing.

"Karena itu, kita jangan mau dipecah belah. Adik-adik mahasiswa mau menambahkan atau mengurangi bendera asing ini. Ini bendera diperbanyak atau dikurangi. Jangan sampai kita jadi pembantu-pembantunya, buruhnya, babu-babu di rumah sendiri," jelas dia. (fsl)

0 komentar:

Posting Komentar